Return Of Great Demon God

Return Of Great Demon God
ch-24 Keberuntungan Mo Lang


__ADS_3

"Baiklah saatnya untuk mencari harta Karun" ucap Mo Shen dengan senyum senang.


Setelah itu Mo Shen segera melompat ke dalam danau dan menyelam untuk mencari sesuatu yang dilindungi oleh cacing ilusi tersebut.


Mo Shen sudah menyelam selama beberapa menit tapi ia belum menemukan sesuatu yang menarik dari danau ini, tapi Mo Shen tidak gampang putus asa ia terus mencari hingga ke sela sela danau.


Setelah beberapa menit mencari, usahanya tidak sia sia, Mo Shen menemukan sebuah gia tepat di sela sela danau. Tampa pikir panjang ia langsung memasuki gia itu.


Setelah sampai di dalam goa Mo Shen sedikit terkejut karena ada sebuah penghalang yang memisahkan antara danau dan pintu masuk gua tersebut sehingga membuat air dari danau tidak dapat masuk ke dalam gua itu.


Mo Shen yang dengan segera memasuki goa tersebut dikejutkan dengan apa yang dilihatnya, pasalnya di dalam goa tersebut ternyata lebih luas dari perkiraannya.


"Apakah cacing itu sebelumnya tinggal di dalam gua ini? Baguslah kalau begitu karena mungkin terdapat sebuah harta di tempat tinggalnya ini" ucap Mo Shen sambil mengamati sekelilingnya.


Akan tetapi setelah mengamati selama beberapa menit Mo Shen menyadari bahwa gua tersebut tidak ada apa apa selain sebuah pil yang terdapat di atas batu tepat ditengah ruangan gua itu.


"Sepertinya itu adalah harta yang dilindungi oleh cacing ilusi ini" ucap Mo Shen sembari berjalan ke arah pil tersebut.


Setelah sampai di depan pil tersebut, Mo Shen segera mengambilnya untuk diperiksa khasiat dari pil itu. Sudah beberapa menit Mo Shen memeriksa pil tersebut hingga akhirnya raut wajahnya menjadi senang dan membentuk sebuah senyuman.

__ADS_1


"Hehehe sepertinya ini adalah keberuntungan Xiao Lang" ucap Mo Shen yang dengan segera menyimpan pil tersebut kedalam cincin penyimpanannya.


Mo Shen kembali memeriksa setiap sudut gua tapi ia tidak menemukan hal lain selain pil tadi.


"Hmmm sepertinya hanya pil ini yang tersisa, huh kenapa hari ini keberuntungan ku sangat buruk" keluh Mo Shen dalam hatinya.


Karena merasa tidak ada lagi harta lainya Mo Shen segera keluar dari gua tersebut dan langsung menuju permukaan.


Dipinggir danau lebih tepatnya diatas sebuah batu besar Mo Lang yang sedang tidur pulas dikejutkan dengan seseorang yang keluar dari danau dan menujuinya. Orang tersebut tak lain adalah Mo Shen yang baru saja keluar dari danau dan langsung menuju ke arah Mo Lang yang masig tertidur.


Melihat tuanya sudah keluar dari danau tersebut, Mo Lang segera berlari menuju ke arah Mo Shen dan Mo Shen hanya menanggapinya dengan mengelus pelan kepala Mo Lang.


Melihat pil itu Mo Lang memasang raut wajah heran karena ia tidak tau apa khasiat dari pil yang diperlihatkan oleh tuannya. Melihat raut wajah Mo Lang yang heran Mo Shen segera memberikan penjelasan terhadap khasiat dari pil tersebut.


"Pil ini bernama pil Saint Beast, dinamakan begitu karena pil ini dapat membantumu untuk menembus dari ranah Half Saint ke ranah yang berada di atasannya yaitu ranah Saint dengan mudah, dan untuk penjelasan tentang ranah diatas Half Saint maka akan ku jelaskan nanti" ucap Mo Shen pada Mo Lang.


"Pasti sebelumnya cacing sial*n itu menemukan pil yang lain hingga ia dapat menerobos ke ranah Surgawi tingkat 3" ucap Mo Shen dalam hatinya.


Mendengar apa yang dikatakan oleh tuannya Mo Lang merasa senang walaupun ia masih tidak mengerti tentang ranah Saint ini akan tetapi ia merasa sangat senang setelah mengetahui pil yang ada didepannya dapat membantu ia untuk menerobos ke ranah diatas Half Saint dengan mudah. Segera ia melompat ke tubuh Mo Shen dan menjilatinya dengan gembira.

__ADS_1


"Ahahahah baiklah baiklah aku tahu kau sangat gembira oleh karena itu akan kuberikan pil ini padamu saat kau mencapai ranah Half Saint tingkat 3" ucap Mo Shen.


"Dan juga sepertinya sudah tidak ada lagi harta yang tersimpan di danau ini, sekarang sudah waktunya kita melanjutkan lagi perjalanan kita ke wilayah timur" ucap Mo Shen sembari berjalan dari danau yang kini sudah tidak lagi diselimuti oleh kabut.


Danau Kabut ini sudah tidak dapat disebut Danau Kabut lagi, karena dengan kematian cacing ilusi maka kabut ilusi yang menyelimuti seluruh danau ini sudah menghilang menyisahkan sebuah danau dengan energi Qi alam yang lebih pekat dari disekitar danau tersebut.


Segera Mo Shen dan Mo Lang melanjutkan kembali perjalanan mereka untuk menuju ke wilayah timur dengan berlari. Setelah berlari selama beberapa hari Mo Shen merasakan bosan dalam perjalanannya hingga akhirnya ia menaiki Mo Lang untuk tiduran diatasnya.


"Xiao Lang, bisakah aku menaiki tubuhmu untuk beristirahat? Aku sudah bosan melihat pemandangan hutan ini" ucap Mo Shen dengan nada meminta.


Mendengar perkataan tuanya, Mo Lang tidak berfikir banyak langsung menaikan Mo Shen ke tubuhnya. Merasakan kelembutan bulu Mo Lang membuat Mo Shen ngantuk hingga akhirnya ia tertidur sebelum tertidur ia mengatakan sesuatu kepada Mo Lang.


"Xiao Lang bilumu sangat lembut, dengan bulu selembut ini membuatku berpikir apakah kau ini betina atau jantan? Tapi itu tidak terlalu penting karena saat kau berada di ranah yang lebih tinggi dari ini maka kau dapat mengubah tubuhmu ke bentuk manusia maka saat itulah aku akan mengetahui gendermu" ucap Mo Shen lalu setelah itu ia tertidur.


Mendengar perkataan tuanya membuat Mo Lang sedikit penasaran yaitu sampai di ranah apa hingga ia bisa berubah bentuk menjadi manusia, karena menurut ingatannya ia tidak pernah mendengar dari beast yang lain bahwa seekor beast dapat berubah menjadi manusia. Walaupun ia percaya bahwa kalau seekor beast sudah mencapai ranah tertentu maka ia akan memiliki kecerdasan seperti manusia tapi ia tidak pernah memikirkan bahwa seekor beast dapat merubah wujudnya menjadi manusia. Tapi ia segera mengubur dalam-dalam rasa penasarannya karena menurutnya perkataan Mo Shen adalah kebenaran walaupun akan dianggap omong kosong oleh orang lain.


Ditengah perjalanan mereka juga banyak bertemu dengan beast liar dan juga para bandit yang berkelompok, akan tetapi mereka hanya menjadi samsak tinju bagi Mo Shen dan Mo Lang. Mereka juga terkadang singgah di kota yang berada di jalur perjalanan mereka untuk beristirahat dan mengisi kembali persediaan bahan makanan.


Hingga akhirnya setelah berlari selama beberapa minggu mereka berdua hampir tiba di ibukota Kekaisaran Dun yang menjadi pengusaha di wilayah timur Benua Xuanyuan ini.

__ADS_1


__ADS_2