
Di sebuah hutan, terlihat seorang pemuda dan juga seekor serigala besar sedang berlari menuju ke arah Selatan. Pemuda dan serigala tersebut ialah Mo Shen dan Mo Lang yang sedang menuju ke Gunung Selatan.
Di perjalanan, mereka sesekali menemui sekelompok bandit dan juga beberapa monster, akan tetapi sekelompok bandit dan monster yang menghalangi mereka tidak menjadi ancaman untuk Mo Shen dan Mo Lang dikarenakan perbedaan ranah kultivasi yang jauh.
"Baiklah Xiao Lang, sepertinya kita akan segera sampai" ucap Mo Shen yang saat ini sedang menaiki Mo Lang.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Mo Shen, Xiao Lang hanya mengangguk sambil terus berlari menuju ke Gunung Selatan. Hingga akhirnya setelah berlari selama beberapa jam mereka berdua pun sampai disebuah gunung yang menjulang tinggi hingga menembus awan.
"Woahh, ternyata gunung ini cukup tinggi. Sepertinya akan membutuhkan waktu yang sedikit lama untuk menjelajahi gunung ini sepenuhnya" ucap Mo Shen.
"Dan juga sepertinya dipuncak gunung ini memiliki sesuatu yang menarik" lanjutannya.
Segera Mo Shen dan Mo Lang memasuki wilayah Gunung Selatan dan menjelajahi. Di kaki gunung ini terdapat monster ranah Pemurnian Qi hingga ranah Kelahiran.
Jika di wilayah utara gunung ini sudah cukup untuk menjadi sumber bencana, dikarenakan hanya kaki gunungnya saja sudah terdapat banyak sekali monster yang berada di ranah Pemurnian Qi hingga ranah Kelahiran, apalagi bagian atasnya, pasti terdapat banyak sekali monster dengan ranah diatas Kelahiran.
Saat ini Mo Shen dan Mo Lang sedang menjelajahi kaki Gunung Selatan. Disana hanya terdapat sedikit bahan herbal itupun masih ditingkat rendah, jadi mereka berdua hanya melewatinya saja karena menurut mereka itu sama sekali tidak berguna.
Mereka berdua pun terus mendaki Gunung Selatan tampa memperdulikan para monster tingkat rendah. Beberapa jam pun berlalu dan mereka berdua baru sampai di pertengahan gunung.
"Sepertinya kita akan menjelajah di sini dulu untuk mencari sesuatu yang berguna" ucap Mo Shen pada Mo Lang.
Mo Lang hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanda setuju. Melihat persetujuan dari Mo Lang, Mo Shen pun segera berkeliling untuk mencari bahan herbal yang berguna untuk mereka sampai akhirnya ia melihat.
__ADS_1
"Hmmm sepertinya area disini terdapat banyak monster ranah Kelahiran dan juga Inti Surgawi, dan juga kurasa daerah ini jarang dijelajahi" ucap Mo Shen sembari melihat sekeliling.
Ditengah pengamatannya tentang daerah ini, ia tiba-tiba melihat sebuah beast yang lumayan besar. Beast tersebut berbentuk seperti kelabang tapi besarnya jauh melebihi kelabang yang biasanya.
Kalau diukur tingginya mencapai 30 meter dengan lebar 10 meter, juga ranah kultivasi dari kelabang ini tidak bisa diremehkan, ia berada di ranah Raja tingkat 3. Bisa dibilang cukup kuat untuk wilayah yang kebanyakan beastnya berada di ranah Kelahiran dan Inti Surgawi.
Juga dibelakang kelabang tersebut terdapat sebuah bunga yang berwarna hijau serta mengeluarkan bau racun yang pekat.
"Sepertinya itu adalah Mawar Racun, tanaman racun yang sangat berbahaya dan juga sangat berguna" ucap Mo Shen.
Dikatakan demikian karena bunga Mawar Racun ini merupakan salah satu dari bunga yang sangat beracun, tapi kalau dikelola benar maka orang yang mengelolanya akan memiliki ketahanan terhadap racun yang sangat tinggi makanya bunga itu disebut berbahaya tapi juga sangat berguna.
Untuk mengelola Mawar Racun, seseorang harus memiliki penguasaan yang tinggi akan Qi demi merubah racun yang terkandung di dalam Mawar Racun dan memurnikannya agar racun tersebut bercampur dengan darah dari orang yang mengelola racun tersebut.
"Hoho jadi kau belum mati? Sepertinya ini tidak akan menjadi pertarungan yang membosankan" ucap Mo Shen dengan seringai dingin.
Kelabang yang sebelumnya terlempar kini sudah sadar kembali dan melihat Mo Shen dengan amarah dimatanya, walaupun masih berada di ranah Raja tingkat 3 ia sudah mendapatkan sedikit kecerdasan hingga ia mengerti maksud dari perkataan Mo Shen yang sedang menghinanya.
Segera ia dan Mo Shen menerjang bersamaan, kelabang tersebut menggunakan mulutnya dan terkadang mengeluarkan racun sementara itu Mo Shen hanya menggunakan kepalan tangannya itupun ia masih menekan kekuatannya agar tidak langsung membunuh kelabang tersebut.
Mo Lang yang saat ini hanya melihat pertarungan antara Mo Shen dan kelabang tersebut dari atas sebuah pohon, sebenarnya ia sangat ingin membunuh sendiri kelabang tersebut tapi Mo Shen melarangnya untuk ikut campur makanya ia hanya bisa menunggu dan memantau pertarungan antara Mo Shen dan kelabang tersebut dengan sabar dari atas pohon.
Pertarungan antara Mo Shen dan kelabang racun itu terlihat seperti pertarungan berat sebelah, pasalnya hanya Mo Shen yang berhasil mendaratkan serangan pada tubuh lawannya, sedangkan serangan dari kelabang racun itu tidak ada satupun yang mengenai Mo Shen.
__ADS_1
Kondisi tubuh kelabang racun saat ini sangat menyedihkan, pasalnya terdapat banyak sekali luka ditubuhnya yang disebabkan oleh pukulan dari Mo Shen.
"Hahahaha saat ini kau terlihat sangat menyedihkan, apakah tidak sakit hanya menerima serangan tampa satupun serangan yang mengenai lawanmu?" ucap Mo Shen sambil mengejek kelabang racun itu.
Mendengar ejekan dari Mo Shen tentu saja membuatnya marah, akan ia hanya bisa mengubur rasa amarahnya dalam dalam disebabkan tubuhnya saat ini sudah sangat kesakitan sehingga sulit untuk digerakkan.
Melihat si kelabang yang sudah berada di kondisi yang sangat menyedihkan Mo Shen ingin segera mengakhiri hidup dari kelabang tersebut, ia langsung mengeluarkan pedang yang dipakai oleh ia sebelumnya.
"Dengan ini akan ku akhiri penderitaan mu" ucap Mo Shen sambil mengangkat tinggi pedangnya.
"Teknik pedang iblis gerakan pertama: tebasan kematian"
Seketika sebuah energi Qi berbentuk bulan sabit dan berwarna merah kehitaman langsung melesat dengan cepat menuju kelabang racun yang saat ini sudah tidak dapat lagi menggerakkan tubuhnya.
Seketika energi Qi dari teknik pedang milik Mo Shen langsung memotong tubuh kelabang racun menjadi dua dan membuat kelabang racun tersebut mati seketika.
"Akhirnya berakhir juga walaupun ini tidak melelahkan sedikitpun bagiku" ucap Mo Shen yang sekarang sedang berjalan menuju ke Mawar Racun untuk mengambilnya.
"Sekarang Mawar ini sudah menjadi milikku, terimakasih ku untuk kelabang karena telah melindungi mawar ini hingga menjadi sangat beracun seperti ini" ucap Mo Shen yang kini sudah memetik bunga Mawar Racun tersebut.
Disaat Mo Shen ingin berjalan kembali untuk melanjutkan perjalanannya ia dihentikan dengan sebuah ucapan dari seseorang dibelakangnya.
"Wah wah sepertinya seseorang sedang menemukan sebuah barang bagus disini"
__ADS_1