Return Of Great Demon God

Return Of Great Demon God
ch-31 Tuan Muda Arogan


__ADS_3

"Baiklah sekarang kurasa sudah saatnya untukku membalas"


Tanpa menunggu lama lagi Mo Shen segera menghilang dari tempatnya dan muncul langsung didepan si kapten prajurit dan melayangkan pukulan tepat diwajahnya.


Si kapten prajurit yang terkena pukulan tepat diwajahnya terhempas kebelakang diiringi dengan rasa sakit yang luar biasa diwajahnya.


"Sial*n beraninya kau memukul wajahku" ucapnya dengan geram.


Tapi Mo Shen tidak menghiraukannya dan terus menerus muncul didepan kapten tersebut dan memukuli wajahnya dengan keras.


Hingga akhirnya setelah beberapa pukulan melayang diwajahnya sang kapten prajurit pun berteriak memerintahkan bawahannya.


"Kalian semua, maju dan hajar dia untukku" teriaknya sembari menatap para bawahannya.


Para prajurit pun hanya mematuhi perintah darinya dan segera melesat ke arah Mo Shen.


"Hehehe, bagus bagus kemarilah agar aku tidak akan membuang waktu terlalu lama lagi" ucap Mo Shen sambil tersenyum sinis.


"Teknik pedang iblis gerakan pertama: tebasan kematian


WWUUSSHH


sebuah energi Qi berbentuk bulan sabit dengan warna merah kehitaman langsung melesat ke arah para prajurit, energi Qi tersebut diciptakan oleh Mo Shen melewati gerakan pertama dari teknik pedang iblis.


Argghh


Arrrggghh


Arrrggghhhh


Teriakkan kesakitan terdengar keras dari para prajurit yang terkena serangan dari Mo Shen, diantara mereka ada yang langsung mati dengan tubuh terbelah dua, ads juga yang dengan refleks melompat tapi sayangnya serang itu mengenai kaki mereka hingga membuat mereka berteriak kesakitan.


"A-apa apan ini, orang ini hanya menggunakan satu teknik pedang saja tapi ke-kenapa bisa sekuat ini" gumam si kapten prajurit dalam hatinya.


"Kapten prajurit, apa yang sedang terjadi diluar sana?" tanya seseorang dari dalam kereta.


"Ma-maf tuan muda, sepertinya kami bersikukuh dengan seorang kultivator yang kuat" ucapnya sambil gemetar.

__ADS_1


"Huhh, apakah kau sudah mengatakan identitasku?" tanya pemuda yang berada di dalam kereta kuda itu.


"S-s-sudah tuan muda, t-tapi orang itu tidak menghiraukannya" jawabnya lagi dengan nada terbata bata karena takut akan pemuda yang berbicara dengannya.


Pemuda yang sedari tadi berbicara dengan kapten prajurit tersebut bukan lain adalah tuan muda ke 2 dari klan Won, Won Si Kai.


"Hoho menarik, ternyata ada juga kultivator dari kekaisaran Dun ini yang tidak takut dengan klan Won ku ini" ucap Won Si Kun.


"Biar kulihat sendiri siapa dia sehingga tidak menghiraukan klan Won" ucap Won Si Kai sembari keluar dari kereta kudanya.


"Dimana pemuda yang kau maksud itu?" tanya Won Si Kai pada si kapten prajurit.


"D-disana dia tuan muda" tunjuknya ke arah Mo Shen yang kini sedang berdiri agak jauh dari mereka.


Mo Shen yang melihat seorang pemuda keluar dari kereta kuda itu langsung menatap si pemuda dengan


"A-apa apan ini, kenapa tatapannya sangat menakutkan, juga ranah kultivasinya tidak dapat kulihat, jadi hanya ada dua kemungkinan, pertama ia menggunakan sebuah artefak untuk menyembunyikan ranah kultivasinya, dan kedua bahwa ranah kultivasinya telah berada jauh diatasku" gumam Won Si Kai dalam hatinya.


"Sudahlah jangan dipikirkan lagi, selama pemuda ini adalah kultivator yang tinggal di kekaisaran Dun ini dan bukan ke kultivator kuat wilayah lain maka aku masih bisa tenang" gumamnya lagi dalam hati sembari menenangkan dirinya.


"Apakah kau tuan dari kelompok ini?" tanya Mo Shen dengan nada dingin.


"Cuihh, sudah mau mati tapi tetap juga banyak ngomong" cibir Mo Shen.


Setelah mengatakan itu Mo Shen segera menghilang dari tempatnya dan seketika muncul dihadapan Won Si Kai dengan menggenggam erat pedang ditangannya.


SSRRATT


BBRRUUKK


AAAARRGGGHH


Sebuah teriakan terdengar dan diiringi jatuhnya sebuah tangan. Teriakkan dan tangan yang jatuh tersebut berasal dari Won Si Kai yang kini tangan kirinya telah terpotong rapi.


"Aaaarrggghh, sial*n kau beraninya kau melakukan ini padaku, apakah kau tidak takut klan Won akan mengincarmu?" tanya Mo Shen dengan marah sembari menahan sakit akibat tangannya dipotong oleh Mo Shen.


"Klan Won? Ahahahahahah hanya sebuah klan yang berasal dari alam rendah ini ingin mengancamku? Jangan mimpi" cibir Mo Shen sembari tertawa.

__ADS_1


Mo Shen kini menghilang kembali dari pandangan mereka, tapi bukan muncul dihadapan Won Si Kai tapi ia tiba tiba muncul didepan kapten prajurit dan tanpa membuang waktu ia langsung menebas kepalanya hingga menyebabkan darah bercucuran keluar seperti air mancur dari leher si kapten prajurit.


Melihat hal itu, para prajurit yang selamat juga Won Si Kai langsung bergidik ngeri dengan apa yang mereka lihat.


"Baiklah, sekarang giliranmu untuk menyusulnya" ucap Mo Shen sembari memandang Won Si Kai dengan tajam.


"Tu-tunggu tolong ampuni aku, a-akan kulakukan apapun untukmu asalkan kau mengampuni nyawaku" ucap Won Si Kai sembari berlutut kearah Mo Shen.


Tapi apakah Mo Shen akan memaafkannya? Tentu saja tidak, Mo Shen yang dulunya dikenal sebagai Dewa Iblis karena kekejamannya dan juta kekuatannya akan memaafkan seorang yang sudah menyinggungnya? Kalau Kaisar Dewa dan para penghuni alam dewa mendengarnya mereka pasti akan berpikir bahwa dunia akan segera berakhir.


Dengan perasaan jijik dimatanya karena melihat si Won Si Kai yang sangat tidak tahu malu ini, karena tadi ia dengan arogan mengancam Mo Shen menggunakan nama klan nya tapi sekarang ia berlutut di depan Mo Shen sembari meminta ampun.


SSRRATT


BBRRUUUKK


AAAARRGGGHH


Sekali lagi terdengar suara teriakan dan teriakan tersebut berasal dari Won Si Kai, kali ini giliran tangan kanannya yang terpotong dengan rapi.


"Bagaimana? Apakah rasanya sakit? Apakah kau menikmatinya?" bisik Mo Shen ditelinga Won Si Kai.


"T-t-tolong b-berhenti akan kulakukan apapun jadi t-tolong ampuni aku" ucap Won Si Kai yang kini sedang menangis tersedu-sedu.


"Hahahaha kau ingin aku mengampunimu? Aku Mo Shen tidak akan mentoleran siapapun yang berani menyinggungku " ucap Mo Shen sembari tertawa.


SSRRRAAATTT


BBBUUKKK


Karena sudah bosan Mo Shen pun langsung menebas kepala Won Si Kai hingga membuatnya tewas ditempat.


"Baiklah sekarang giliran kalian untuk mati" ucap Mo Shen sembari memandang para prajurit yang tersisa.


Mo Shen pun langsung membantai mereka tanpa ampun, tapi seorang prajurit berhasil lari dengan ketakutan setengah mati.


"Hmmm sepertinya ada seekor tikus yang berhasil lari, tapi tidak apa-apa karena ia akan menjadi pijakan penting untuk meluaskan namaku di kekaisaran Dun ini" gumam Mo Shen.

__ADS_1


Dengan perasaan iba Mo Shen memandang mayat Won Si Kai dan bergumam.


"Inilah bayaran dari kesombonganmu, tuan muda arogan"


__ADS_2