
2 Tahun Kemudian.....
Di sebuah pinggiran hutan, terlihat seorang pemuda sedang bertanding pedang melawan seorang perempuan, pertarungan mereka begitu begitu cepat dan tajam.
Si perempuan memanfaatkan tubuhnya yang agak kecil dan lincah untuk berlari kesana-kesini sembari menebas si pemuda itu. Namun setiap tebasan yang dilepaskan oleh perempuan itu dapat dihalangi dengan mudah seolah itu bukan masalah besar.
Pertarungan itu tidak berlangsung lama dan berakhir dengan kekalahan si perempuan yang dilehernya sudah disodorkan pedang. Dengan seringai tipis pemuda itu berkata.
"Pertarungan sudah berakhir Zi Yan"
"Hahh bagaimanapun aku berusaha tetap saja aku tidak dapat mengalahkan guru"
"Hahahah jangan berkecil hati begitu, walaupun kamu tidak dapat mengalahkan ku tapi kekuatanmu itu sudah diatas rata-rata untuk anak seumuranmu"
"Hmph, walaupun guru mengatakan itu tapi tidak akan membuatku senang sedikitpun"
Pemuda itu tak lain adalah Mo Shen dan perempuan yang tengah cemberut didepannya adalah Zi Yan. Zi Yan telah melewati 3 tahun pelatihan bersama Mo Shen dan berkat itu membuat hubungan mereka lebih dekat dan tidak ada kecanggungan sedikitpun.
Mo Shen tidak banyak berubah semenjak 2 tahun yang lalu, perubahan yang terjadi pada Mo Shen hanyalah tinggi badannya yang naik beberapa centi, bukab hanya itu tingkat kultivasi Mo Shen telah naik beberapa tingkat dalam 2 tahun ini, tingkat kultivasinya yang sekarang adalah ranah Kaisar tingkat 9 dan tinggal sedikit lagi untuk naik ke ranah Surgawi.
Mo Shen menunda kenaikannya ke ranah Surgawi karena masih ingin menguatkan pondasi kultivasinya agar tidak membuat kultivasinya runtuh karena terburu-buru dalam menaikkan ranah.
Bukan hanya ranah kultivasinya tanda naga Mo Shen juga telah terbuka sebanyak 7000 tanda yang artinya kekuatan fisik Mo Shen telah menjadi 70.000.000 jin, sungguh menjadi kekuatan yang mengerikan tapi Mo Shen tidak berpuas diri dengan kekuatan sekarang ini karena ia tahu bahwa musuh yang akan dilawannya dimasa depan memiliki kekuatan yang sangat jauh dari yang dimilikinya sekarang.
Dan untuk Zi Yan dapat dilihat perubahannya dari rambutnya yang berwarna hitam mulai memanjang tapi sekarang diikat ala ponytail dan juga pupil matanya yang berwarna hitam terlihat selaras dengan warna rambutnya.
Bukan hanya itu, dalam 2 tahun ini penampilan Zi Yan sudah semakin cantik, dengan tinggi badannya yang hanya 155 cm juga ekspresi diwajahnya dingin tapi itu yang membuatnya lebih menarik. Dalam 2 tahun ini ranah kultivasi Zi Yan telah meroket jauh dan mencapai ranah Kelahiran tingkat 7, yang dimana membuat dia sangat kuat untuk seorang anak yang berusia 13 tahun.
Kini Mo Shen dab Zi Yan baru saja habis berlatih tanding menggunakan pedang tanpa energi Qi, hal ini untuk mempertajam pemahaman Zi Yan akan pedang.
"Guru sepertinya aku merasa bahwa pemahamanku akan pedang tidak naik dan mentok, apa ada yang salah dengan latihanku?"
"Tidak Zi Yan, pemahamanmu akan pedang sudah cukup kuat, tapi pengalaman tempurmu belum banyak karena selama ini kamu hanya berlatih melawan beast dan aku, kamu memerlukan pengalaman yang lebih jauh sehingga pemahamanmu akan pedang dapat meningkatkan lagi"
"Apa itu artinya aku harus berkelana?"
"Itu benar, kamu harus berkelana dan mencari jati dirimu sendiri, serta alasan mengapa kamu memenang pedang itu untuk apa? Kalau kamu memegang pedang dengan setengah hati maka pemahamanmu akan pedang hanya akan sampai di situ saja"
__ADS_1
"Tapi guru katamu di luar sana banyak sekali orang jahat dan licik"
Mendengar pernyataan muridnya itu membuat Mo Shen tersenyum tipis, memang selama 2 tahun ini ia sudah mengajari banyak hal tentang dunia pada Zi Yan, mau itu sisi terang atau sisi gelap dunia sehingga membuka pengetahuan Zi Yan akan dunia ini. Dengan tenang Mo Shen menjawab pernyataan yang dilontarkan oleh Zi Yan tadi.
"Zi Yan, walaupun di dunia ini banyak sekali orang-orang busuk yang menggunakan topeng untuk menyembunyikan jati dirinya tapi di dunia ini juga ada beberapa orang yang baik. Tetapi orang-orang baik itu lebih memilih untuk menyembunyikan kebaikan mereka dari orang-orang jahat dan licik.
Walaupun begitu dengan kamu memiliki kekuatan yang kuat maka kamu dapat memberantas para orang jahat itu dan membuat para orang baik yang bersembunyi menunjukan taring mereka. Maka untuk itu jadilah kuat dan ikuti kata hatimu.
Mau kamu menjadi orang bain atau jahat kamu akan tetap menjadi muridku yang paling ku banggakan"
Setelah pembicaraan itu Mo Shen memutuskan untuk pulang. Dan sesampainya mereka di rumah Mo Shen dan Zi Yan segera membersihkan diri mereka dan makan.
Suasana makan mereka seperti biasanya dipenuhi dengan canda tawa, dan setelah makan Mo Shen menatap Zi Yan dan Zi Yun dengan serius sembari berkata.
"Bibi Yun, Zi Yan, sepertinya aku akan melanjutkan lagi perjalananku"
Mendengar pernyataan itu membuat Zi Yan dan Zi Yun shock seketika, pasalnya mereka sudah menganggap Mo Shen sebagai bagian dari keluarga mereka dan mendengar bahwa Mo Shen akan meninggalkan mereka tentu saja membuat keduanya shock.
Yang pertama menenangkan dirinya adalah Zi Yun, ia menghela nafas panjang dan berkata.
"Mo Shen apakah kamu akan segera meninggalkan kami? Setidaknya tunggu dulu beberapa hari lagi"
Walaupun Mo Shen sudah mengatakan bahwa ia akan berkelana nanti minggu depan tapi Zi Yan seketika menangis dan memeluk Mo Shen sembari berkata.
"Tidak!! Aku tidak mau guru meninggalkanku, aku ingin bersama guru selamanya"
"Zi Yan kamu jangan egois begitu, Mo Shen ingin berkelana kembali agar menjadi lebih kuat jadi kamu jangan menjadi penghalangnya"
"Tapi ibu-"
Melihat bahwa muridnya sangat tidak ingin berpisah dengannya membuat Mo Shen sedikit sedih, ia pun menatap Zi Yan dengan lembut sembari berkata.
"Zi Yan kamu tenang saja, ini tidak akan menjadi pertemuan terakhir kita, suatu hari nanti kita pasti akan bertemu dan saat itu juga aki yakin kamu sudah menjadi seseorang yang sangat kuat sehingga kamh dapat melindungi ibumu dan orang yang kamu cintai. Jadi berjanjilah padaku bahwa kamu akan berlatih lebih keras saat sudah pergi nanti"
"Baik guru, aku berjanji akan berlatih lebih kuat sehingga aku dapat membantu guru nantinya"
"Hahaha itu baru muridku, sudahlah jangan menangis lagi nanti cantikmu akan hilang"
__ADS_1
"Hmph, dasar guru penggoda"
Melihat Zi Yan yang keras kepala itu menurut dengan perkataan Mo Shen membuat Zi Yun senang, tapi ia merasa sedih karena Mo Shen orang yang sudah dia anggap sebagai anak sendiri akan meninggalkan dirinya, tapi ia juga mengerti bahwa ini demi kebaikan Mo Shen maka ia tidak akan menahan Mo Shen untuk tinggal.
1 minggu kemudian.....
Kini di gerbang desa terlihat banyak warga desa yang sepertinya sedang mengantarkan kepergian seseorang, mereka semua adalah warga desa XinTing yang saat ini sedang mengantarkan kepergian seseorang yang sangat mereka hormati, yaitu Mo Shen.
Sudah seminggu berlalu dan kini tiba akhirnya untuk Mo Shen melanjutkan lagi perjalanannya. Dalam waktu seminggu itu ia menepati janjinya untuk menghabiskan waktunya bersama Zi Yan dan Zi Yun, ia juga terkadang bersosialisasi dengan warga desa lainnya juga bermain dengan anak-anak desa.
Di pintu gerbang desa terlihat Zi Yan yang sedang memeluk gurunya sambil menangis.
"Guru, jangan pernah guru melupakanku yahh, walaupun nanti kamu akan memiliki murid lain diluar sana jangan membuat kamu melupakanku"
"Tentu saja aku tidak akan melupakanmu, kamu itu adalah muridku yang paling jenius dan juga imut"
"Hehehe mendengar guru mengatakanku imut membuatku sangat senang"
Melihat muridnya yang tidak lagi bersedih membuat Mo Shen senang, ia mengalihkan pandangannya ke arah semua warga desa sembari berkata.
"Terimakasih telah menjagaku dalam tiga tahun ini"
Ucapan Mo Shen terdengar sangat kuat sehingga mencapai semua warga desa, dan Min Chi sebagai kepala desa XinTing langsung maju dan mengatakan sesuatu pada Mo Shen.
"Nak Mo Shen seharusnya kami yang mengucapkan terimakasih, karena kalau bukan karenamu maka tidak tahu apa yang akan terjadi pada kami semua nanti"
"Itu benar tuan Mo Shen, dengan adanya anda disini membuat desa kami aman"
"Juga kamu sudah berbaik hati mengajarkan pemuda-pemudi desa ini untuk berkultivasi, itu saja sudah membuat hutang kami padamu semakin banyak"
"Sesekali mampirlah kesini tuan Mo Shen"
Para warga pun mengucapkan rasa terimakasih mereka satu persatu dan terakhir Zi Yun berjalan mendekati Mo Shen dan mengucapkan sesuatu.
"Jaga dirimu baik-baik, jangan sampai kamj terluka seperti 3 tahun yang lalu"
"Tentu bibi Yun aku akan menjaga diriku dengan baik"
__ADS_1
Setelah perpisahan yang agak mengharukan itu Mo Shen pun segera meninggalkan desa XinTing, dibelakangnya dipenuhi dengan teriakan dari penduduk desa yang mengantarkan kepergiannya. Dengan seringai tipis Mo Shen berkata
"Baiklah sudah saatnya aku menebarkan teror ku pada dunia ini"