
"berburu beast? Apa tidak terlalu terburu-buru Guru?"
Mendengar kalau Mo Shen ingin ia berburu beast di hutan tentu saja membuat Zi Yan agak terkejut, pasalnya baru berjalan setahun sejak Mo Shen melatihnya tapi sekarang Mo Shen ingin dirinya untuk berburu beast.
"Tidak apa-apa Zi Yan, karena dengan kekuatanmu saat ini aku yakin kamu tidak akan kesulitan dalam berburu beast, lagi pula kita hanya akan berburu di tempat yang kekuatan beast nya hanya berada di ranah Pemurnian Tubuh dan untuk menjumpai ranah Pemurnian Jiwa itu kadang"
Apa yang diucapkan oleh Mo Shen itu kebenaran, karena tempat yang akan mereka tujui sekarang ini hanyalah bagian luar hutan yang dimana hanya terdapat beast lemah. Juga karena telah berlatih kultivasi selama 3 bulan ini ranah kultivasi Zi Yan telah naik menjadi ranah Pemurnian Jiwa tingkat 2.
Ranah Zi Yan hanya naik beberapa tingkat saja karena tiga bulan belakangan ini ia tidak terpaku untuk menaikkan ranah kultivasinya, melainkan pemahaman pedangnya dan dilatih langsung oleh Mo Shen sehingga waktu yang dimilikinya untuk menyerap energi Qi hanya sedikit.
Dengan agak bersemangat Zi Yan menatap Mo Shen dan mengatakan.
"Baiklah guru, kalau guru sendiri yang mengatakan aku bisa maka aku akan bekerja keras"
"Itu baru muridku, ayo pergi"
"Baik"
Mereka pun berjalan menuju bagian luar hutan yang terdapat beast nya. Sesampainya di sana Mo Shen segera menyuruh Zi Yan agar menarik keluar pedangnya untuk berjaga-jaga kalau ada beast yang menyerang tiba-tiba. Dan betul saja baru beberapa menit setelah Zi Yan menarik pedangnya seekor beast langsung menerjang ke arah mereka.
Beast tersebut berwujud babi hutan dengan tingginya sekitar 2 meter dan tingkat kultivasinya adalah Pemurnian Tubuh tingkat 7. Dengan kultivasinya yang saat ini Zi Yan dapat dengan mudah untuk mengalahkannya.
Saat jarak babi hutan itu sudah sangat dekat dengan Zi Yan ia segera melompat ke atas dan seketika memenggal kepala babi hutan itu, seketika babi hutan itu tergeletak ditanah tak berdaya dengan kepalanya yang sudah hilang.
Mo Shen pun yang melihat muridnya dengan mudah mengalahkan beast pertama yang dilawannya bertepuk tangan sambil berkata.
"Bagus Zi Yan, dengan ini kamu sudah membunuh beast pertamamu, apakah kamu merasakan sesuatu?"
"Guru, aku merasakan perasaan yang aneh, rasanya seperti aku ingin sekali membunuh beast lagi"
__ADS_1
"Hahahahah bagus bagus, karena kamu ingin lagi maka kita akan terus berburu sampai kamu kelelahan"
"Baik guru"
Mendengarkan perkataan gurunya yang ingin ia berburu lagi membuat mata Zi Yan berbinar-binar, dia terlihat seperti seorang anak yang dibelikan boneka baru oleh orang tuanya.
Kini mereka berdua melanjutkan lagi perburuan dihutan, berkali-kali Zi Yan menjumpai beast yang menghadang tetapi para beast itu dibunuh dengan mudah oleh Zi Yan dikarenakan beast yang menghadang mereka hanya berada di ranah Pemurnian Tubuh.
Setelah 4 jam berburu Mo Shen pun memutuskan untuk mencari tempat buat mereka beristirahat, dan setelah beberapa menit mencari Mo Shen menemukan sebuah danau yang terlihat sangat indah dengan airnya yang jernih. Mereka pun memutuskan untuk beristirahat makan disini dan dengan kegirangan Zi Yan berlari-larian disekitar danau.
"Woahh guru tempat ini sungguh luar biasa dan indah"
"Kamu benar, tak kusangka ada sebuah danau yang seindah ini disini"
"Bagaimana kalau kita langsung makan saja guru? Aku sudah lapar sekali"
"Baiklah, ayo kemari dan duduk"
Setelah puas beristirahat Mo Shen kembali berdiri dan mengajak Zi Yan untuk berburu beast lagi.
"Baiklah waktu istirahat selesai, ayo kita berburu lagi, dan kali ini kita akan masuk sedikit lebih dalam"
"Baik guru"
Kini Mo Shen dan Zi Yan melanjutkan kembali perburuan mereka dengan masuk sedikit lebih dalam dari hutan ini, disaat baru beberapa menit saat mereka masuk lebih dalam dua ekor beast langsung menghadang mereka, kedua beast memiliki bentuk ular dengan panjangnya yang mencapai 15 meter juga mereka memiliki kultivasi ranah Pemurnian Jiwa tingkat 1 yang dimana akan sedikit merepotkan Zi Yan karena kalah jumlah.
Walaupun kalah jumlah Zi Yan tetap optimis bahwa ia akan menang dan dengan penuh semangat ia menerjang menuju ke arah kedua beast itu, keuntungan Zi Yan adalah kelincahannya karena tubuhnya yang masih kecil sehingga ia dapat menghindari semua serangan dari kedua ular itu sambil memberikan serangan balik.
Saat ini Zi Yan masih bertarung dengan kedua ular itu, walaupun serangan dari kedua ular itu berbahaya tapi itu tidak ada gunanya karena Zi Yan dengan lincahnya menghindari semua serangan itu dan membalasnya.
__ADS_1
Kini Zi Yan muncul seketika di sebelah kanan salah satu ular, ia mengayunkan pedangnya yang sudah dilapisi oleh Qi kegelapan itu, walaupun sisik ular itu agar keras tapi dihadapkan dengan artefak tingkat Hitam-tinggi itu pertahanan yang dimiliki oleh beast ular dapat ditembus dengan mudah sekali.
SSSREEKKK
Sebuah luka terukir di badan ular itu dan dengan cepat Zi Yan berpindah tempat dan menyerangnya lagi, Zi Yan terus-menerus menyerang salah satu ular dan karena keasikan memotong salah satu ular sampai ia tidak menyadari rekan dari ular itu akan menyerangnya dari belakang.
Seketika ia terkena serangan dari ular dibelakangnya dan membuat ia terlempar sejauh beberapa meter, ia bangkit kembali dan kini menambah kewaspadaannya dan menyerang kedua ular itu secara bergantian.
Hingga akhirnya ia memenggal kepala salah satu dari ular itu dan disusul dengan memberikan luka dalam di perut ular yang satunya, karena terluka parah di bagian perutnya membuat ular itu menurunkan kewaspadaannya dan Zi Yan memanfaatkan hal itu dengan langsung memenggal kepala dari ular itu.
Pertarungan pun berakhir dan dimenangkan oleh Zi Yan yang sudah agak kelelahan, Mo Shen pun menyodorkan sebuah kantong kulit yang berisi air dan Zi Yan langsung meminumnya.
"Pertarungan yang bagus muridku"
"Terimakasih guru"
"Baiklah sepertinya kamu masih bisa melanjutkannya lagi, jadi apa kamu masih ingin berburu?"
"Tentu saja guru"
"Baiklah kalau begitu"
Setelah itu mereka kembali berburu lagi dan sudah berjalan selama 4 jam mereka berburu, setiap buruan yang dibunuh olehnya akan langsung disimpan agar nanti bisa dijual kepada pedagang yang sering melewati dan singgah di desa mereka.
Walaupun agak terpencil desa mereka sering disinggahi oleh beberapa pedagang karena desa mereka menjadi jalur ama untuk berdagang antar kota dan juga kebanyakan penduduk berprofesi sebagai nelayan sehingga membuat desa mereka dapat menyuplai kebutuhan laut untuk kota-kota disekitarnya.
Karena sudah 4 jam berburu Mo Shen pun memutuskan untuk pulang, dan diperjalanan pulang mereka berdua bertemu dengan seekor beast yang sepertinya sedang tertidur.
Melihat beast tersebut membuat Mo Shen sedikit terkejut dan bergumam.
__ADS_1
"Singa api!"