
Di malam harinya dimana harusnya semua orang tidur, kini Qin Lu Yan mengendap-endap disekolah.
Jika ia masih ingin bersekolah, masih ingin mendapatkan beasiswa maka satu-satunya cara adalah mencuri soal ujian itu kalau tidak gadis jahat itu akan mengusirnya dari sekolah.
Qin Lu Yan menghafal semua sudut sekolah, ia juga tahu dimana jalan pintas, pintu dan jalan yang rusak hingga ia bisa mencapai Ruang guru.
Dengan hati-hati Qin Lu Yan memeriksa satu persatu soal ujian dan kemudian menemukan soal ujian besok.
"Akhirnya." Ucapnya pelan dan mengambil soal itu ke pelukannya.
Namun saat ia berbalik pergi, tepukan tangan terdengar diikuti dengan menyalanya lampu di seluruh sekolah.
"Bagus, Bagus. Lu Yan ternyata nilai kamu yang sempurna itu kamu dapatkan dengan cara curang."
Pintu terbuka dan menampakkan seorang guru yang menatap kecewa pada Lu Yan.
Lu Yan gugup dan menggeleng pelan, saat ia akan memberi penjelasan tiba-tiba Bing Yi dan teman-temannya ada dibelakang Guru itu sambil menatap nya dengan penuh ejekan.
Kini bahkan pembelaan diri pun tidak akan berguna, dia bahkan tidak punya untuk membuktikan bahwa Bing Yi yang telah menyuruhnya.
"Maaf." Ucap Qin Lu Yan lalu berlutut, "Maafkan aku bu. Aku janji tidak akan melakukannya."
"Maaf? Baik, maka katakan berapa kali kau melakukan ini?."
"Hanya ini. Aku tidak pernah melakukannya, hanya ini saja." Jawab Lu Yan jujur.
Namun guru itu tak percaya dan menggelengkan kepala nya, "Beasiswa kamu akan dicabut. Jika kamu masih ingin sekolah silahkan, namun kau harus membayarnya. Jika tidak pintar maka jangan curang."
"Tidak bu, aku mohon jangan." Lu Yan berlutut memohon, namun guru itu bahkan tak ingin memandang nya, "Ouh satu lagi, jika kau masih tak tau malu ingin sekolah maka kau juga harus mendapat hukuman. Mengerti?."
Setelah berkata seperti itu, guru itu berbalik pergi meninggalkan Qin Lu Yan yang sedang cemas.
"Hahahaha kau lihat akibat dari tidak menuruti kami? Kau tau karena kau miskin dan cantik makanya kau mendapatkan semua ini. Siapa suruh kau memiliki kecantikan terkutuk itu." Ucap Bing Yi lalu meludah di wajah Qin Lu Yan, "Namun jika kau mau menjilat sepatuku mungkin aku bisa mengubah pikiran Guru."
"Hei Lu Yan, kau mau atau tidak? Bing Yi sudah berbaik hati padamu." Ucap Jia Wei, temannya.
Sambil mengepalkan tangan, Lu Yan menundukkan kepala hendak menjilat sepatu Bing Yi namun Bing Yi malah menendang wajah Lu Yan lalu tertawa, "Hahaha kau harap aku akan membantumu? Bermimpi saja."
__ADS_1
"Lu Yan kau tau kau sekarang mirip dengan hewan peliharaan ku." Ucap Wan Mei mengejek.
Setelah puas mengerjai Lu Yan mereka meninggalkan Lu Yan begitu saja.
Lu yan hanya bisa diam, dia tak bisa melawan karena dia miskin dan tidak punya dukungan, yang ia andalkan hanya belajar dan terus bekerja keras.
Dia juga bukan seorang jenius, dia bahkan hampir tidak pernah tidur untuk mempertahankan beasiswa nya.
Dia juga harus bekerja untuk mendapatkan uang dan juga makan.
Kehidupannya bahkan tidak ada sedikit kebahagiaan, namun kenapa?
Kenapa dia harua menderita sedemikian rupa?
Tak apa tak ada kebahagiaan, namun kenapa harus dipenuhi luka?
Kenapa tuhan tak adil pada nya?
Qin Lu Yan menunduk dalam, dia bahkan tak bisa menangis lagi sekarang.
Karena bahkan air mata nya sudah habis menangisi seluruh kehidupan sedihnya.
Ia hanya duduk didepan rumah nya sambil memeluk kakinya, dia tertidur hingga pagi menjelang.
Matanya mengerjap beberapa kali, ia sedikit mengintip kedalam melalui jendela.
Orang tua angkat nya belum bangun, tapi ia juga tidak bisa masuk kedalam rumah.
"KAU ******-"
Qin Lu Yan menoleh, ia membulatkan matanya melihat Bing Yi dan teman-temannya yang datang dengan wajah marah.
Segera saja ia bangkit berdiri dan berlari.
Qin Lu Yan terus berlari tanpa tujuan,
Rambut dan bajunya berantakan dan wajahnya tampak kuyu.
__ADS_1
Dia tidak tau apa salahnya kali ini, namun wajah mereka sudah menyiratkan niat mereka.
Memukuli Lu Yan, pasti.
"LU YAN-"
Lu Yan tersadar, ternyata Bing Yi sudah berada didepannya.
Ia akan berbalik namun terlambat, Jia Wei dan Wan Mei ada dibelakangnya.
"Lu Yan, apa kau yang telah menyebarkan foto-foto kami saat merundung mu?." tanya Bing Yi.
Qin Lu Yan diam tak menjawab, membuat rambutnya dijambak, "Kalau ditanya jawab T*l*l."
Qin Lu Yan menggeleng, dia bahkan tak punya hp.
Dengan apa dia memfoto mereka.
"Dasar pembohong, kau bahkan lari dari kami." Ucap gadis dengan poni yang bernama Jia Wei.
"Aku tidak berbohong." Ucap Qin Lu Yan pelan.
Namun jawaban itu malah membuat mereka semakin marah dan menendang Qin Lu Yan.
Qin Lu Yan terjatuh, ia kemudian bangkit berdiri dengan pelan dan segera berlari.
Tapi kakinya terluka akibat tendangan mereka, sehingga ia tidak bisa lari dengan cepat.
Ia menoleh kebelakang karena merasa bahwa Bing Yi dan yang lainnya tampak tak mengejarnya.
Namun ketika ia menoleh Bing Yi sudah berada dibelakangnya sambil berjalan dan tersenyum mengejek.
"Lari saja, dasar pincang."
"Hahahaha lihat bahkan berlari saja tak bisa."
Qin Lu Yan kemudian melihat sebuah mobil yang berhenti dan memukul-mukul kacanya meminta untuk dibukakan, "Tolong, Tolong aku. Aku Mohon."
__ADS_1
"AKU MOHON, TOLONG AKU."