
"Tuan muda, satu buah pistol dan beberapa peluru hilang. Sepertinya seseorang mengambilnya saat mereka meletakkan barang itu tepi bukit." Zhang Wei Yuan memutar bola mata nya malas, seseorang berani-berani nya mencuri barang miliknya.
"Cari pencuri itu, jangan sampai dia lolos. Satu lagi jangan menyelundupkan barang? Uang ku tidak akan habis hanya karena membayar pajak." Ucap Zhang Wei Yuan pada sekretarisnya.
"Baik tuan muda. Kalau begitu saya..."
"Tunggu Sekretaris Gao, Bagaimana dengan gadis yang ku selamatkan saat itu?." tanya Zhang Wei Yuan.
"Setelah tuan selamatkan dan dibawa ke rumah sakit ia kabur." Lapor Sekretaris Gao.
"Lalu bagaimana keadaan nya sekarang?." tanya Wei Yuan lagi.
Sekretaris Gao menunduk diam kemudian menjawab, "Untuk hal itu kami tidak dapat menemukannya. Terakhir kali seseorang melihat nya di Toko emas milik tuan. Dan sepertinya ada orang lain juga yang mengawasinya."
"Orang lain? Itu pasti keluarga Qin."
"Keluarga Qin? Tuan apa hubungan dia dengan keluarga Qin?." Tanya Sekretaris Gao.
"Kau kira aku menyelamatkannya secara cuma-cuma? Jika bukan karena aku melihat Gelang keluarga Qin, aku juga tidak akan menolongnya." ucap Zhang Wei Yuan kemudian melanjutkan, "Cari tau apa yang dia lakukan di toko emas itu."
"Baik Tuan."
_&_&_
Qin Lu Yan menghitung uang nya dengan cermat, 760.000 yuan. Namun itu masih sedikit Apartemen yang ingin beli berharga lebih dari 1 juta yuan.
Jadi hari ini dia akan pergi menjual emasnya lagi, lalu membeli Apartemen.
Qin Lu Yan keluar dari hotel dan berjalan dengan riang, sesekali dipertengahan jalan ia akan berbelok tiba-tiba dan mengambil jalan buntu.
Ia akan memanjat dinding pembatas itu lalu berjalan santai lagi.
Mungkin itu akan jadi kebiasaan nya setelah beberapa hari diikuti oleh seseorang.
Ah mungkin bukan hanya seseorang tapi beberapa orang.
Namun ini menyenangkan, melihat raut wajah kesal mereka ketika sudah mendapatkan nya dan kehilangan nya lagi.
Tapi kemudian didepan Qin Lu Yan sebuah mobil hitam besar tiba-tiba berhenti didepannya.
Diikuti oleh beberapa mobil lainnya. Setelah itu keluar sekitar puluhan orang dengan setelan hitam dan mengelilingi sekitar Qin Lu Yan.
"Apa ini?." Ucap Qin Lu Yan dengan nada tak percaya.
__ADS_1
Tiba-tiba Qin Yi Feng keluar dari mobil dan menatap Lu Yan dengan datar, "Kau Qin Lu Yan?."
Qin Lu Yan mengangguk, ia yang awalnya terkejut setelah melihat pria itu menjadi sedikit santai.
"Masuk kedalam mobil." perintah Yi Feng.
Qin Lu Yan melirik mobil itu dan menggeleng, "Aku ada urusan lain. Jadi aku tak bi.."
"Masuk kedalam mobil." ucap Yi Feng lagi tak ingin tau urusan Qin Lu Yan.
Lu Yan menatap sekitarnya, dia bisa saja kabur namun untuk bertarung dengan mereka tanpa alasan yang jelas, Lu Yan malas melakukannya.
"Kau tidak akan melakukan sesuatu yang buruk kan?." Tanya Qin Lu Yan, jika dia ingin melakukan hal buruk maka ia akan membunuh rasa malasnya. Namun jika tidak, Lu Yan akan mengikutinya secara sukarela.
Qin Yi Feng membuka pintu mobil untuk Lu Yan dan mempersilahkan nya masuk, "Tidak akan berbuat buruk padamu."
"Baiklah." Ucap Qin Lu Yan masuk kedalam mobil Yi Feng.
Mobil perlahan berjalan, namun Lu Yan sama sekali tak berniat bertanya mereka akan kemana.
Ia malah terus menatap wajah Qin Yi Feng. Wajah Pria di samping nya itu mirip sekali dengan Putra mahkota, bahkan ekspresi wajah mereka juga tidak jauh berbeda.
Hal ini pula yang menjadi salah satu alasan kenapa Qin Lu Yan mau mengikutinya.
"Kenapa kau terus menatapku?." Tanya Qin Yi Feng yang tak tahan ditatap terus menerus oleh Lu Yan.
"Wajahmu itu mirip sekali dengan orang yang kukenal, bahkan sikapmu juga mirip." Ucap Qin Lu Yan pada akhirnya, mereka begitu mirip seperti Qin Lu Yan modern dengan dirinya.
Lalu apa jangan-jangan pria didepannya itu Qin Feng Xi? Atau kakak nya di masa depan juga?
"Kau, apa kau kakakku?." Tanya Qin Lu Yan.
"Apa kau berharap aku kakakmu?." Tanya Qin Yi Feng balik.
Qin Lu Yan bernafas lega, syukurlah jika dia bukan kakaknya. Kakak pertamanya begitu kejam padanya, dan sudah cukup Lu Yan memiliki Kakak seperti itu di masa lalu.
"Ku dengar kau orang yang pemalu dan juga penakut, namun sepertinya sekarang tidak." Ucap Qin Yi Feng.
"Untuk seseorang yang kembali dari kematian apa lagi yang ditakuti?." Ucap Qin Lu Yan.
Apa yang perlu ditakuti? Tidak ada. Karena bahkan dia bukan Qin Lu Yan yang asli.
"Kita sudah sampai. Ikuti aku" Ucap Qin Yi Feng kemudian turun dari mobilnya diikuti Qin Lu Yan.
__ADS_1
.....
"Apa yang ingin kau lakukan?." Tanya Qin Lu Yan ketika mereka memasuki sebuah rumah.
"Kau tunggu disini, ada orang yang ingin menemui mu." Ucap Qin Yi Feng mempersilahkan Lu Yan duduk kemudian menyuruh seseorang membawakan minuman untuk mereka.
"Jujur aku semakin penasaran, siapa yang ingin bertemu? Tuan tak bisakah kau katakan sekarang? Aku juga punya urusan lain." Ucap Qin Lu Yan yang menjadi kesal.
Ia membawa nya ke sebuah tempat yang lumayan jauh dari hotelnya, namun dilihat-lihat rumah nya begitu bagus dan dia terlihat seperti seorang pemimpin.
Ah dia semakin mirip dengan Kakaknya itu.
"Qin Lu Yan, diadopsi saat masih bayi. Menempuh pendidikan dengan mengandalkan beasiswa hingga akhirnya dikeluarkan karena mencuri soal ujian. Lalu karena putus asa kau bunuh diri, benar kan?".
Lu Yan mengernyitkan dahinya, kenapa dia tau tentang Qin Lu Yan dan kenapa dia mencari tau.
"Apa yang ingin kau lakukan sebenarnya?."
"Kau bertanya apa aku kakakmu bukan? Jawabannya iya." Ucap Qin Yi Feng membuat Qin Lu Yan tak percaya, tidak mungkin.
Tidak mungkin dia menjadi kakak nya lagi. Aishh kenapa dia harus bertanya seperti itu tadi?.
"Ada apa kau terkejut atau senang?." Tanya Qin Yi Feng dengan nada mengejek, "Dengan pertanyaan mu tadi jelas kau mungkin sudah tau bahwa kau adalah Putri keluarga Qin dan kau juga telah menyelidiki tentang itu. Menyadari kau Putri keluarga kaya, kau pasti ingin kembali kan?."
Putri Keluarga kaya?
Qin Lu Yan, dia punya keluarga?
Namun bukankah sekarang sudah terlambat?
Qin Lu Yan yang asli sudah menghilang dan yang ada hanya Putri Qin Lu Yan.
Mereka benar-benar terlambat menemukannya?
Dia adalah Putri Qin Lu Yan dan dia juga tak ingin ke keluarga Kaya itu karena kemungkinan hidup nya akan diatur lagi.
"Bagaimana kau bisa begitu percaya bahwa aku adalah Putri keluarga Qin Yang hilang?." Tanya Lu Yan berusaha menyangkal bahwa dia adalah adiknya dan bagian dari Keluarga Qin juga.
"Kau berpura-pura?."
"Tidak. Tadi aku bertanya seperti itu karena kau seperti Kakak yang ada dalam mimpiku, tidak lebih." Ucap Qin Lu Yan setengah bohong.
"Mimpi? Alasanmu begitu tidak masuk akal."
__ADS_1
"Jangan mengatakan omong kosong, katakan saja bagaimana kau bisa percaya bahwa Aku adikmu?."