
Yi Heng menatap wanita yang berambut coklat didepannya dengan nanar, sesekali ia akan menghela nafas pelan.
"Kau tidak pulang?."
Seorang Pria tampan datang dengan membawa banyak bunga mawar lalu meletakkannya di samping wanita itu.
"Ibuku, dia tidak apa-apa kan?." Tanya Yi Heng pelan.
"Kau tenang saja. Ibumu adalah orang yang kuat."
Yi Heng mengacak rambutnya kesal, "Kenapa dia begitu bodoh mau menjadi tameng pria si*l*n itu?."
"Yi Heng, kau tidak bisa mengatai ibumu seperti itu. Justru karena dia melakukan itu Xiao Jun mau melepaskannya, obsesi nya telah melukai orang yang ia cintai hingga hampir meninggal. Jadi dia pasti akan menjauh sekarang." Ucap nya ia kemudian melanjutkan dengan raut wajah bersalah.
"Adik mu, dia baik-baik saja kan?."
"Yah, dia sangat baik hingga aku tidak bisa melakukan apapun untuk nya." Yi Heng mengingat saat pertama kali ia melihat Lu Yan, dia pikir dia mungkin bisa menjadi orang yang melindungi Lu Yan.
Namun tidak hanya tegas, adiknya juga sangat mandiri.
"Ouh iya Keluarga Qin, bagaimana kau akan mengurusnya?."
Pria itu terdiam dengan mata berkilat tajam, "Karena Xie Yun sudah disini maka kita bisa menghancurkan mereka perlahan. Perlahan-lahan membuat mereka jatuh ke lubang kegelapan."
"Tapi itu bukan ide yang bagus." Ucap Yi Heng.
"Maksudmu?."
"Maksudku daripada menghancurkan bukankah lebih baik memanfaatkan? Toh Yi Feng juga bukannya orang yang suci, hanya karena marga nya Qin dia tidak akan setia pada Keluarga Qin. Hanya saja..." Yi Heng menatap Pria itu lalu menggeleng, "Dia sangat membencimu."
"Tuan, ada berita besar." Ucap seorang pria berkacamata yang masuk dengan nafas tersengal-sengal.
"Berita apa?."
"Keluarga Qin, Zhang dan Xiao diserang."
Yi Heng mengernyitkan dahinya, "Orang bodoh mana yang berani menyerang tiga keluarga besar itu?."
"Dari pengamatan ku seseorang menyewa jasa dari Zhele Guild untuk mengacaukan tiga keluarga itu."
Pria paruh baya yang tampan itu tertawa kecil, "Ling Yi yang selalu berhati-hati dalam memilih misi sekarang cukup berani. Aku pikir orang yang menyewa nya bukan orang biasa."
..._&_&_...
Keluarga QIN
__ADS_1
Ditengah malam dimana semua harusnya tidur, Keluarga Qin harus meringkuk bersembunyi karena takut akan keributan yang tiba-tiba terjadi di depan rumah mereka.
"Hentikan mereka semua." Suruh Lao Qin pada penjaga di rumahnya yang berada di ruangan yang sama setelah melapor.
Namun penjaga yang hanya dua orang itu tentu saja tak berani melawan puluhan orang yang kini merusak pagar dan halaman depan rumah.
"Qin Xiao kau sudah menghubungi Yi Feng?."
Qin Xiao yang sedang menelfon menggelengkan kepala pada Kakeknya, "Kakak pertama tidak menjawab, dia mungkin sibuk."
"Aku akan menghubungi Yi Heng." Ucap Lian Feng, namun berapa kalipun menghubungi Yi heng sama sekali tak mengangkatnya.
"Anak itu benar-benar mengabaikan ku." Ucapnya kemudian menghela nafas pelan, "Kakek sudah hubungi polisi kan?."
"Aku sudah menghubungi temanku, dia bilang akan mengirimkan orang tapi tampaknya tidak ada yang sampai." Ucap Lao Qin melihat keluar jendela.
Lian Feng juga ikut melihat keluar jendela, orang-orang itu tidak sampai masuk kedalam rumah. Mereka bahkan tidak menginjakkan kaki di lantai rumah ini.
Namun cara mereka menghancurkan tanaman dan pagar benar-benar mengerikan. Belum lagi ketika mereka berteriak.
"Itu-" Lian Feng menyipitkan matanya mencoba fokus melihat kesatu orang.
"Lian Feng, ada apa?." Tanya Lao Qin.
"Kakek, apa kakek membuat masalah pada Lu Yan?." Tanya Lian Feng.
"Lian Feng apa maksudmu?."
"Iya, Kakak kedua kenapa kau menyebut nama anak itu?." Ucap Qin Xiao yang kini berada di samping Lian Feng.
"Jawab saja, apa Kakek membuat Lu Yan kesal atau marah?." Lao Qin mengerutkan alisnya dan menebak, "Apa anak itu yang melakukannya?."
"Tapi tidak mungkin kan dia bisa menyewa banyak orang ini. Darimana dia mendapat ua-"
"Kau lupa bahwa dia punya Kakek Xie." Potong Lian Feng.
"Lao Xie itu tidak bisa mengajari cucunya tapi bahkan membantunya menjadi pembuat onar." Lao Qin mengepalkan tangannya marah dan berbalik, "Karena itu dia ayo keluar dan lihat seberapa berani dia."
"Dasar anak tak tahu diri!!." Ucap Lao Qin dengan penuh amarah.
"Qin Xiao apa yang sebenarnya kakek lakukan?". Tanya Lian Feng berbisik pada Qin Xiao.
Wajah Qin Xiao memerah, mengingat penolakan Wei Yuan terhadapnya benar-benar membuat hatinya sakit.
Ditambah alasannya adalah Lu Yan.
__ADS_1
Ini benar-benar tak bisa diterima.
"Kakak kedua, diantara aku dan Lu Yan siapa yang kau pilih?."
Lian Feng terdiam, dia tak bisa begitu saja menjawabnya.
"Aku paham." Ucap Qin Xiao dengan muram, "Darah memang lebih kental dari air. Aku yang orang luar harusnya tau diri."
Keluarganya Zhang
"Tuan, kau akan membiarkannya begitu saja?." Tanya Sekretaris Gao dengan kesal.
Mereka semua sangat ribut membuat dia tidak bisa bekerja. Tapi tuannya yang tidak suka keributan tidak hanya membiarkan mereka dia juga sama sekali tidak marah dan bahkan sudut bibirnya terangkat membuat senyuman kecil.
"Tuan, apa kau gila?."
Sekretaris Gao mendapat tatapan tajam dari Wei Yuan, membuat nyalinya seketika.
"Gao Fan, ku lihat sekarang kau semakin berani. Apa aku harus memindahkan mu ketempat terpencil."
"Itu tidak perlu tuan. Aku akan diam."
Zhang Wei Yuan menatap lagi keluar, mendengar berita tentang beberapa orang yang membuat keonaran di kantor-kantor kecil milik Xiao Kai dirinya tau bahwa itu hanya ulah satu orang.
Qin Lu Yan.
Belum lagi ucapan Ling Yi itu membuatnya langsung menyadari bahwa Qin Lu Yan benar-benar bukan orang bisa di ganggu walau hanya sedikit.
Dia bukan orang baik tapi juga bukan orang jahat.
Tiap kali melihatnya Zhang Wei Yuan tak dapat menebak apa yang dipikirkannya, belum lagi uang dan harta yang ia dapatkan tidak tau darimana.
Semakin dia menggali Lu Yan, semakin dia hanya tenggelam dalam kebingungan.
Sebenarnya siapa dia?
..._&_&_...
"Hacchim, Hacchim, Hacchim." Lu Yan yang sedang bersiap untuk tidur bersin selama beberapa kali.
Pasti ada yang sedang membicarakannya. Yah, dia juga tidak menutupi perbuatannya kecuali untuk Xiao Kai.
Dia membuat Xiao Kai menyalahkan Wei Yuan, karena saat ini dirinya belum sanggup melawan Xiao Kai.
"Ahhh Wei Yuan, aku akan membalas budi nanti."
__ADS_1
Mata Lu Yan perlahan menutup, dia sangat lelah belum lagi rencana yang sudah ia rancang semuanya hanya berakhir sia-sia.
Yah walau akhirnya dia mendapat sesuatu yang cukup berguna tadi.