Rose Life : Kehidupan Setelah Keputusasaan

Rose Life : Kehidupan Setelah Keputusasaan
Karena pacarku


__ADS_3

Lu Yan keluar dari mobil Wei Yuan dengan perasaan jengkel.


Ia mungkin datang lebih cepat dari yang dijadwalkan namun tetap saja beberapa orang sudah tampak berlalu lalang.


"Hei Lu Yan tumben kau cepat datang." Ucap Yan Jun kemudian ia menatap pakaian Lu Yan, "Dan juga kenapa kau pakai pakaian ini?."


"Aku baru dari suatu tempat, Hao ran akan membawakan pakaian ku nanti." Ucap Lu Yan yang kemudian menunjuk ke depan , "Nah itu dia."


"Lu Yan ini seragam mu." Hao ran menyerahkan seragam dan diterima dengan cepat oleh Lu Yan.


"Hao ran kau benar-benar tinggal di rumah Lu Yan?." Tanya Yan Jun tak percaya.


"Em tadi pagi A'ming menjemput ku." Jawab Hao ran.


Yan Jun merengut kesal menatap keduanya, "Awas saja kalau kalian berdua berpacaran."


Lu Yan menutup mulutnya menahan tawa, "Pacar? Ei Yan Jun kau tidak mungkin cemburu bukan? Lagipula aku juga sudah punya pacar."


Hao ran dan Yan Jun terdiam dan saling menatap.


"Aku akan berganti baju dulu, bye...bye."


Lu Yan pergi ke toilet untuk berganti baju, setelah selesai berganti dengan cepat ia akan keluar namun ia langsung menutup kembali bilik toilet ketika ada seseorang menyebut namanya dan masuk kedalam toilet.


"Kau juga lihat bukan bagaimana penampilannya tadi?."


"Em, dia tidak ke sekolah dan tampak dari menemui sugar daddy maybe--?."


Lu Yan menatap bajunya yang ia gunakan sebelum nya dan memiringkan kepalanya, baju ini bahkan tidak seksi sama sekali. Sugar daddy apanya mereka hanya mengada-ada.


"Bukankah mencurigakan bahwa dia juara 2 dalam kompetisi? Padahal nilai tes nya saja sangat jelek."


"Hei kau sudah dengar bahwa dia pernah ketahuan mencuri kertas soal." ucap salah seorang dengan suara memelan.


"Kau juga pernah mendengar hal itu?." balas nya kaget.


"J*l*ng itu."


Lu Yan menghela nafas kesal, ia membuka pintu dengan kasar dan mengagetkan kedua orang itu.


Lu Yan berjalan ke samping mereka dan mencuci tangan dengan pelan, "Siapa yang kau sebut j*l*ng?."


"Tidak...tidak." Kedua orang itu akan pergi keluar, namun Lu Yan menahan tangan salah satu gadis itu, "Kukatakan padamu, jika kau berani berkata buruk lagi tentangku aku akan patahkan lidahmu."


Lu Yan melepaskan tangannya dan tersenyum puas. Sedari dulu siapa yang berani bicara buruk tentangnya?.

__ADS_1


"Bos... Akhirnya aku menemukanmu." Ouyang Hong muncul di depan toilet dengan nafas tersengal-sengal, ia terlihat lelah namun tetap tersenyum.


Lu Yan menaikkan alisnya dan keluar dari toilet, "Ada apa?."


"Itu bos besok akan diadakan pertandingan besar-besaran, hadiahnya untuk juara pertamanya 1 juta yuan." Ucap Ouyang Hong.


"Lalu?."


"Para mafia dan orang-orang penting juga datang." Tambah Ouyang Hong lagi.


"Lalu?."


"Bosssss." Ouyang Hong menghentikan langkah dan merengek, bosnya sama sekali tidak peduli padanya.


Lu Yan menghela nafas pelan dan berbalik menatap Ouyang Hong, "Kau ingin aku ikut?."


Ouyang Hong mengangguk.


"Tidak." Tolak Lu Yan.


"Bos ayolah terakhir kali saja, jika kau ikut dan memenangkannya maka kau dapat naik level." Bujuk Ouyang Hong lagi.


"Naik level?."


Ouyang Hong mengangguk, "Jika kau menang, kau bisa mendapat bantuan dari perkumpulan itu."


Namun dia sedikit tak percaya diri karena jarang berolahraga.


"Bos aku juga sudah bertaruh." Ouyang Hong memegang tangan Lu Yan dan mengayunkannya, "Lagi pula banyak dari mereka yang meremehkan dan menjelek-jelekkan mu. Bos layani saja mereka... Ya..ya.."


Lu Yan melepaskan tangan Ouyang Hong dan mengangguk, "Baiklah. Tapi kenapa kau tidak membicarakannya di rumah saja."


"Aiyaa bos, aku tidak punya banyak waktu ah pertandingannya besok pagi. A'ming dan Hong Li juga akan ikut." Ucap Ouyang Hong yang kemudian memeriksa ponselnya yang berbunyi.


"Perlengkapan cafe akan datang, bos aku pergi dulu. Bye...bye."


Lu Yan memutar matanya, dan terdiam sejenak, "Apakah tidak ada waktu untukku bersantai." Keluh Lu Yan dengan bibir mencebik.


_&_&_


"Lu Yan nilai mu kali ini cukup bagus." Puji Guru Lin.


Lu Yan mengangguk, ia telah bekerja keras. Jika tidak ada peningkatan sama sekali bukankah ia bodoh?


Lu Yan sama sekali tidak bodoh, ia hanya kurang berusaha sebelumnya.

__ADS_1


"Baiklah, kalian bisa istirahat sekarang. Pelajar akan di lanjutkan 15 menit lagi." Guru Lin keluar.


Dan Lu Yan segera bangkit dari duduk nya, ia mulai meregangkan otot-ototnya.


"Lu Yan kenapa kau berolahraga?."


Lu Yan berhenti sejenak dan menundukkan kepala, dia beberapa hari ini tidak berolahraga.


Jika tiba-tiba besok bertanding, ia pastikan tubuhnya akan remuk.


"Ayo kita ke kantin." Ucap Lu Yan dan mulai berjalan dengan malas.


Sampai di kantin pun ia tidak bersemangat, ia memikirkan pertandingan besok.


Terlalu tiba-tiba dan dia tidak punya persiapan sekarang.


Jadi subuh pagi dia harus berlatih sebentar. Kekuatannya ini tidak di dapatkan secara cuma-cuma.


Dia berlatih keras, siang dan malam. Bahkan untuk menjadi jenderal yang di takuti ia harus latihan 2 kali eh bukan 100 kali lebih berat dari orang lain.


Lu Yan menghela nafas pelan, jika diingat kehidupan sebelumnya begitu menantang dan sangat sulit.


"Lu Yan kenapa?." Tanya Yan Jun.


Lu Yan menggeleng pelan lalu menatap Hao ran, "Hao ran lusa kau mau ikut denganku ke kota C?."


Hao ran menaikkan alisnya, "Untuk apa?."


"Aku sudah berjanji pada seseorang untuk ke sana." jawab Lu Yan.


"Ini pasti pesta Putri bungsu keluarga Qin bukan?." Tebak Yan Jun dan di angguki oleh Lu Yan, "Kau tau?."


Yan Jun memegang dagunya dan menatap Lu Yan, "Sejak aku mengantarmu, aku sudah curiga bahwa kau adalah Putri keluarga Qin yang hilang."


"Bagaimana bisa?."


"Tiba-tiba saja kau menjadi kaya dan percaya diri, belum lagi aku pernah melihat Qin Yi Heng disekolah ouh satu lagi berita tentang putri asli yang hilang yang akan muncul di pesta putri palsu." Jelas Yan Jun.


"Putri asli? Putri Palsu?." Lu Yan tersenyum miring, di sini pun ada hal semacam itu?.


Yan Jun mengangguk kemudian ia mendekatkan dirinya pada Lu Yan, "Lu Yan kau jangan kalah dengannya, kudengar dia itu wanita lembut dengan banyak prestasi. Dia juga sangat disayangi di keluarga Qin."


"Aku tidak membutuhkan keluarga Qin." Ucap Lu Yan kemudian ia bertanya pada Yan Jun, "Apa menurutmu semua yang ku punya karena aku Putri Keluarga Qin?."


"Memang nya tidak."

__ADS_1


"Tidak. Semua ini karena pacarku kaya. Aih Mereka bahkan tidak memberiku cukup uang." Ucap Lu Yan.


__ADS_2