
Lu Yan mendengus pelan dan mendekati pria besar itu lalu mengangkat tubuh nya hendak membanting.
Sontak saja pria lainnya membuka mulut terkejut dan pria besar itu memohon untuk tidak dibanting.
Beberapa orang yang memasuki toko tampak menahan tawa ketika pria besar itu diangkat oleh gadis kecil.
Memalukan!
Sungguh hal memalukan bagi pria besar itu!.
"Baik-baik kau bisa menggantikan nya."
Qin Lu Yan tersenyum dan menurunkan pria besar itu dengan pelan, "Sebaiknya kau mengatakan hal itu dari tadi jadi aku tidak perlu membuang tenagaku."
"Tapi aku tidak bisa masuk kedalam dengan baju seperti ini." Ucap Lu Yan kesal.
"Aku akan mengambilkan baju ku." Tawar pria yang sedari tadi bersama mereka.
Qin Lu Yan berpikir sejenak, ia akan memakai pakaian bekas orang lain ditambah orang lain itu juga seorang pria.
1 menit, 5 menit hampir 10 menit berlalu namun Qin Lu Yan masih menimbang-nimbang hal itu.
"Bagaimana?."
Pertanyaan itu membuyarkan lamunan Qin Lu Yan, "Tak ada pilihan lagi, bawakan baju dan juga sesuatu untuk menutupi rambutku."
"Baik." Pria itu mengangguk dan akan segera pergi namun langkah dihentikan oleh Qin Lu Yan,
"Bawakan juga aku makanan."
"Uangnya?."
"Aku akan menggantinya nanti, pakai saja uang mu dulu." Ucap Qin Lu Yan yang yakin bahwa dia akan memenangkan pertandingan.
"Baik."
....
Qin Lu Yan makan dengan lahap setelah mengganti pakaian nya, ia makan sambil menonton pertarungan tinju ketiga.
Setelah selesai makan dengan waktu yang cepat, Qin Lu Yan melakukan pemanasan, lima belas menit lagi giliran nya untuk bertanding.
Dan selama waktu itu Qin Lu Yan terus mengamati gerakan-gerakan tinju itu.
"Peserta ke tujuh, kita sambut LY."
Mereka semua bertepuk tangan namun ketika melihat tubuh Qin Lu Yan yang kecil dan kurus mereka menahan tepukan tangan itu dan mulai menertawainya.
"Peserta ke delapan, A'ming."
Seorang pria kekar memasuki Arena, suara tepukan tangan terdengar keras berbanding terbalik dengan yang didapatkan Qin Lu Yan.
Mereka berdua saling berhadapan di ring tinju, sorakan turun pun mulai terdengar.
"Turun... Turun... Turun."
"Pria kecil, kau benar-benar akan bertarung denganku?."
Lu Yan menggeleng, "Aku tidak akan bertarung tapi langsung mengalahkan mu."
Pertandingan dimulai!!!
"Kau mulai saja, aku akan berbesar hati pada pria kurus sepertimu."
"Baik, kau terlalu meremehkan ku."
Ucap Qin Lu Yan lalu memukul wajah A'ming dengan cepat dan kuat hingga A'ming terkejut.
"Pukulan mu lumayan juga." A'ming menatap tajam Qin Lu Yan, pukulan itu bukan lumayan sakit tapi sangat sakit ia bahkan merasa bahwa rahangnya akan patah.
Merasakan satu pukulan darinya, A'ming tidak bertindak gegabah lagi dan mulai waspada.
"Jangan berbaik hati padaku, karena bahkan aku tidak akan berbaik hati pada lawan ku."
__ADS_1
_&_&_
Dilain tempat di rumah sakit dimana Qin Lu Yan sebelumnya dirawat, seorang Kakek tua dan Pria dewasa menatap layar CCTV yang menampilkan Qin Lu Yan.
"Dia anaknya. Kau bisa mencari informasi tentangnya?." Tanya Kakek tua itu.
Pria dewasa itu mengangguk, "Tentu, Kakek juga sudah mengambil sampel rambut nya juga kan?."
"Aku sudah membawanya untuk di tes DNA. Kita hanya perlu tunggu kabar selanjutnya dan kau juga harus mencari tau keberadaan anak itu Yi Feng."
Pria itu menggeleng pelan dan menatap kasihan pada gambar Qin Lu Yan, "Hidupnya pasti sangat berat hingga ia hampir melakukan bunuh diri.".
"Bunuh diri?." Yi Feng tersenyum mengejek, "Sepertinya dia anak yang lemah. Kakek yakin ingin membawa nya kembali ke keluarga?."
"Bagaimana pun juga dia Putri keluarga Qin, dia lemah ataupun kuat. Dia tetap darah keluarga Qin. Kau hanya perlu mencari dan mengumpulkan informasi tentangnya." Ucap Kakek Qin tajam.
"Baik."
_&_&_
"Pemenangnya adalah LY."
"LY MENANG..."
"LY."
"LY."
"Dewa Ly, Dewa Ly, Dewa Ly."
Sorakan terdengar memuji Qin Lu Yan yang telah memenangkan pertandingan secara berturut-turut ia bahkan melawan dua orang secara bersamaan diakhir pertandingan.
Membuatnya menjadi jagoan baru.
"LY, LY, LY." Qin Lu Yan turun dari ring dan menuju kesebuah ruangan untuk mengambil hadiah.
"25.000 Yuan, kau ingin uang secara langsung atau ku kirim ke rekening mu?." Tanya Panitia pertandingan.
"Langsung saja, aku tidak punya hal yang kau sebutkan." Ucap Qin Lu Yan.
"Baik."
Qin Lu Yan duduk menunggu dengan tenang, akhirnya dia memiliki uang dan bisa beristirahat sementara.
Selanjutnya ia akan belanja, mencari tempat tinggal lalu mencari uang lagi.
Balas dendam? Belum waktunya.
"Ini uangmu." Ucapnya memperlihatkan sekumpulan uang didalam koper, "Kau bisa menghitungnya."
"Tidak perlu aku percaya pada kalian." Ucap Qin Lu Yan, ia menutup koper itu dan membawa nya keluar namun sebelum ia melewati pintu Panitia itu menghentikan langkah nya, " Enam hari kemudian, kau akan ikut pertandingan lagi?."
"Tentu. Hadiah uang yang besar bagaimana aku bisa menolaknya."
"Baik, aku akan melihat pertandingan hebat mu."
Qin Lu Yan tersenyum dan berjalan keluar didepan pintu pria yang meminjaminya baju segera menghampirinya, "Nona kau sangat hebat."
"Nona bagaimana jika aku menjadi manager mu?." tawarnya yang tentu saja ditolak mentah-mentah oleh Qin Lu Yan.
Dia baru mengikuti sekali pertandingan, memiliki seorang manager terlalu berlebihan.
Namun...
"Bagaimana jika kau menjadi pesuruh ku?." Tawar Qin Lu Yan.
Manager hanya akan mengaturnya sedangkan pesuruh, Lu Yan dapat berbuat sesukanya.
Mengingat sesuatu Lu Yan membuka kopernya dan mengambil 1000 yuan, "Ini untuk mengganti baju dan makananmu tadi."
Pria yang melihat banyaknya uang Lu Yan menelan saliva nya kemudian ia mengangguk setuju, "Aku akan menjadi pesuruh mu."
"Bagus, siapa namamu?."
__ADS_1
"Ouyang Hong." Jawabnya.
"Baik, sekarang temani aku belanja."
Qin Lu Yan dan Ouyang Hong memasuki pusat perbelanjaan, tujuan awalnya adalah untuk membeli Pakaian dan keperluan nya yang lain.
Lu Yan memasuki salah satu toko dan mulai menunjuk pakaian yang dia inginkan, "Aku akan mengambil ini. Lalu ini... Ini.. Ini."
"Baik Nona." Pelayan itu menatap Qin Lu Yan senang, dan segera mengambil baju yang Lu Yan inginkan.
Setelah berbelanja banyak barang dan akan menuju ke sebuah restoran sudut mata Lu Yan menangkap sebuah toko emas.
Melihat hal itu sudut bibirnya naik, dari dulu sampai sekarang emas pasti akan berharga.
Ia lalu menemukan ide bagaimana mencari uang selanjutnya.
Emas... Aku akan menemukanmu.
....
Qin Lu Yan masuk kedalam salah satu hotel besar beberapa hari ini akan menginap di hotel dan mencari tau dimana Istana nya dan beberapa rumah menteri yang ia kenal rakus berada.
Setelah mengumpulkan uang baru ia akan membeli sebuah rumah atau apartemen.
Ah betapa cerdasnya dia.
"Aku ingin menginap selama dua hari."
"Baik, 500 yuan untuk dua hari. Ini kuncinya."
Qin Lu Yan membayar dan mengambil kunci itu menuju kamar nya
Di perjalanan tanpa sengaja ia berpapasan dengan seorang pria, namun Qin Lu Yan hanya menganggap tak penting dan masuk kedalam kamarnya.
Ia segera membersihkan diri dan mengganti baju, lalu tiduran di kasurnya.
Setelah seharian berkeliaran dan bertarung, Lu Yan benar-benar lelah.
Drrttt....drttt...
Qin Lu Yan terperanjat kaget dan mencari asal suara. Ia kemudian menemukan sebuah ponsel disalah satu tas.
Dia hampir lupa bahwa dia tadi membeli Ponsel. Sebuah panggilan masuk dari Ouyang Hong dan ia segera mengangkat nya.
"Halo Bos."
"Ada apa?."
"Besok apa yang akan kau lakukan?." tanya Ouyang Hong bersemangat.
Lu Yan bangkit duduk dan berpikir sejenak, "Besok aku akan bermalas-malasan. Kau jangan ganggu, jika aku memerlukan sesuatu akau akan menelfon mu."
"Baik bu bos. Selamat beristirahat."
Qin Lu Yan mematikan panggilan dan kembali merebahkan tubuhnya. Saat ini ia penasaran apa dirinya saat itu sudah meninggal atau belum.
Menurut ingatan pemilik sebelumnya didalam ponsel ini terdapat berbagai macam informasi.
Qin Lu Yan kemudian mulai mencari tentang dirinya saat itu, namun 'Tidak ada di pencarian.'
Apa?
Bagaimana mungkin?
Apa dirinya tidak tercatat di sejarah?
Kini Qin Lu Yan mulai mencari informasi lainnya, Kaisar Qin, Penulis terkenal Sun, Menteri Li, bahkan Putri Qin An Yu ada di pencarian.
Hanya nama nya saja yang tidak ada.
Namun masa bodo. Dia sekarang mengetahui dimana istana nya berada, dan untuk mencapainya dibutuhkan 9 jam perjalanan.
Begitu jauh?
__ADS_1
Namun dia juga harus mengumpulkan uang dengan singkat dan jalan satu-satunya adalah dengan mencari harta karun.