
Lu Yan menggeleng pelan dan membiarkan Ny.Hui memainkan sandiwara nya sedangkan ia diam-diam menyimpan sebuah kotak di lapisan seragamnya kemudian membuka pintu keluar.
"Lu Yan, Lu Yan. Kau benar-benar akan pergi seperti ini?." Ucap Ny.Hui menangis pura-pura.
"Ayo Gege kita pergi." Ucap Lu Yan lembut.
"Kau... Kau anak tidak tau berterima kasih. Aku sudah merawat mu namun kau hanya pergi begitu saja." Marah Ny.Hui dan menunjuk-nunjuk Lu Yan.
Lu Yan berbalik dan menundukkan kepalanya berpura-pura sedih, "Aku berterima kasih karena kau sudah mengadopsi ku, aku berterima kasih karena kau telah memberikanku tempat tinggal. Namun merawat?."
"Sepertinya aku merawat mu lebih banyak. Sejak umur lima tahun kau menyuruhku untuk mengemis, namun semakin aku besar aku tidak ingin mengemis lagi dan mulai bekerja. Siang dan malam aku bekerja, aku bahkan bersekolah dengan usahaku sendiri. Uang yang kudapatkan ku berikan padamu, makanan yang kau makan aku yang memasaknya untukmu. Tidak hanya tidak mendapat uang itu, kau hanya menggunakan nya untuk membiayai anakmu yang kuliah diluar kota." Qin Lu Yan menghela nafas sejenak kemudian melanjutkan,
"Tidak hanya itu, kau bahkan hanya memberiku makanan sisa. Jadi haruskah aku berterima kasih padamu?." Setelah mengucapkan hal itu Qin Lu Yan berbalik pergi menuju Mobil Yi Feng, hampir semua yang ia pendam sudah mulai ia keluarkan.
Qin Yi Feng yang mendengar keluhan Lu Yan menatap tajam Ny.Hui dia bahkan begitu kejam pada Lu Yan kecil.
Apakah dia masih manusia?.
"An Li kau tau harus yang kau lakukan bukan?." Tanya Yi Feng dan di angguki An Li.
Ia kemudian juga ikut menyusul Lu Yan yang sudah berada di mobil. Ia menunduk dengan dalam tampak sangat sedih.
Namun yang sebenarnya...
"Ouyang Hong, barang-barang ku sudah kau letakkan di apartemen kan.."
Lu Yan mengirim pesan pada Ouyang Hong dengan cepat.
"Tentu saja bos. Ouh iya aku juga sudah menemukan beberapa pembantu. Kau bisa memilihnya jika kau ada waktu."
Qin Lu Yan menundukkan kepalanya, dan mengirim pesan suara, "Bagus, senin kau jemput aku di SMA 5."
Setelah mendapat balasan 'ok' Qin Lu Yan mengangkat kepalanya, ia melihat Yi Feng yang sedang mendekat dan ia segera menyembunyikan ponsel nya.
"Maaf jika sebelumnya aku mengatakan kata-kata yang jahat padamu."
__ADS_1
Qin Lu Yan mengangguk, "Tak apa-apa."
"Sebenarnya kau tidak perlu mengambil seragam itu, aku sudah mulai mengurus semuanya. Lusa kau akan pergi ke kota C." Ucap Yi Feng membuat Lu Yan menatapnya tajam.
"Kenapa kau membuat keputusan seperti itu? Aku tidak ingin pergi ke kota C." Tolak Lu Yan.
"Bukankah kau sudah menerima kami?." Tanya Yi Feng.
"Aku memang sudah menerima keluarga Qin tapi aku belum bisa kembali ke keluarga Qin." Balas Lu Yan, dia masih punya banyak urusan disini.
"Lu Yan, kehidupanmu di Kota C akan lebih baik." Bujuk Yi Feng.
"Baik atau tidak nya kehidupan ku hanya aku yang tau. Tentang pergi ke kota C, aku sendiri yang akan memutuskannya."
_&_&_
Ouyang Hong kembali ke rumah dengan tubuh dipenuhi oleh tas belanjaan Lu Yan.
Untungnya Lu Yan tidak jadi pindah ke apartemen nya karena pintu nya rusak, membuat Ouyang Hong bernafas lega.
Ouyang Hong yang sedang melewati ruang tamu menoleh kearah sofa, Ayahnya sedang duduk di sana sambil memegang koran namun mata nya mengarah ke dirinya.
"Dan darimana kau mendapatkan uang sehingga bisa membeli barang-barang itu?." Tanya Ouyang Hou, Ayah Ouyang Hong.
"Ini semua bukan barang ku." Ucap Ouyang Hong dan menurunkan barang-barang itu lalu menghampiri ayahnya.
Ia kemudian mengeluarkan 10.000 yuan dan meletakkan nya di atas meja, "Ini 10.000 Yuan, jadi kembalikan kartu kredit ku ya Pa."
Ouyang Hou melirik uang di atas meja dan menatap Ouyang Hong dengan curiga, "Kau mendapatkannya dengan bekerja, atau kau mencuri?."
"Mencuri? Pa kau terlalu berburuk sangka padaku bukan?."
"Anak dari bawahan ku mengatakan bahwa kau berpacaran dengan gadis miskin dan membelikannya banyak barang. Jika dari bekerja tidak mungkin kau bisa mendapatkan uang sebanyak itu."
Ouyang Hong berdecak pelan, "Maksud Papa, Qin Lu Yan?."
__ADS_1
"Mungkin dia." Ucap Papa nya.
"Aiyaa Pa, dia itu bos ku. Papa tanya kenapa aku bisa punya uang ini ya itu karena nya. Aku sekarang menjadi pesuruh nya." Ucap Ouyang Hong.
Ouyang Hao membanting koran ditangan nya dan menatap marah pada Ouyang Hong, "Kau menjadi pesuruh? Aku menyuruhmu bekerja dengan baik, namun kau hanya menjadi pesuruh seorang gadis miskin. Ouyang Hong dimana pikiranmu? Bos apa, uang itu mungkin saja dia dapatkan dengan cara tidak baik."
"Pa, jika orang lain mendengar ini dan menyebarkan nya Keluarga kita mungkin tidak akan bertahan lama." Ucap Ouyang Hong sambil menggelengkan kepalanya kemudian melanjutkan, "Bos ku itu bukan orang tidak jelas, dia itu Putri Bungsu keluarga Qin yang hilang."
"Keluarga Qin? Adik Qin Yi Feng?." Ucap Ouyang Hao memastikan.
Ouyang Hong mengangguk, "Dia sudah menemuka keluarga nya dan dia juga sangat baik padaku. Menjadi pesuruhnya tidak masalah, aku hanya perlu menemaninya belanja, dan mengantarnya kemanapun yang dia mau. Lagi pula dia juga sangat cantik, ini sama saja seperti aku memanjakan pacarku namun bedanya aku di bayar bukan membayar."
"Lalu kenapa kau menjadi pesuruhnya bukan pacarnya? Jika saja kau mengatakan hal itu padaku, Kartu kredit akan kuberikan dan kau bisa memanjakannya. Mengorbankan sedikit untuk mendapatkan hal lebih banyak." Ucap Ouyang Hao dan langsung ditolak mentah-mentah oleh Ouyang Hong.
Tidak menjadi musuhnya adalah beruntung namun untuk menjadi pacar? Jangan harap, bosnya memiliki pemikiran yang tinggi.
Ouyang Hong yakin dia tidak pernah menganggapnya sebagai pria dari awal dan hanya menganggapnya seorang pesuruh saja.
"Pa, untuk menjadi pesuruh aku mau. Untuk menjadi pacar aku sepertinya harus mengumpulkan lebih banyak keberanian. Jika dia seperti kebanyakan wanita diluar sana dari awal aku sudah merayunya namun dia bukan wanita biasa. Aku tidak akan bermain-main dengannya."
_&_&_
Qin Lu Yan terus bersin-bersin seseorang pasti sedang membicarakan nya.
Ia kini dalam keadaan bersila dan berpikir apa yang harus ia lakukan lagi?
Mencari uang, membalas dendam, dan memenangkan pertandingan.
"Ah apa aku juga harus membuat perusahaan? Tapi, aku juga tidak paham hal-hal seperti itu."
Dan juga, ia tidak bisa mengumpulkan uang hanya dengan mengandalkan harta dari masa lalu dan bertarung.
Setidaknya sekarang dia juga harus punya pekerjaan tambahan yang tetap, dia yakin kehidupannya akan dipenuhi keborosan.
Lihat saja bagaimana lemari nya yang tak bisa tertutup karena penuh oleh belanjaan nya.
__ADS_1
Qin Lu Yan menggeleng pelan, bahkan dia tidak bisa menahan diri dari melihat sesuatu yang indah.