
Tok tok tok
Tok tok tok
Lu Yan berdecak kesal, saat ini ia sedang membuat rencana dan bahkan sudah membayangkan hasil dari rencana nya itu tapi ketukan itu membuyarkan khayalan bahagianya.
"Ada apa?." Tanya Lu Yan membuka pintu.
"Nona, seseorang membuat keributan dengan terus memanggil nona." Ucap Pelayan membuat Lu Yan mengernyitkan dahinya.
"Aku mengerti, dimana mereka?."
Pelayan itu mengajak Lu Yan kebawah, di koridor orang-orang tampak penasaran akan sesuatu yang terjadi.
Lao Qin, Qin Xiao dan juga Qin Yi Feng berdiri di tengah-tengah ruangan
"Qin Lu Yan, cepat keluar." Teriak Lao Qin membuat Lu Yan ilfeel.
Bukankah orang kaya itu juga seperti bangsawan, seharusnya mereka tidak melakukan sesuatu yang memalukan didepan umum seperti ini.
"Apa kalian merindukan ku? Hingga datang kesini." Ucap Qin Lu Yan dengan pedenya.
"Qin Lu Yan, kau-" Qin Xiao berjalan kearah Lu Yan dengan ekspresi geram namun Yi Feng segera menarik nya kebelakang.
Wajah Yi Feng yang datar dan tak dapat dibaca sejenak membuat Lu Yan takut namun memangnya apa yang bisa dia lakukan di keramai-
Plakk
Plakk
Suara tamparan menggema, lagi dan lagi. Namun untuk tamparan yang ketiga Lu Yan menangkap tangan Yi Feng dan menatapnya tajam.
"Yi Feng, kau gila?."
__ADS_1
"Bukannya kau yang gila?." Balas Yi Feng dingin.
Nafas Lu Yan tersendat, tiba-tiba saja ia merasa sakit hati.
" Yi Feng, apa kau sangat putus asa karena aku tidak ingin diperalat makanya sekarang kau ingin mempermalukan ku di depan umum seperti ini?."
"Mempermalukan mu?". Ucap Yi Feng dengan nada merendahkan lalu mengambil Hp nya dari tangan sekretarisnya.
Ia mendekatkan bibit nya ketelinga Lu Yan dan berbisik, "Ikut denganku atau kau tidak akan punya harga diri lagi."
Lu Yan mundur beberapa langkah, apa-apaan ancaman itu.
"Yi Feng, kau pikir kau siapa?."
Yi Feng mengangguk mengerti lalu mengangkat hpnya memperlihatkan sebuah foto.
Dan itu foto Lu Yan tanpa-
Mata Lu Yan terpaku pada foto itu sambil terus menggali ingatan Lu Yan hingga ketika ia menemukan ingatan itu tubuhnya hampir kehilangan keseimbangan.
Untungnya seseorang membantunya.
"Yi Feng br*ngs*k." Umpat Lu Yan bersiap melayangkan tinjunya namun terlambat.
Seseorang sudah terlebih dahulu memukul Yi Feng.
Dan itu adalah
Yi Heng!
"Qin Yi Feng, apa kau perlu melakukan hal rendah seperti ini? Hanya karena kau tidak mendapatkan satu proyek kau menghina adikmu sendiri?." Ucap Yi Heng tak percaya.
Dia tahu bahwa Yi Feng memang kejam dan dingin tapi mempermalukan adiknya? Bukankah ini hal hina?.
__ADS_1
"Yi Heng kau tidak tau apapun. Kau tidak tau bahwa apa yang diperbuat orang yang kau sebut 'adik' itu dapat membunuh keluarga kita. Hanya satu proyek? Kau yang terus-terusan bermain tau apa ?." balas Yi Feng dan melanjutkan.
"Harusnya dari awal kita tidak mencarinya dan biarkan saja dia. Orang yang begitu rendah dan hina-"
"Rendah dan hina? Kau-- Arkhh." Lu Yan memegang kepala nya, foto yang ditunjukkan adalah bagian ingatan yang ingin dihapus Qin Lu Yan yang asli namun dengan menunjukkan foto itu benar-benar membuat Lu Yan menambah daftar balas dendam nya.
Kenapa semua orang disekitar Lu Yan tidak ada yang baik?
"Lu Yan, kau kenapa?." Tanya Yi Heng khawatir.
Lu Yan menggeleng pelan dan melihat ke sekeliling nya, kali ini dia harus membalikkan keadaan.
"Hiks." Lu Yan terduduk dan menutup wajahnya pura-pura menangis, "Aku tidak berharap bertemu kalian karena aku tau betapa memalukannya aku. Aku tidak bisa melindungi sendiri hingga menjadi bahan untuk dipermalukan."
"Namun rasa malu? Aku pikir itu tidak berguna untukku. Jika aku punya rasa malu, bagaimana aku bisa mengais makanan ditempat sampah. Jika aku punya rasa malu, bagaimana aku bisa hidup?." Lu Yan bangkit berdiri dan membungkuk ke arah Yi Feng.
"Namun walau begitu, aku tidak akan pernah berpikir untuk menjual harga diriku. Seputus asapun aku, hingga bahkan di keadaan dimana tidak ada cahaya sedikitpun aku selalu menyayangi diriku sendiri." Lu Yan kembali berdiri tegak dengan air mata yang memenuhi pelupuk matanya.
Itu bukan air mata palsu, itu memang milik Lu Yan. Mengingat semua yang terjadi padanya membuat Lu Yan kembali sedih.
Sekali lagi Lu Yan membungkuk, "Maafkan aku karena aku hidup seperti ini."
.....
Lu Yan kembali ke kamarnya, ucapannya mungkin akan membawa Yi Feng untuk memikirkan lagi bagaimana situasi awal Qin Lu Yan.
Sudah jelas dia hidup menderita namun Yi Feng tak pernah mau tau apa alasan penderitaannya.
Dan setelah ini Yi Feng tidak lagi mendapat rasa hormatnya.
Namun...
"Kenapa kalian berdua mengikuti ku?."
__ADS_1