
Qin Lu Yan mengelus kartunya dengan kasihan, dia sudah menghabiskan hampir 200 ribu yuan hanya dalam satu waktu.
Itu bahkan membuat hatinya sedikit sakit. Mengumpulkan uang begitu susah, namun menghabiskan nya begitu mudah.
"Bos kau masih ingin belanja?." Tanya Ouyang Hong yang tubuhnya dipenuhi oleh tas belanja Qin Lu Yan.
Qin Lu Yan menatap sekeliling pusat perbelanjaan, dia memang seorang Jenderal namun dia juga seorang Putri yang menyukai keindahan.
Baju, sepatu, dan aksesoris yang begitu cantik didepannya dia tidak ingin melewatinya.
Namun mengingat begitu banyak ia sudah berbelanja dan juga Ouyang Hong yang tak bisa menampung tas lagi ia dengan berat hati menunjuk sebuah restoran, "Ayo kita makan."
_&_&_
"Hei bukankah itu Ouyang Hong." Tunjuk Bing Yi pada Ouyang Hong yang menuju ke restoran bersama Qin Lu Yan.
"Ouyang Hong? Bukankah dia dari keluarga terkaya di kota ini? Dia juga anak dari atasan ayahmu kan?" Ucap Jia Wei dan di angguki semangat oleh Bing Yi.
"Dia membawa banyak belanjaan pacar nya, yang menjadi pacarnya sangat beruntung." Wan Mei berucap dengan nada cemburu, namun Bing Yi menanggapi nya dengan senyum miring, "Dia terkenal playboy namun sangat loyal, kau juga sudah dengar kan? Yang menjadi pacarnya tidak boleh seorang pencemburu. Dia bahkan pernah pacaran hanya satu hari."
"Benarkah?." Tanya Wan Mei dengan nada tak percaya.
"Kau tidak percaya? Ayo kita berkenalan dengannya, dia pasti akan menyambut dengan senang hati." Ucap Jia Wei dan tentu saja langsung disetujui oleh Bing Yi.
.....
Ouyang Hong duduk sambil menunggu makanan, dia sedikit senang karena bekerja untuk Qin Lu Yan sekarang.
Lu Yan benar-benar percaya padanya, bahkan tanpa ragu menitipkan jutaan Yuan. Walau tampak semena-mena tapi dia juga murah hati.
Ah... Andai dia bukan seorang petarung maka Ouyang Hong pasti akan berusaha merebut hatinya.
"Permisi, Apa ada seseorang yang duduk disini?." Tanya Bing Yi dan diangguki Ouyang Hong, itu adalah tempat duduk Qin Lu Yan dia tidak akan membiarkan siapa pun duduk disitu.
"Lalu apakah aku boleh duduk disini?." Tanya nya menunjuk kursi lain yang berada di samping nya.
__ADS_1
Jika saja hari ini dia tidak bersama Qin Lu Yan dia akan dengan senang hati menyambut gadis didepannya.
Tak lama kemudian Qin Lu Yan datang, ia baru saja pergi ke toilet sebentar namun saat kembali ia sudah melihat Bing Yi dan juga kedua teman nya yang tak jauh dari tempat ia duduk.
Qin Lu Yan tersenyum simpul, Bing Yi memang kaya hanya saja kekayaan nya hanya jutaan Yuan sedangkan Ouyang Hong dengan mobilnya yang hampir ratusan ribu Yuan saja Lu Yan dapat menebak bahwa Keluarga nya mungkin memiliki kekayaan puluhan juta yuan.
Dan sepertinya Bing Yi mencoba mendekati Ouyang Hong tapi apa jadinya jika ia melihat Lu Yan bersama Ouyang Hong.
"Kau sedang berbicara dengan siapa?." Tanya Lu Yan berpura-pura tidak melihat Bing Yi dan langsung duduk didepan Ouyang Hong.
"Ini.... Apa dia..."
"Qin Lu Yan?." Panggil Bing Yi memastikan.
Qin Lu Yan mengangkat wajah nya dan menatap Bing Yi kemudian ia berpura-pura kaget, "Bing Yi."
"Lu Yan, apa yang kau lakukan disini? Apa kau..." Bing Yi menunjuk Ouyang Hong kemudian beralih pada Qin Lu Yan, "Kau berpacaran dengan nya?."
Ouyang Hong mengangkat alisnya tak mengerti akan situasi yang terjadi.
Dari atas sampai ujung kaki nya dia memakai pakaian bermerk dengan harga yang tidak murah, Ouyang Hong ini terlalu loyal bukan.
Bing Yi berusaha menghilangkan keterkejutan nya dan memandang Lu Yan dengan rendah, "Jadi selama seminggu ini kau tidak sekolah karena sibuk merayu orang kaya?."
"Sudah ku tebak dari awal Lu Yan ini bukan wanita baik-baik, tidak tau berapa pria yang sudah ditidurinya?." Ucap Jia Wei menambahkan.
Ouyang Hong yang mendengarkan penghinaan terhadap bosnya ingin berdiri dan memarahi tiga gadis itu namun Lu Yan segera mencegahnya.
Orang-orang ini kenapa selalu berpikir seenaknya saja tentang orang lain tanpa tau yang sebenarnya.
Apakah mereka hanya punya mulut tapi tidak punya otak?
"Bing Yi, Jia Wei dan..." Lu Yan berpikir sejenak ia hampir melupakan nama gadis lainnya, "Wan Mei. Benar, kalian bertiga sebaiknya tutup mulut kalian dan pergi dari sini, jika tidak ingin aku memanggil security."
"Kau..." Bing Yi menunjuk Lu Yan kesal namun jarinya segera disingkirkan Ouyang Hong.
__ADS_1
"Kau mendengar ucapan nya kan? Sekarang pergi." Melihat tingkah laku ketiga gadis itu, Ouyang Hong merasa muak. Bagaimana bisa dia menuduh orang secara sembarangan?
Jika dia masuk kedalam lingkaran orang-orang atas, maka keluarga nya mungkin bisa runtuh dalam sekejap.
"Ouyang Hong, aku akan melaporkannya pada ayahmu karena kau berpacaran dengan pelacur ini." Ancam Bing Yi.
Ouyang Hong tersenyum tersenyum sinis dan membalas, "Kau siapa? Aku bahkan tidak mengenalmu namun jika kau ingin melaporkannya silahkan saja."
Bing Yi menghentakkan kaki nya kesal dan mengajak kedua temannya pergi.
Ouyang Hong kini duduk dan bernafas lega, ia kemudian menatap Lu Yan dengan tatapan bertanya, "Bos, mereka siapa?."
"Emm mereka hanya tikus." Jawab Lu Yan tak peduli dan mulai makan hidangan didepannya.
"Tikus? Hama? Pengganggu?." Ouyang Hong berpikir keras maksud dari Kecoa kemudian memandang Qin Lu Yan, "Bos kau pernah diganggu mereka?."
"Menurutmu?." Tanya Lu Yan balik.
"Kau diadopsi saat masih kecil, kau juga dituntut bekerja. Sekolah juga hanya mengandalkan beasiswa, ah tidak mengherankan kau diganggu. Tapi kenapa kau tidak membalasnya? Kau bisa menyamar lalu memukul mereka kan?." Ucap Ouyang Hong.
Qin Lu Yan tersenyum sinis, jika itu dia maka pasti akan dia lakukan namun itu adalah Qin Lu Yan asli.
"Ngomong-ngomong bos kau kan keluarga Qin, Apa kau akan pergi ke kota C tanpa membalas dendam dulu?."
"Kota C?." Lu Yan mengernyitkan dahinya, dia akan ke kota C namun apa hubungan nya dengan Keluarga Qin?.
Ahh... Dia hampir saja lupa. Keluarga Qin ada di kota C namun dia tidak bisa membangun kekuatan nya di sana.
Setidaknya dia harus mengikuti pertandingan disini dan mencari orang berbakat untuk disisinya.
Sedangkan di kota C selain diatur oleh Keluarga Qin dia akan sulit melakukan segala sesuatu.
"Aku mungkin tidak akan ke sana, kau juga tau bahwa aku sudah membeli apartemen disini."
"Ah bos benar juga. Aku hampir lupa."
__ADS_1