
Dokter Bai dan seorang pria lainnya beranjak berdiri menunggu Lu Yan datang ke hadapan mereka.
"Duduk saja." Ucap Lu Yan.
"Karena Nona Qin bilang hubungi saja jika butuh bantuan, maka aku menghubungi A'ming dan dia menyuruhku ke sini."
Lu Yan menatap seorang pria yang berusia 20-an, tampaknya pria itu yang membutuhkan bantuannya, "Apa dia?."
Dokter Bai mengangguk, "Ibunya akan dioperasi tapi dia tidak punya uang untuk membayar nya, dia juga terlilit hutang yang jumlah nya cukup besar."
"Jika tidak bisa membayar maka tidak boleh berhutang. Jika berutang maka harus membayar. Kenapa berutang jika tak mampu bayar?." Ucap Lu Yan.
"Bukan dia, ayahnya berjudi dan meminjam uang cukup banyak setelah itu ia kabur. Jadi hutang itu ditagihkan ke anaknya, bunganya cukup besar bahkan jika dia bekerja keras seumur hidup tetap saja tidak akan bisa lepas dari lintah darat." Dokter Bai menjelaskan dengan detail membuat Lu Yan yang awalnya tidak suka padanya mulai bersimpati.
Lintah darat?
Lu Yan paling tidak menyukai mereka, menghisap korbannya perlahan-lahan hingga kemudian mati tanpa setetes darah, "Aku akan membantu, tapi untuk hutang itu aku hanya akan membayar utang pokoknya jadi kau harus bawa aku ke rentenir itu."
"Sebenarnya aku sudah banyak membayar dan itu melebih hutang pokoknya hanya saja aku tidak tau mengapa hutang itu terus bertambah."
Lu Yan menghela nafas pelan, "Jadi hanya dengan melunasi semuanya maka kau tidak akan ditagih lagi kan?."
Pria itu mengangguk mengiyakan.
"Baiklah aku akan mengerti, aku akan membayar semuanya. Tapi ada syaratnya."
"Katakan saja, aku akan melakukan apapun." Ucap Pria itu.
"Kau harus bekerja denganku, aku akan membayar mu dengan gaji yang pantas lalu memotongnya setiap bulan untuk melunasi utang mu padaku. Tapi kau tenang saja, kau tidak akan kelaparan bersamaku."
"Aku setuju." Pria itu berucap tanpa ragu, selama ia tidak kelaparan, selama ibunya bisa sembuh, selama kehidupannya tidak dipenuhi teror preman itu dia bersedia.
"Siapa namamu?."
"Yang Zihao, nona bisa memanggilku Zihao"
"Baik Zihao, besok aku akan menemanimu pergi melunasi hutang mu dan kau-" Lu Yan menatap Ouyang Hong, "Besok kau menggantikan ku melihat kebun teh. Jika menurutmu itu bagus investasikan uang untuk nya dan juga segera siapkan kontrak."
"Kontrak?."
"Kau tidak keberatan kan?." Tanya Lu Yan pada Zihao, "Tentu saja, aku percaya padamu tapi tetap aja harus ada jaminan."
"Aku mengerti." Ucap Zihao setuju.
__ADS_1
"Bos, kau sepertinya menghabiskan begitu banyak uang untuk bulan ini." Keluh Ouyang Hong.
Mencari uang untuk susah tapi bosnya mengeluarkan uang begitu mudah.
Lu Yan memegang pundak Ouyang Hong dan menatap nya dengan penuh keyakinan, "Kau tenang saja, setelah Caf;tea kita dibuka uang akan datang pada kita."
"Dan juga kau sudah menghubungi yang ku katakan tadi?."
Ouyang Hong mengangguk, "Aku sudah mendapatkan nomor penyedia nya, mau aku yang menghubunginya?."
"Tidak, kau kirim kan saja padaku."
"Baik."
"Dokter Bai dan Zihao, kalian ingin makan siang denganku?." Tawar Lu Yan.
"Tidak perlu, aku dan Zihao masih ada urusan. Kami pergi dulu dan terima kasih."
"Hanya bantuan kecil." Balas Lu Yan, "Zihao jangan lupa besok datang."
"Tentu-tentu."
Lu Yan mengetuk pintu kamarnya karena ia lupa membawa kartu, dan tak lama kemudian Xuan Lu membuka pintu, "Kau datang."
Xuan Lu mengangguk, ia terdiam beberapa saat lalu bertanya dengan ragu, "Lu Yan, tadi aku melihatmu saat akan pulang kau-"
"Kau penasaran?."
Xuan Lu mengangguk, "Orang yang menjemputmu itu Qin Yi Feng kan?."
Lu Yan mengangguk, "Itu benar."
Xuan Lu tersenyum lebar, "Lalu kau adiknya yang hilang itu? Ayahku bilang dia sangat perhatian pada adiknya, wuah kau bahkan dijemput dengan pengawal tadi."
"Ha?."
.....
Lu Yan duduk menghadap jendela sambil memikirkan apa yang dikatakan Xuan Lu.
Yi Feng perhatian padanya?
Ia membaringkan tubuhnya menatap langit-langit, semuanya terasa melelahkan baginya.
__ADS_1
Kenapa semua nya begitu rumit?
Dulu ia pikir hidup itu mudah, dunia penuh kedamaian dan kebahagiaan.
Tapi setelah Paman nya tiba-tiba dihukum mati dengan tuduhan pemberontakan membuat sang Putri yang bersembunyi dibalutan Gaun emasnya tersadar.
Manusia tidak pernah bisa lepas dari yang namanya Keserakahan.
Kekayaan, Kekuasaan, Kehormatan dan Kekuatan mereka sulit melepaskannya.
Bahkan orang yang ia kagumi karena kesederhanaan dan kebaikannya pun tak lepas dari hal itu.
"Hufft." Lu Yan menghembuskan nafas pelan, ia lalu melirik ponselnya yang berbunyi.
"Hallo."
"Informasi Xiao Kai sudah kami kirimkan, silahkan buka tautan."
"Baik, aku mengerti."
Lu Yan mematikan telfonnya dan membuka tautan yang masuk, semua informasi pribadi Xiao Kai sudah dikirimkan dan ini sangat-sangat lengkap.
"Mereka bahkan memberi tau tentang rumahnya, pacarnya, mantannya, temannya. Wuahh 500 ribu yuan ku tidak sia-sia."
"Aish, aku lupa." Lu Yan menghubungi nomor itu lagi dan dengan cepat dijawab, "Bagaimana dengan orang-orang yang ku minta?."
"Berapa orang yang ingin nona sewa? Dan kemampuan yang seperti apa?."
"Hanya orang-orang bertampang seperti preman, kemampuannya aku tidak peduli yang penting mereka bisa membuat orang kesal dan sibuk. Tapi dengan sisa uang itu aku harap kau memberiku banyak."
_&_&_
"Kakek apa yang terjadi?." Tanya Qin Xiao dengan nada sedikit marah.
"Zhang Wei Yuan itu ingin menukar pertunangan mu, tapi kau tenang saja Xiao Kai tidak akan melakukan nya. Aku juga tidak ingin kau menikah dengan Pria seperti itu." Balas Kakek nya.
Qin Xiao menunduk sedih, "Aku sangat mencintainya, tapi dia bahkan tak melihatku. Dia mencintai Qin Lu Yan, Kakek apa menurutmu aku lebih rendah dari anak itu? Aku tau dia cucu kandung kakek tapi apa hanya karena kelahiran-"
"Jangan katakan apapun lagi." Lao Qin mendekati Qin Xiao dan memeluk nya, "Walau kau bukan cucu kandung kakek tapi kakek sangat menyayangimu. Kehidupan mu tidak bisa lebih buruk dari anak itu."
Qin Xiao tersenyum miring, Lalu apa jika kau anak kandung keluarga ini? Mereka semuanya hanya menyayangiku.
_&_&_
__ADS_1