Rose Life : Kehidupan Setelah Keputusasaan

Rose Life : Kehidupan Setelah Keputusasaan
Dia Singa nya


__ADS_3

"Nona aku akan menunjukkan kamar tidur mu." Ucap Wanita tua itu dan membawa Lu Yan ke sebuah kamar.


"Silahkan beristirahat Nona, karena mendorong mobil tadi pasti sangat kelelahan." Ucapnya bercanda.


Lu Yan tersenyum kecil dan berterima kasih. Setelah wanita tua pergi ia segera berbaring.


"Hari yang melelahkan." Keluh Lu Yan, lalu ia membuka ponselnya.


Ia mengecek ada beberapa pesan yang masuk dan itu semua hanya berasal dari satu orang, Yan Jun.


Lu Yan kau bolos?


Hei kau ingat kan hari ini kita ada pelatihan?


Kau benar-benar tidak datang.


Lu Yan kau ada masalah?


Jangan buat aku khawatir.


Kau tidak masuk karena masalah kelas?


Kepala sekolah tidak menyalahkan mu.


Lu Yannn


Bing Yi dan semua yang merundung mu dihukum.


Hei Lu Yan, kau baik-baik saja?


Kau masih hidup?


Lu Yan meletakkan kembali ponsel nya dan menghela nafas pelan perlahan mata nya mulai tertutup.


........


"NONA!!!."


Lu Yan tersentak bangun dari tidur nya, jantung nya berdetak kencang karena kaget hingga ia hampir mengeluarkan kata kasar


Ia mendengar suara keributan dari luar dan bergegas turun dari tempat tidurnya.


Di dekat jendela wanita tua itu mengintip dengan ekspresi takut, dan ketika ia melihat Lu Yan akan keluar ia segera menghalanginya, "Nona berbahaya di luar sana. Jangan keluar."


"Tidak bisa, A'ming dan barang-barang ku semua diluar sana." Ucap Lu Yan perlahan melepaskan pegangan tangan wanita tua itu.


"Nona nyawamu lebih berharga."


Lu Yan menggeleng, "Tidak, nyawaku tidak lebih berharga."

__ADS_1


Usai mengatakan hal itu, Lu Yan pergi keluar. Ia sudah bersiap untuk bertarung namun kemudian menatap A'ming dengan kesal, "Kenapa memanggilku?"


"Aku hanya ingin menanyakan bagaimana akan mengurus mereka." Ucap A'ming.


Lu Yan menatap 4 orang pencuri yang duduk sambil menunduk dengan tubuh babak belur.


"Ikat saja mereka, setelah kita pergi baru hubungi polisi." Ucap Lu Yan.


"Disini?." Tanya A'ming dan diangguki Lu Yan.


"Ikat yang kencang dan biarkan mereka di luar. Mengasihani pencuri yang tak tahu malu, bukan sifat ku." Ucap Lu Yan menatap ke 4 orang itu tajam.


"Sudah selesai bukan? Kalau begitu aku akan..."


Sebelum Lu Yan menyelesaikan ucapan nya, salah seorang pencuri itu menarik kaki Lu Yan lalu ia beranjak berdiri dan menahan tubuh Lu Yan.


Ketiga orang lainnya yang melihat itu akan berdiri, namun Lu Yan segera menendang barang terpenting milik pria itu hingga ia meringis kesakitan.


Setelah nya Lu Yan berbalik dan mendorong pria itu.


"Hei Kau tau jika aku adalah harimau maka dia adalah Singa nya." Ucap A'ming menunjuk Lu Yan kemudian ia langsung membungkuk meminta maaf ketika mendapat tatapan tajam.


"Aku akan kembali tidur."  Ucap Lu Yan dan kembali masuk kedalam rumah.


_&_&_


"Nona kau benar-benar-" Ouyang Hong bernafas dengan tersendat-sendat, ia tidak pernah bekerja sekeras ini sebelumnya.


Sekilas pikiran untuk tidak bekerja lagi pada Lu Yan melintas, tapi Ouyang Hong sadar jika tidak dengan Lu Yan dia tidak akan ada perkembangan apapun dan hanya akan dipandang sebagai anak pembuat onar dan tidak bisa melakukan apapun.


"Nona sepertinya tuan Qin mencari mu." Ucap A'ming memperlihatkan panggilan tak terjawab dari Qin Yi Feng.


Mendengar A'ming menyebut kata Qin segera ia duduk dengan benar, "Ah benar Bos, sepertinya saudaramu itu mencari mu dia bahkan mengancam ku karena tidak menemukanmu."


Ouyang Hong berucap dengan wajah cemberut lalu melanjutkan, "Bos saudaramu menindas ku apa kah kau-"


"Kau ingin membalas mereka? Lupakan saja, aku tidak ingin berurusan dengan mereka."


Sejenak ruang tamu itu begitu senyap hingga Li Wei datang membawa minuman dan juga kudapan.


"Li Wei kau tidak mengajar hari ini?."


Li Wei menggeleng kemudian ia memberikan sebuah kertas pada Lu Yan.


Nona, kau mengikuti kompetisi Matematika?.


Lu Yan menatap Li wei sekilas lalu mengangguk, "Bagaimana kau tau?."


Li Wei menulis sesuatu lalu memberikannya pada Lu Yan lagi, Aku salah satu pengurus nya, Nona jika nona tidak datang selama 3 hari berturut-turut maka nona akan dikeluarkan dari daftar kandidat.

__ADS_1


Lu Yan makan kudapan nya dengan santai lalu meletakkan kertas dari Li Wei, "Aku tidak peduli."


Namun kemudian ia menatap Li Wei dengan wajah bertanya, "Yang terpilih akan ke Kota C bukan?."


Li Wei mengangguk sebagai jawaban.


Lu Yan menepuk dahinya pelan dan segera beranjak berdiri, "Jika aku pergi sekarang tidak akan terlalu terlambat bukan?."


Secepat kilat Lu Yan masuk ke kamarnya untuk bersiap-siap, ia hampir saja menghilangkan kesempatan ke Kota C tanpa dicurigai oleh Yi Feng.


Setidaknya ia tak ingin bertemu Keluarga Qin yang meninggalkannya dan juga tak ingin membuat mereka curiga akan kedatangan nya.


Setelah selesai bersiap, ia menendang pelan Ouyang Hong yang setengah tidur, "Antar kan aku."


"Bos aku lelah, biarkan Hong Li saja lagipula sebelumnya dia-"


"Hong Li antar kan aku." Ucap Lu Yan dan langsung keluar dari apartemennya.


_&_&_


Lu Yan mengintip kedalam, tampak seorang guru sedang menjelaskan dan ia juga melihat Yan Jun, Hao Ran, dan juga beberapa orang yang pernah ia lihat.


"Kau yang didepan."


Lu Yan tersentak kaget dan menatap Guru yang juga sedang melihatnya dengan tatapan datar, "Apa yang kau lakukan?."


"Maaf aku terlambat." Ucap Qin Lu Yan masuk kedalam kelas.


"Kau siapa?."


"Qin Lu Yan, aku juga salah satu peserta pelatihan disini." Jawab Qin Lu Yan.


Guru itu menatap Qin Lu Yan secara menyeluruh lalu menghela nafas lelah, "Setelah kelas selesai jangan lupa temui aku di kantor. Sekarang duduklah."


"Baik, terimakasih." Lu Yan berjalan menuju kursi belakang tepatnya disebelah Yan Jun.


"Lu Yan kau selama ini kemana?."  Bisik Yan Jun namun diabaikan oleh Lu Yan.


"Kau mengabaikan ku lagi." Ucap Yan Jun kesal dan mulai memperhatikan pelajaran didepan.


Lu Yan memperhatikan dengan serius namun bukannya mengerti kepalanya menjadi sangat sakit.


Di kehidupan sebelumnya ia memilih bertarung dan terluka daripada membaca walau setelah itu diangkat sebagai Pemimpin prajurit ia mulai memperluas pengetahuannya.


Namun semua itu berkaitan dengan perang dan ia juga berhitung hanya saja...


Lu Yan menatap ke papan tulis, "Habislah, aku benar-benar tidak mengerti." Lu Yan berucap dalam hati dengan wajah lesu.


Mata nya juga terasa berat, ah dia kelelahan hingga ingin tidur....

__ADS_1


__ADS_2