Rose Life : Kehidupan Setelah Keputusasaan

Rose Life : Kehidupan Setelah Keputusasaan
Pertunangan


__ADS_3

Lu Yan segera pergi setelah selesai mengerjakan soal, dari semua orang dia adalah yang tercepat mengerjakannya hingga Guru Li pun heran.


Dia mengerjakannya karena paham atau karena sembarangan menjawab.


Dan tentang itu hanya Lu Yan yang tau.


"Aih kenapa A'ming tidak menjawab sih."


Lu Yan terus berjalan hingga didepan gerbang ia dapat melihat pusat perhatian nya.


Itu Qin Yi Feng, tapi apa yang dilakukan disini? Bahkan dengan beberapa pengawal.


"Kakak Pertama." Qin Xiao berlari melewati Qin Lu Yan dan memeluk Yi Feng, "Kakak menjemput ku?."


Yi Feng melepaskan pelukan Qin Xiao dan berjalan ke hadapan Lu Yan.


Lu Yan menatap Yi Feng sinis, "Minggir."


"Ikut denganku." Yi Feng memegang lengan Lu Yan, ia menyeretnya untuk masuk kedalam mobil.


Namun bagaimana bisa mudah membawa Lu Yan?


Lu Yan memelintir tangan Yi Feng dan menjauh darinya, "Jangan memaksaku."


Yi Feng memegang tangannya yang sakit, ia menatap marah pada Lu Yan yang memberontak, "Pengawal, bawa dia."


"Yi Feng percaya atau tidak, aku akan mematahkan tanganmu jika kau berani menyuruhku ikut."


Dua pengawal itu berhenti dan menatap Yi Feng.


"Lu Yan aku akan mengatakan satu hal padamu. Setelah mendengar ini terserah mu ingin ikut atau tidak."


"Ini sangat penting." Tambah Yi Feng membuat Lu Yan penasaran.


Lu Yan menimang beberapa saat dan mendekati Yi Feng, "Katakan."


Yi Feng menunduk dan berucap dengan pelan.


"Lalu apa hubungannya denganku?". Ucap Lu Yan sambil mundur beberapa langkah.


"Lu Yan jangan keterlaluan." Tegur Yi Feng dengan wajah memerah.


"Ba-ik." Ucap Lu Yan dengan kesal dan dengan cepat berjalan masuk kedalam mobil, "Ayo masuk."


Qin Yi Feng menghela nafas pelan, ia juga naik dan disusul oleh Qin Xiao yang wajahnya memerah marah karena tak dipedulikan oleh Yi Feng.

__ADS_1


....


"Kakak pertama, kita akan kemana?." Tanya Qin Xiao menyadari bahwa mereka tidak menuju ke rumah.


"Kakek menyuruhku membawa kalian ke restoran." Jawab Yi Feng, ia lalu melirik Lu Yan yang fokus menatap Hpnya.


"Yi Feng, kemana kita akan pergi?."


Yi Feng terdiam beberapa saat mendengar panggilan yang tidak sopan itu, namun ia tidak bisa marah saat ini.


"Bukankah sudah kukatakan kita akan pergi ke re-"


"Aku tau, maksudku alamatnya." potong Lu Yan.


"Untuk apa kau menanyakan alamatnya?." Tanya Yi Feng.


"Tentu saja agar A'ming menjemputmu ku. Kau kira jika bukan karena dia sibuk aku ingin semobil denganmu dan gadis itu?."


Qin Xiao mengepalkan tangannya marah, Hanya karena kau keturunan keluarga Qin, kau bisa sombong? Lihat saja berapa lama kesombongan mu itu akan bertahan?


"Kau sudah menjemputnya?."


Qin Xiao menoleh menatap Lu Yan yang berbicara di telefon.


"Antar saja dia ke rumah, biaya hotel sangat mahal. Jika dia ingin membayar sendiri maka silahkan saja." Ucap Lu Yan pada A'ming.


"Kenapa? Apa aku sangat cantik sehingga kalian tidak bisa mengalihkan pandangan."


Yi Feng dan Qin Xiao segera berpaling.


"Kau sangat percaya diri." ejek Qin Xiao.


"Ngomong-ngomong kau tinggal dimana?." Tanya Yi Feng.


"Apa tempat aku tinggal kau harus tau?." Tanya balik Lu Yan.


"Tentu saja, kau adikku." Ucap Yi Feng membuat Lu Yan tertawa hambar, "Adik? Shhh jujur saja saat awal bertemu aku menganggap mu Kakak namun setelah kau hanya berbicara tanpa melakukan tindakan apapun jangankan Kakak aku bahkan tidak ingin kau menjadi adikku."


"Lu Yan." Panggil Yi Feng kesal, "Katakan apa kesalahanku? Aku berbuat salah padamu?."


"Qin Lu Yan kau harus nya bersyukur Kakek menemukanmu jika tidak-"


"Lebih baik kalian tidak menemukanku jika kalian hanya memperlakukan ku seperti ini." Lu Yan memotong ucapan Qin Xiao dengan sinis, "Aku tau kau kesal karena aku muncul tapi tenang saja aku tak ingin menjadi bagian Keluarga Qin kalian."


"Aku paham kau tidak dibesarkan dengan baik tapi tak ku sangka kau seburuk ini." Ucap Yi Feng kecewa, "Aku bersimpati padamu."

__ADS_1


"Kau mencurigai ku!." Lu Yan berucap dengan keras, "Benar kan? Kau tidak memberiku sepeserpun uang, karena kau takut aku mungkin akan cepat menghabiskannya karena aku miskin. Tidak melakukan perayaan ketika aku ditemukan karena kalian tidak percaya padaku."


"Dimata kalian aku hanya anak hilang yang dibesarkan dengan buruk. Yang ku punya hanyalah sifat jahat, kalian takut aku menganggu keluarga Qin kalian. Pesta itu..." Lu Yan berhenti sejenak dan tersenyum miring, "Jika aku tak salah kalian ingin aku memperlihatkan sifat buruk ku pada semua orang."


"Kalian ingin merendahkan ku. Mengatakan pada semua orang, 'Ini anak yang hilang itu, dia tumbuh tanpa pengawasan kami. Jadi kami tidak bertanggung jawab apapun padanya.' Tidak ada yang menyalahkan keluarga Qin karena punya seseorang seperti aku. Yi Feng benar kan?." Tanya Lu Yan lagi.


Qin Yi Feng diam tak mengatakan apapun, itu benar. Kakeknya memang merencanakan seperti itu tapi dirinya tidak.


Masalah uang? Sepertinya dirinya harus menyelidiki lagi.


Hanya sedikit uang bahkan jika itu seluruh hartanya, Yi Feng rela memberikan nya pada adik yang baru ditemukan ini.


"Terserah apa yang kau katakan, tapi Lu Yan aku tulus padamu."


.....


Lu Yan, Qin Xiao dan Yi Feng masuk kedalam restoran yang sepi. Bukan sepi, tapi memang dikhususkan untuk tamu penting hari ini.


Dan tamu penting itu...


"Yi Feng, apa ini?." Tanya Lu Yan melihat Zhang Wei Yuan yang duduk didepan Kakeknya.


"Xiao Yan, apa kau tidak merindukanku?." Wei Yuan berucap dengan senyum tak tau malu.


Yi Feng tak menjawab dan mendorong Lu Yan duduk.


"Kakek, apa yang ingin kakek lakukan?." Tanya Qin Xiao dan duduk didepan Wei Yuan.


"Tentu saja untuk membicarakan ulang tentang pertunangan." Jawab Wei Yuan dengan mata yang tak lepas dari Lu Yan.


Pertunangan?


"Apa maksudnya?." Tanya Lu Yan menatap Yi Feng, ia beranjak berdiri dengan seringaian tajam, "Jadi ini maksudmu?."


Lu Yan memukul meja dengan kuat, "Kau ingin aku bertunangan?."


"Lu Yan jangan terlalu percaya diri, ini tentang pertunangan ku dengan Tuan Zhang." Ucap Qin Xiao


Zhang Wei Yuan yang terus tersenyum mengernyitkan keningnya, "Kau tidak salah, namun tampaknya kau menganggap aku akan menikahi mu? Tidak, aku hanya ingin Lu Yan."


"Lu Yan, bisakah kau tenang?." Ucap Kakeknya.


Lu Yan kembali duduk, ia menyilangkan tangan nya dibawah dada sambil memejamkan matanya, "Katakan."


"Tunggu seseorang." Ucap Kakeknya.

__ADS_1


Lu Yan terus memejamkan mata, ia bahkan hampir tertidur menunggu seseorang itu.


"Ouh Maaf, apa aku terlambat?."


__ADS_2