Rose Life : Kehidupan Setelah Keputusasaan

Rose Life : Kehidupan Setelah Keputusasaan
Tidak akan mengecewakan


__ADS_3

"Maaf tidak memperkenalkan diriku sebelumnya. Aku Cai Xu Da, Asisten yang dikirim Nona Ye untuk membantumu."


Lu Yan mengernyitkan dahinya, "Nona Ye? Aku sama -"


Lu Yan berhenti berucap dan tersadar bahwa keluarga yang mengurus penginapannya adalah keluarga Ye.


Ia pun mengangguk paham lalu menatap Yi Heng, "Yi Heng terimakasih atas bantuanm u."


"Tidak perlu berterimakasih, aku adalah Kakakmu jadi sudah tugasku." Ucap Yi Heng lalu melanjutkan, "Jika kau butuh bantuan apapun segera hubungi aku."


Lu Yan tersenyum, mendengar ucapan Yi Heng hatinya terasa menghangat. Setidaknya dia punya orang yang dapat diandalkan.


"Kalau begitu aku tidak akan sungkan."


"Tentu, tentu." Ucap Yi Heng lalu mengelus pelan kepala Lu Yan, ia lalu menatap Cai Xu Da, "Karena kelihatannya kau ada urusan lain, aku akan pergi."


"Tuan muda Cai, jaga adikku baik-baik." Ucapnya menepuk pundak Cai Xu Da dan pergi dari tempat itu.


"Kau mengenal Yi Heng?."


"Dia? Kami saling mengenal."


Yah, di lingkaran atas tentu saja harus saling mengenal namun mengingat panggilan 'Tuan' dari Yi Heng tampaknya Cai Xu Da juga bukan orang sembarangan.


"Mari kita mengobrol di Kamarku."


....


"Jadi bukannya menemui ku dia malah mengirim orang untuk mengawasi ku?." Ucap Lu Yan dengan nada tak suka.


Jelas sekali maksudnya mengirim Asisten adalah untuk mencari tau tentang dirinya.


"Bukan, begitu Nona. Nona Ye hanya ingin membantumu." bantah Cai Xu Da


"Apa yang perlu dibantu? Lagipula aku tidak perlu asisten. Orang-orang disekitar ku sudah cukup baik dalan menjalankan tugas."


Cai Xu Da menggaruk rambutnya canggung, "Tapi Nona aku juga tidak bisa kembali. Aku sudah ditugaskan untukmu."


Sejenak Lu Yan diam lalu tersenyum kecil,  "Jika aku menerimamu apa kau akan mendengar seluruh perintahku?."


"Tentu saja nona. Jika ku menyuruhku ke timur aku tidak akan berani ke barat." Ucap Cai Xu Da sungguh-sungguh.


"Baiklah aku menerimamu."


Xu Da menghela nafas lega, ia kira akan sulit meyakin-


"Kalau begitu tugas pertama mu adalah kembali dan bilang pada Nona Ye bahwa aku tidak suka di awasi dan juga seorang pelayan tidak perlu bersikap seperti tuan."


Seketika Xu Da menahan nafas nya dan menelan saliva. Ternyata memang sulit. Nona ini bukan orang biasa.


Dirinya yang ingin membantahpun terdiam ketika mendapat tatapannya.


Namun saat tadi kenapa dia begitu menyedihkan?

__ADS_1


"Kau tidak menjawab?." Ucap Lu Yan tegas.


"Baik, aku akan melakukannya."


"Lalu jangan pernah muncul di depanku kecuali aku panggil. Jika tidak kau harus merasakan hukuman dariku."


"Baik aku akan melaksanakannya."


..._&_&_...


Lu Yan mengemasi barang-barangnya, besok dia harus kembali pulang dan mulai rencana bisnis nya.


Dia tidak bisa bermain-main lagi.


"Nona." Panggil seseorang di depan pintu.


Lu Yan segera membuka pintu menampilkan sosok A'ming dan Hong Li.


"Nona, kenapa kau memanggilku Juga." keluh Hong Li ketika kemarin malam Lu Yan tiba-tiba menyuruh nya ke kota C.


Mata Lu Yan menyipit tajam, "Kau ingin makan gaji buta?."


"Ah itu." Hong Li tak menjawab, yah dia memang tidak melakukan apapun setelah preman itu tidak lagi muncul.


"Lalu apa yang harus ku lakukan disini?". tanya Hong Li.


"Pertama." Lu Yan menunjuk barang-barangnya, "Kalian berdua segera kemas itu dengan rapi."


"Nona ingin pulang?." tanya A'ming membuat Lu Yan memukul dahinya, dia lupa memberitahu A'ming.


Tangan Hong Li berhenti bergerak dan menatap Lu Yan tak adil, "Lalu bagaimana denganku? Kau memanggilku hanya untuk membereskan ini?."


Lu Yan memukul bahu Hong Li, "Aku tidak sebodoh itu untuk membuang uang. Setelah ini kau akan tau."


Setelah mengemasi semua barangnya, Lu Yan bersama A'ming dan Hong Li menuju ke rumah miliknya.


Perjalanan yang cukup jauh namun itu bagaikan sekedip mata bagi Lu Yan karena sedari tadi ia banyak pikiran.


Menghidupi puluhan anak, menurutnya kapan uang itu akan berpulang?


Ia lagi-lagi menghela nafas pelan.


"Bos kita sampai." Ucap A'ming membuka pintu.


Lu Yan turun namun ia menghadapi situasi yang membuat hatinya sedikit senang dan melupakan masalah uang.


"SELAMAT DATANG BOS." Junjie bersama teman-temannya berbaris rapi menyambut Lu Yan.


Dejavu


Lu Yan teringat bagaimana Prajurit nya menyambutnya dengan penuh semangat.


"Bos, apa bos akan bermalam disini?." Tanya Junjie sopan.

__ADS_1


"Bermalam disini saja bos, kita akan mengadakan pesta." Ucap Feng Ru.


Tanpa disuruh pun Lu Yan memang akan menginap semalam disini sebelum pergi.


Namun untuk pesta, "Pesta apa?."


..........


Suasana dimalam hari penuh dengan kemeriahan, Junjie dan yang lainnya membuat api unggun dan duduk berkeliling.


Beberapa orang lainnya membakar ayam dan sosis untuk dimakan.


Mereka adalah kumpulan anak SMA dan anak jalanan yang mungkin dikenal nakal.


Tapi mereka masih bisa diubah, mereka hanya tak tau jalannya. Jadi, Lu Yan datang memberikan jalan untuk mereka.


Junjie memandangi Lu Yan yang tersenyum simpul memandangi mereka, ia lalu teringat ucapan A'ming sebelumnya.


Lu Yan terlahir kaya namun tidak hanya tidak menikmati kekayaannya ia juga hidup dalam kesulitan.


Bahkan setelah bertemu keluarga aslinya pun dia hanya di cemooh dan dipandang hina.


"Bos, apa aku boleh bertanya sesuatu?" Tanya Junjie.


"Tanya saja apapun."


"Kenapa kau membantu kami? Kau bahkan memanggil Master Hong Li untuk mengajari kami." Ucap Junjie membuat Lu Yan tersedak karena ingin tertawa.


Master Hong Li?


Lu Yan menatap Hong Li, yah kalau dia dalam mode diam dia bisa disebut master.


"Sejujurnya aku tidak membantu kalian. Bukankah kita saling memanfaatkan?."


Mereka semua terdiam menatap Lu Yan, jika saling memanfaatkan bukankah tidak seimbang?


"Kau terlalu banyak memberikan sedangkan kami belum memberikan apapun." Ucap Junjie penuh rasa malu, sebelumnya ia kesal pada Lu Yan dan menganggapnya anak orang kaya yang manja dan boros.


Namun bagian dari dia manja? Dia boros? Memang, tapi dia juga memikirkan mencari yang lagi.


"Aku ingin kalian sekolah dengan baik, hidup dengan baik dan memiliki masa depan yang baik. Tentu saja kalian juga harus bekerja dengan baik dan berlatih. Aku akan membutuhkan kalian cepat atau lambat."


Lu Yan menghela nafas pelan, "Aku harap kalian tidak mengecewakanku."


"Nona tenang saja, kami tidak akan mengecewakanmu."


Lu Yan bisa tenang sekarang, Junjie memang dapat ia percayai.


"Panggil saja aku Lu Yan. Kita bisa berteman."


"Lu Yan, aku akan bekerja dengan baik jadi semua yang kau berikan pada kami akan kembali dengan cepat."


Lu Yan tersenyum simpul, Junjie benar-benar mengerti pikirannya.

__ADS_1


"Walau begitu aku juga harus memperingatkan beberapa hal. Pertama Jangan menindas dan mengambil uang orang lemah jika bisa bantu dia. Kedua jangan mengangguk seorang gadis apalagi melecehkannya. Jika kalian melakukannya siap-siap saja menjadi samsak Hong Li."


__ADS_2