Rose Life : Kehidupan Setelah Keputusasaan

Rose Life : Kehidupan Setelah Keputusasaan
Pemimpin Grup ZY


__ADS_3

Lu Yan mengedipkan matanya beberapa kali, ia ingin bangun namun mata nya terasa sangat berat.


Samar-samar ia melihat seorang pria yang keluar dari Walk in closet nya lalu menatapnya.


Namun Lu Yan tidak menganggap itu apa-apa dan menutup matanya lagi.


1 detik, 2 detik, 3 detik.


Qin Lu Yan beranjak duduk secara tiba-tiba dan menatap pria yang kini memegang gagang pintu, hendak keluar dari kamarnya.


"Yakkkk." Lu Yan menunjuk Wei Yuan hingga dia terdiam.


Lu Yan beranjak berdiri dan mendekati Wei Yuan dengan raut wajah tak percaya, "Hei... Kau.. Kau... Bagaimana bisa kau masuk kedalam kamarku?."


"Tentu saja dengan membuka pintu." Jawab Wei Yuan santai.


Mendengar jawaban nya, Lu Yan berdecak kesal, "Kenapa kau masuk ke kamar ku, dan-" Lu Yan menatap kemeja yang dipakai Wei Yuan, ia memegangnya lalu berjalan menuju lemari besarnya.


Beberapa perhiasannya ada di sana dan Lu Yan khawatir bahwa 'Pria tak dikenal' itu mencurinya.


Memeriksa bahwa tidak ada satupun barang hilang, kecuali kemeja yang dia pakai semua baik-baik saja.


Lu Yan kembali lalu mendorong Wei Yuan keluar dari kamarnya, "Kau sungguh tidak sopan, Apa yang kau lakukan di kamarku?."


"Aku mandi dan meminjam bajumu." Ucap Wei Yuan.


"Meminjam bajuku? Benar... Kenapa kau harus memakai bajuku?."


"Tidak mungkin aku tidur dengan bertelanjang dada." Balas Wei Yuan.


"Bertelanjang dada apa? Bukankah tubuh mu semua diperban."


Wei Yuan tersenyum tak percaya, gadis ini sama sekali tidak memiliki otak, "Kau membungkus seluruh tubuhku dan menjadikanku mumi? Begitu? Aku hanya terluka dibeberapa bagian namun kau membalut seluruh tubuhku dengan perban."


"Tidak semuanya, hanya bagian atas saja." Balas Lu Yuan, ia kemudian melanjutkan, "Lagipula kenapa kau menyusahkan ku? Tiba-tiba muncul di depan mobilku."


Tin tin tin


Suara bel berbunyi, dengan malas dan masih dengan menatap tajam Wei Yuan, Lu Yan berjalan membuka pintu.


"Kau datang." Ucap Lu Yan dan mempersilahkan Li wei dan Ouyang Hong masuk.

__ADS_1


"Bos, kau beruntung aku bangun pagi dan melihat pesan mu. Jika tidak kau pasti akan bolos hari ini." Ouyang Hong berucap dengan bangga lalu memberikan bungkusan yang berisi seragam yang sebelumnya Lu Yan minta tadi malam.


"Aku beruntung?." Ucap Lu Yan lalu memukul pelan kepala Ouyang Hong, "Bukankah kau yang beruntung? Hanya bolos sekolah saja, aku bahkan berharap kau tidak datang."


Ouyang Hong menyengir lebar dan mengangguk, ia kemudian melihat Wei Yuan dan menunjuk nya lalu menatap Lu Yan, "Bos... Kau.. Kau."


Lu Yan memegang jari Ouyang Hong dan memelintirnya, "Jangan berpikiran yang bukan-bukan."


"Hei, di mana A'ming?." Tanya Lu Yan pada Wei Yuan.


"A'ming? Maksudmu pria besar itu?." Tanya Wei Yuan pura-pura tak tahu.


Lu Yan mengangguk.


"Dia..." Wei Yuan berucap dengan ragu-ragu kemudian ia menunjuk ke pintu, "Itu dia."


"A'ming kau dari mana saja?." Tanya Lu Yan.


A'ming menunjukkan dua kotak makan, "Aku membelikan makanan untuk Nona."


"Kenapa kau tidak meminta izin dulu? Kau tau dia masuk kedalam kamarku." Protes Lu Yan.


"Maaf Nona." Ucap A'ming kemudian melanjutkan, "Tapi Nona tenang saja, dengan keadaannya itu dia tidak bisa menganggu Nona."


"Baik."


....


Lu Yan segera bersiap ke sekolah, ia mandi dan juga berganti baju. Untuk tas? Dia melupakannya, tas nya ada di hotel, serta sepatu sekolah nya juga di sana.


Lu Yan keluar dari kamarnya sambil mengikat rambut, namun kemudian ia terdiam kaku melihat beberapa ah tidak sepertinya ada puluhan pria berpakaian hitam sedang berdiri di setiap sudut rumahnya.


Ia kemudian melihat Ouyang Hong, Li Wei dan juga A'ming yang duduk dengan wajah kaku.


"Bos, pria itu..." Ouyang Hong menarik Lu Yan duduk disebelahnya, "Bos kau tau pria itu Zhang Wei Yuan?."


Lu Yan menggeleng dan bangkit berdiri, ia menatap pria berkacamata yang tampak seperti pemimpin mereka, "Kau siapa?."


"Perkenalkan Nona saya Sekretaris Gao."


"Kenapa disini?." Tanya Lu Yan lagi.

__ADS_1


"Untuk menjemput ku." Ucap Wei Yuan dengan pakaian yang sudah berganti.


Ia menatap Wei Yuan dengan pakaian sekolah dengan senyum tipis, "Kau akan sekolah?."


"Em, mau ku antarkan?." tanya Wei Yuan lagi.


"Tidak perlu." Lu Yan menatap Ouyang Hong menyuruhnya berdiri lalu menatap Wei Yuan, "Silahkan pergi dari rumahku, aku akan sekalian mengantarmu ke depan."


"Baiklah, ayo sekretaris Gao."


_&_&_


"Katakan padaku siapa Zhang Wei itu? Kenapa kau bisa begitu takut padanya?." Tanya Lu Yan dengan jengkel.


"Bos kau tidak tau?." Ucap Ouyang Hong kemudian mulai menjelaskan, "Dia Pemimpin grup ZY, termasuk salah satu dari 10 orang terkaya di negera ini. Hiburan, Resto, Hotel, Bandara, perusahaan nya hampir memasuki semua bidang. Kekayaan dan kekuasaan nya tidak main-main. Ayahku dibandingkan dengannya hanya seekor semut."


"Lalu bagaimana dibandingkan dengan Qin Yi Feng itu?."


Ouyang Hong menggelengkan kepalanya, "Yi Feng hanya direktur di perusahaan nya, pemimpin nya tetap Kakek mu, jadi.. Dia tidak ada apa-apanya."


Lu Yan mengangguk pelan, orang yang begitu mengerikan seperti ini pasti memiliki musuh. Pantas saja kemarin malam dia dikejar.


"Ouyang Hong, untuk mendapatkan kekayaan seperti itu apa yang harus kulakukan?."


"Aaa?."


_&_&_


Wei Yuan tersenyum tak percaya sambil meletakkan jasnya, "Qin Yi Feng saat ini sedang mencari berlian hitam untuk hadiah Qin Xiao, tidak tau apakah dia tau bahwa adiknya memiliki hal itu?."


"Sekretaris Gao, apa kau tau apa yang kutemukan di sana?." Tanya Wei Yuan menatap Sekretaris Gao.


"Berlian?."


"Itu hanya salah satunya, tidak hanya berlian tapi lemarinya juga berisi barang-barang mewah. Menurutmu apakah Qin Yi Feng sangat berbaik hati seperti itu pada adik yang baru ia temui?."


Sekretaris Gao terdiam sejenak kemudian mulai menjawab, "Dari yang saya ketahui dia tidak akan melakukan hal itu."


"Kau benar, lalu bagaimana dia bisa mendapatkan itu semua? Apartemen adalah miliknya, berlian dan perhiasan, bahkan Ouyang Hong pun memanggilnya bos. Sekretaris Gao, menurutmu bagaimana dia tadi? Bukankah tidak seperti orang yang dirundung?." Tanya Wei Yuan dan diangguki setuju oleh Sekretaris Gao.


"Dari tatapan nya terlihat bahwa dia bukan penakut, jelas bukan tipe orang yang pasrah menerima perlakuan itu. Untuk bagaimana dia mendapatkan hal itu semua, aku akan mulai menyelidikan nya lagi." Ucap Sekretaris Gao.

__ADS_1


Wei Yuan mengangkat tangannya, "Kita mungkin harus sedikit waspada dengannya. Kurasa ada seseorang dibelakangnya, jadi jangan bertindak gegabah."


__ADS_2