Rose Life : Kehidupan Setelah Keputusasaan

Rose Life : Kehidupan Setelah Keputusasaan
Dewa Ly


__ADS_3

Lu Yan, Ouyang Hong, A'ming dan juga Hong Li memasuki sebuah gedung besar.


Didalamnya dipenuhi oleh banyak orang dengan penampilan yang kuat.


"Ouyang Hong ada berapa peserta hari ini?."


Ouyang menatap ponselnya lalu menjawab, "Awalnya ada 70 orang namun kemudian hanya tinggal 48 orang."


"Kenapa?."


"Mereka mundur ketika mendengar bahwa Hong Li juga ikut." Jawab Ouyang Hong.


Lu Yan tersenyum kecil, mereka bahkan sudah menyerah sebelum memulai.


Hong Li dan A'ming juga ikut dalam pertandingan ini, namun Lu Yan berharap bahwa ia tidak akan berhadapan dulu dengan mereka.


"Bos kita cari tempat duduk." Ouyang Hong menarik Lu Yan, mereka duduk di dekat arena pertandingan yang sangat besar.


Setengah jam lagi akan dimulai, dan kebanyakan dari mereka sekarang sedang pemanasan.


Jika ada 52 peserta maka akan diadakan 26 pertandingan sekaligus. Hingga menyisakan 26 baru kemudian 13 pertandingan. Puncaknya adalah jam 11 malam nanti.


Setiap selesai pertandingan maka akan ada jeda 30 menit. Setidaknya dalam 1 hari jika sampai final maka dia harus melawan sampai dengan 5 orang.


Ini benar pertandingan yang melelahkan. Dan yang menang adalah yang terkuat dari yang terkuat.


Mereka tidak hanya harus mengalahkan lawannya tapi juga harus menyimpan energi untuk lawan selanjutnya.


Selamat datang semuanya.


Pertandingan akan dimulai, para peserta diharapkan untuk naik ke atas arena.


Lu Yan menatap sekitarnya, ia harus melawan siapa?.


"Bos ini..." Ouyang Hong datang dengan nafas tersengal-sengal dan memberikan nomor Lu Yan.


"Bos kau melawan nomor 46."


Lu Yan menatap kertas nomor yang ia pegang, nomor 45. Beberapa orang sudah naik keatas arena dan menemukan lawannya.


Lu Yan juga naik dan segera ia menemukan lawannya, namun melihat lawannya ia sedikit kecewa.


Tidak sampai 10 menit ia bahkan bisa mengalahkannya.


Level kekuatannya hanya biasa namun kelihatan nya ia punya kesombongan yang luar biasa.


"Hei pria kecil, jangan menangis ketika aku pukul."


"Kau juga jangan menangis." Balas Lu Yan.


Wasit memberi aba-aba dan pertandingan pun dimulai.


Lu Yan diam dan melihat pria itu sudah mengambil posisi.

__ADS_1


Ia mulai mengayunkan tangannya mencoba memukul Lu Yan, namun semuanya dapat dihindari dengan mudah.


Tubuhnya kecil dan dia juga sangat gesit, pukulan yang diarahkan nya juga pelan, "Membuat mengantuk saja." ucap Lu Yan sedikit menguap.


"Kau..." Pria itu menatap Lu Yan tajam, ia mulai serius dan mengerahkan semua kekuatannya.


Dan Lu Yan hanya terus menghindar hingga kemudian ia terkena pukulan karena kecerobohannya.


Sudut bibirnya berdarah karena pukulan itu, Lu Yan yang juga sudah bosan bermain ia balas memukul pria itu.


Pukulan pertama, kedua, ketiga, tidak ada yang melesat. Ia juga menjegal kakinya dan menahannya dibawah.


"Kau cukup buruk." Ucap Lu Yan dan terus menekan pria itu.


Pria itu berusaha lepas dari kuncian Lu Yan, namun percuma.


Hingga beberapa menit ia kemudian mengaku kalah.


Lu Yan bangkit berdiri, ia kemudian turun dari Arena. Ia orang pertama yang menyelesaikan pertandingan ini.


Ia kemudian menatap ke tempat dimana Hong Li bertanding, lawannya tak kalah kuat dengannya begitu pula dengan A'ming.


Lu Yan mengernyitkan alisnya kemudian menyadari sesuatu.


Level nya adalah perunggu dan kemungkinan lawannya juga berada di level perunggu.


Pantas saja dia mendapat nomor rendah.


"Bos kau sangat hebat." Ucap Ouyang Hong dan memberikannya sebotol minuman.


"Itu karena bos hanya bermain beberapa kali, setelah itu kau tidak pernah datang lagi." Balas Ouyang Hong.


"Memang nya aku punya waktu? Aku bahkan harus berurusan dengan matematika itu."


Ouyang Hong menggelengkan kepalanya, "Kasihan..."


"Selanjutnya masih sama, bos harus berhadapan dengan nomor 47." Ucap Ouyang Hong.


"Itu hal mudah."


....


Lu Yan sudah berhadapan dengan 3 lawan dan ketiga nya bukan tandingan Lu Yan.


Ia menjadi perbincangan saat ini karena menjadi yang pertama turun dari arena.


"Siapa LY itu bukannya dia hanya ditingkat rendah?."


"Dia hanya beberapa kali datang bertanding namun semua pertandingan yang ia lakukan sangat mengesankan. Hari ini pun begitu mengesankan."


"Seperti yang diharapkan dari Dewa Ly." ucap Pria A.


"Tidak sampai disebut Dewa, dia bukan apa-apa." Balas temannya.

__ADS_1


"Apa maksudmu, dia bahkan pernah melawan Hong Li. Dia hanya beberapa kali bertinju namun melawan Raja tinju, walau hasilnya tak diketahui tetap saja dia hebat. "


"Benarkah?." Ucap temannya tak percaya.


Pertandingan yang menakjubkan, selanjutnya hanya tinggal 2 pertandingan lagi. Dan satu yang mengejutkan jagoan baru LYYYYYYY....


Tidak hanya tubuh nya yang kecil dan levelnya yang rendah namun ia dapat mengalahkan lawannya dengan mudah.


Kali ini dia akan bertanding melawan A'ming.


Mari kita lihat siapa dari mereka yang akan maju ke babak semifinal.


Lu Yan menghela nafas pelan, setelah 2 pertandingan sebelumnya tentu saja kali ini dia harus melawan A'ming.


Lu Yan menatap A'ming dengan senyuman miring, "Kita bertarung lagi."


"Em, dan kali ini aku yang akan menang." Ucap A'ming.


"Jangan berharap apapun." Balas Lu Yan dengan seringainya.


Mereka berdua saling menatap tajam, di bawah arena mereka adalah atasan dan bawahan, namun di atas arena mereka adalah lawan.


Tidak ada rasa segan dan takut melukai, A'ming mengerti Lu Yan dan Lu Yan juga mengerti A'ming.


Mereka berdua tidak suka diremehkan, jadi keduanya akan bertarung dengan segala kemampuan.


A'ming menyerang terlebih dahulu, tidak seperti sebelumnya Lu Yan tidak menunggu serangan bertubi-tubi lawannya sekarang dia langsung balas menyerang.


Ia agak lelah dan ingin segera menyelesaikan pertandingan.


"Pukulan mu terlalu lemah." ejek A'ming.


"Untuk orang lemah sepertimu tidak perlu pukulan yang kuat." Ejek Lu Yan balik.


"Aku akan mengalahkan mu." Mata A'ming bertekad, ia sebelumnya telah kalah. Kali ini dia benar-benar mengerahkan segala kemampuannya untuk menang.


Jika dia kalah maka dia akan terus merasa tak pantas melindungi nona nya. Ya, walau Nona itu didepannya dan sekarang menjadi lawannya.


"Kau terlalu terburu-buru A'ming." Lu Yan menyambut pukulan A'ming, ia memelintir tangan A'ming lalu membanting tubuhnya, "Karena matamu yang seperti itu, aku jadi menyelesaikannya dengan cepat."


"Kau pantas menjadi pengawalku, jangan pernah berpikir sembarangan lagi." Ucap Lu Yan sebelum kemudian A'ming pingsan.


"Aku terlalu keras membantingnya." Ucap Lu Yan sambil menggaruk rambutnya yang tak gatal.


Pemenangnya LYYY.


.....


"Bos kau terlalu kejam." Ucap Ouyang Hong memberikan handuk pada Lu Yan dengan mata yang masih menatap A'ming.


Ia menelan saliva lalu menatap Lu Yan, "Bos selanjutnya kau harus melawan Hong Li."


Lu Yan menaikkan alisnya dan mendesah pelah, "Setelah A'ming aku harus melawan Hong Li."

__ADS_1


"Benar-benar menyusahkan."


__ADS_2