
"Kau ingin pindah?." Tanya Qin Yi Feng ketika melihat Qin Lu Yan yang sedang membereskan barangnya.
Lu Yan melirik Yi Feng sekilas dan mengangguk, "Aku tidak nyaman disini."
"Jadi kau akan kemana?."
Qin Lu Yan terdiam, benar juga. Tidak mungkin dia akan mengatakan bahwa dia akan pindah ke apartemennya, dia pasti akan berpikir bagaimana Lu Yan mendapatkan semua uang itu.
Dan satu-satunya jawaban yang ia pikirkan mungkin, 'Lu Yan menjual tubuhnya'. Aishh ini benar-benar mengesalkan, namun...
"Aku akan kembali ke rumah." Jawab Qin Lu Yan, dia akan pulang ke rumah orang tua angkat nya sebagai alasan.
Dan Yi Feng pasti tidak akan bertanya lagi.
"Aku akan mengantarmu jika kau benar-benar ingin pulang ke sana." tawar Qin Yi Feng membuat Qin Lu Yan kesal, ada apa dengannya? Kenapa dia sekarang terlihat seolah-olah sangat peduli padanya?.
"Tidak perlu, Ouyang Hong akan mengantarku." Tolak Qin Lu Yan.
"Ouyang Hong? Aku sudah menyelidikinya, dia terlihat sangat murah hati padamu dan membelikan apa yang kau inginkan namun bukan berarti dia baik." Ucap Qin Yi Feng.
Lu Yan mencibir dengan pelan, membelikan apa? Semua barang itu ia beli dengan uang nya sendiri malah sebaliknya Ouyang Hong terkadang meminta atau meminjam uang untuk membeli sesuatu yang ia inginkan.
"Dia pria baik atau tidak, Tidak ada urusan nya denganmu." Ucap Qin Lu Yan, ia sudah selesai mengemas barang-barang nya dan akan melangkah keluar.
Namun Qin Yi Feng segera menghalangi jalan Lu Yan, "Dia memang tidak ada urusan nya denganku namun kau..."
Qin Yi Feng menyentuh dahi Lu Yan dengan ujung jarinya, "Kau adalah adikku, jadi semua urusan mu juga adalah urusanku."
Lu Yan mengepalkan tangannya erat, ia ingin sekali memukul Yi Feng namun ia segera menahannya dan tersenyum paksa, "Baiklah, kau antar kan aku."
"Seharusnya kau mengatakan itu dari tadi. Ayo."
_&_&_
Qin Lu Yan memandang Yi Feng dengan kesal, tapi setidaknya saat ke rumah orang tua angkat nya dia akan bisa membalas dendam.
__ADS_1
Seperti... Membiarkan Yi Feng mengurus mereka. Qin Yi Feng mungkin mendengar semua tentang nya namun dia tidak pernah melihat hal itu.
Jika mendengarnya mungkin dia hanya akan kesal namun ketika melihat anggota keluarga nya di rendahkan dia pasti akan marah.
Ini bukan tentang ikatan persaudaraan tapi harga diri keluarga. Betapa ketat nya pun persaingan di kerajaan, dan betapa banyak kebencian di istana seorang Pangeran pun akan marah ketika saudarinya direndahkan.
"Kita sudah sampai didepan rumahmu."
Qin Lu Yan membuyarkan lamunan nya dan menatap keluar. Benar, itu adalah rumahnya.
Lu Yan menatap Yi Feng sinis, dia mengetahui semua nya. Kapan aku bisa melakukan nya? Setengah tahun? Setidaknya dalam setengah tahun aku harus punya mata-mata.
Membuka bisnis menjual informasi, itu adalah hal yang selalu diinginkannya. Hanya saja istana begitu sangat ketat, menjadi Jenderal saja sudah beruntung untuknya.
"Kau masuk dulu, aku akan masuk setelah barang-barang mu diambil." Ucap Yi Feng.
Qin Lu Yan mengangguk patuh, ia segera keluar dari mobil dan melangkah menuju rumahnya.
"Aku sudah mengunjungi kalian 3 kali dalam satu minggu ini, namun dimana Qin Lu Yan."
"Tuan Peng, kami akan mengabari jika Lu Yan pulang. Saat ini dia ada kegiatan disekolah."
Orang tua angkat Lu Yan benar-benar tidak punya hati, tidak hanya tidak menyayanginya namun juga ingin menjualnya.
Tapi didepan Qin Yi Feng, siapa yang akan membeli siapa nantinya?.
"Aku pulang." Ucap Qin Lu Yan dengan suara pelan.
Mendengar Lu Yan muncul ibunya bergegas menariknya ke depan Tuan Peng, "Nah ini anaknya, Tuan Peng kau bahkan bisa langsung membawanya?."
"Tidak perlu upacara pernikahan, kau bisa langsung berikan kami maharnya." Ucap Ibunya dengan tak sabaran.
"Bu, apa yang kau lakukan?." Ucap Lu Yan pura-pura marah.
"Memberikan mu kehidupan yang lebih baik, kau bisa ikut dengan tuan Peng dan kau akan hidup enak." Ucap Ibu nya.
__ADS_1
Manis sekali? Hidup lebih baik baik? Cuih... Tidak tau malu.
"Aku tidak mau."
Ibu angkat nya menatap Lu Yan tajam, "Tidak mau. Kau tidak mau."
"Nyonya kau bilang dia mau." protes tuan Peng.
"Dia mau, dia akan mengikuti mu." Ucapnya pada Tuan Peng kemudian beralih pada Qin Lu Yan, "Lu Yan jika kau tidak mau mengikuti Tuan Peng maka aku akan..."
"Akan apa?." Potong Yi Feng yang tiba-tiba berada didepan pintu.
Dia tampak marah dan segera mendekati Qin Lu Yan lalu menarik Lu Yan ke belakangnya.
"Kau siapa?." tanya Ibu angkat Lu Yan, Ny Hui.
"Aku? Aku sekarang yang bertanggung jawab padanya."
Mendengar ucapan Yi Feng, Ny Hui berpikir bahwa pria didepannya adalah pacar Lu Yan.
Ia tersenyum sinis dan mengulurkan tangan nya, "Kalau begitu beri kami 300 ribu yuan baru aku akan mengizinkan kan nya menikah dengan mu?."
Yi Feng menaikkan alisnya, menikah apa? Lu Yan adalah adiknya.
"Yan'er kau tidak perlu tinggal disini lagi, kembali saja ke apartemen." Ucap Yi Feng kemudian menarik Lu Yan keluar, namun Lu Yan malah menahan nya, "Aku akan mengambil seragamku dulu."
Lu Yan berlari masuk kedalam kamarnya dengan cepat, ia ingat bahwa Lu Yan modern juga memiliki tabungan yang telah disembunyikan.
Mengambil seragam hanya alasan, namun alasan itu juga bukan sekedar alasan.
Lu Yan juga harus masuk sekolah, dan membalas perbuatan orang-orang jahat itu juga kan?.
Tiba-tiba Ny.Hui masuk kedalam kamar Lu Yan dan mengunci pintu ketika Yi Feng hendak menghentikannya.
Ny.Hui menatap Lu Yan marah dan mencibir, "Kau selama satu minggu menghilang telah menjadi wanita kaya? Memanfaatkan kecantikan? Dulu kau sok suci tak ingin menjual tubuh mu dan ingin bekerja keras, namun sekarang? Dasar licik, dan sekarang kau ingin pergi?."
__ADS_1
Lu Yan tersenyum miring dan menatap Ny.Hui tajam, "Aku? Aku tidak ingin pergi, karena kau masih ada disini dengan mulut jahat mu itu. Kau tau dia bukan priaku, tapi dia kakakku, kau bilang aku anak buangan? Tidak, Aku hanya anak orang kaya yang diculik. Aku tidak diinginkan? Tidak, mereka bahkan terus membujukku untuk kembali ke keluarga mereka."
"Orang kaya?." Ny Hui terdiam, ia tersenyum licik kemudian menampar dirinya sendiri dan berteriak, "Aiyyaaa hanya karena kau telah menemukan keluarga mu bukan berarti kau bisa membuang ibumu ini kan?."