Rose Life : Kehidupan Setelah Keputusasaan

Rose Life : Kehidupan Setelah Keputusasaan
Ke kota C


__ADS_3

"Sepertinya aku harus pindah ke SMA 1, Ouyang Hong bagaimana menurutmu?." Tanya Lu Yan pada Ouyang Hong yang sedang menyetir kembali ke tempat pertandingan.


"Terserah bos saja, lagipula bos punya kekuatan dan kekuasaan. Mereka tidak akan berani mengganggumu." Jawab Ouyang Hong.


"Namun setidaknya kau harus berhati-hati, di SMA itu ada banyak anak yang licik." Ucap Ouyang Hong kemudian ia menatap Lu Yan dari kaca mobil, 'Tapi... Kau juga tidak kalah licik dari mereka."


"Tampaknya kau sangat mengenalku, Ouyang Hong."


"Tentu saja bos." Balas Ouyang Hong bangga.


Drtttt


Suara ponsel bergetar, Ouyang Hong segera meminggirkan mobilnya dan mengangkat panggilan itu.


"Benarkah?."


"Kenapa?."


"Baik, baik aku mengerti. Terima kasih."


Setelah menyelesaikan panggilan itu, Ouyang Hong menoleh menatap Lu Yan dengan senyum lebar, "Bos kita menang!!."


Lu Yan mengernyitkan dahinya, "Maksudmu?."


"Chen Kun mengundurkan diri dari pertandingan, ku dengar adik nya meninggal. Kasihan sekali dia." ucap Ouyang Hong bersimpati, "Hanya adiknya satu-satunya alasan dia berjuang. Setelah adiknya meninggal, entah apa yang akan dia lakukan."


Lu Yan terdiam mendengar ucapan Ouyang Hong, jadi Chen Kun tidak punya keluarga lagi.


"Lalu sekarang kita pulang?." tanya Lu Yan.


Ouyang Hong mengangguk dan segera membelokkan mobil, "Chen Kun mengundurkan diri, Kau dan A'ming juga tidak ada di sana jadi sekarang semua sudah dibubarkan. Untuk hadiahnya mereka akan mengirim ke rekeningku."


"Ahh aku belum menyiapkan Koper untuk pergi besok."


"Besok kau akan kemana Ouyang Hong?."


Ouyang Hong menatap Lu Yan dari kaca, "Bukankah besok kita akan ke kota C?."


"Kita?." Lu Yan menggeleng, "Kau lupa? Hanya A'ming dan Hao ran."


"Apa?." Ouyang Hong membulatkan matanya dan menghela nafas sedih, "Selalu aku yang ditinggalkan."


_&_&_


Lu Yan bersama A'ming dan Hao ran telah sampai ke kota C, sebelumnya Yi Heng menyuruh agar langsung ke King's Hotel dan sekarang disinilah ia.


Lu Yan menyandarkan tubuhnya di sofa, ia kelelahan karena perjalanan dan menutup matanya beristirahat.

__ADS_1


"Lu Yan seperti nya ada masalah, aku akan menyusul A'ming." Ucap Hao ran ketika melihat A'ming yang tampaknya sedang berdebat dengan resepsionis.


Selama 10 menit mereka tak kembali, membuat Lu Yan membuka matanya dan melihat apa yang terjadi.


Hao ran dan A'ming menghampirinya dengan wajah masam.


"Ada apa?."


"Mereka tidak memberikan kita kunci bahkan tidak membiarkan kita memesan kamar." Ucap A'ming.


"Aku akan coba berbicara." Ucap Lu Yan dan menghampiri meja resepsionis.


"Bawahan ku tadi meminta kamar, kenapa tidak memberikannya?." Tanya Lu Yan.


Salah satu resepsionis menatap Lu Yan dengan tak ramah, "Maaf tapi semua kamar telah di pesan untuk tamu pesta ulang tahun Nona bungsu kami."


"Aku Qin Lu Yan, aku juga tamu di pesta itu." Ucap Qin Lu Yan.


"Ah benarkah?." Ucap nya kemudian ia menatap teman disebelahnya, "Carikan nama tamu Qin Lu Yan."


Lu Yan menatap keduanya lalu memutar matanya kesal, jelas mereka sengaja melakukan itu.


"Maaf no-"


"Tidak perlu lagi, aku akan pergi. Dasar Yi Heng, jika aku tau hal ini akan terjadi aku akan langsung mencari Hotel lain." Lu Yan berbalik kesal, ia kemudian memanggil A'ming dan Hao ran.


Mereka segera meninggalkan tempat itu dan memanggil taksi.


Tidak hanya tidak di jemput, ia bahkan diperlukan seperti ini.


_&_&_


Lu Yan bangkit dari tidur nya, ia melangkah malas dan membuka gorden.


Matahari sudah berada di atas kepala, ini sudah disiang hari, ia hampir saja lupa untuk membeli hadiah dan juga pakaian untuk ke pesta.


Kebetulan di depan Hotel terdapat sebuah toko yang menjual Pakaian mewah, dengan baju tidur dan sendal bonekanya ouh tidak lupa dengan tas selempang kecil yang tersampir di bahunya ia pergi keluar.


Walau ia suka berkelahi namun Lu Yan tetap perempuan. Ia menyukai boneka dan hal-hal yang imut juga.


Saat memasuki toko ia ditatap oleh para pelayan toko itu, namun tidak ada satupun yang menghampirinya.


Mereka hanya melihatnya sekilas lalu melanjutkan kegiatan mereka.


Hingga kemudian salah satu pelayan mengantar pelanggan nya pergi, ia menatap Lu yan dan tersenyum ramah, "Apa Nona pertama kali kesini?."


Lu Yan mengangguk, "Benar, aku ingin mencari gaun untuk ke pesta apakah ada?."

__ADS_1


Pelayan itu mengangguk lalu mempersilahkan Lu Yan masuk lebih dalam, ia kemudian menunjukkan tempat gaun berada.


"Nona bisa memilih nya..."


Lu Yan menatap Gaun-gaun namun kemudian ia berdecak kesal lalu memijit pangkal hidung nya, selalu seperti ini ia ingin membeli hampir semua gaun itu.


Namun dia tidak bisa terlalu boros.


Mendapatkan uang tidak mudah, namun menghabiskan nya hanya seperti membalik telapak tangan.


Sangat sangat mudah.


"Ada apa Nona?."


Lu Yan menggelengkan kepala lalu menarik sebuah gaun, "Pertama aku ingin gaun ini."


Pelayan itu tampak terkejut namun ia segera ia tersenyum kembali, "Selera Nona sangat bagus, gaun ini edisi terbatas. Namun untuk harga nya ini 70.000 Yuan."


"Ouhh ku kira harga nya di atas 100.000 Yuan." ucap Lu Yan tersenyum senang kemudian melanjutkan, "Aku akan ambil ini."


Lu Yan kemudian menatap lagi deretan baju itu lalu menatap pelayan yang melayaninya, "Apa kau bisa memilih gaun lain untukku? Setidaknya Carikan 4 gaun lagi."


"4 gaun? Kenapa Nona tidak memilihnya sendiri saja? Aku hanya takut pilihanku tidak sesuai selera nona." Ucap pelayan itu.


"Kalau begitu kau bisa merekomendasikan gaun yang cocok untukku?." Ucap Lu Yan lalu diangguki Pelayan itu.


"Untuk harga-"


"Setidaknya jangan gaun yang di atas 100.000 Yuan." Potong Lu Yan.


"Baiklah."


Pelayan itu mulai mengambil beberapa gaun dan menunjukkan nya pada Lu Yan, ia menjelaskan detail tentang gaun itu dan kecocokan nya dengan tubuh Lu Yan.


Lu Yan tersenyum puas, "Ada 6 gaun yang kau rekomendasikan, aku akan mengambil keenam nya dan juga yang sebelumnya."


"Nona, kau benar-benar ingin membeli ke tujuh baju ini?." Tanya pelayan itu dengan raut wajah menahan senang.


Lu Yan menggeleng, senyuman itu menjadi kaku namun kemudian Lu Yan tertawa kecil, "Aku juga harus mencari Sepatu ,tas, dan yang lainnya. Kau bisa merekomendasikan apapun yang menurutmu cocok untukku."


"Ngomong-ngomong siapa namamu?."


"Xinxin. " Jawab nya, kemudian ia memanggil temannya untuk membungkus gaun-gaun itu.


Beberapa saat kemudian seorang yang sepertinya atasan Xinxin menghampirinya, "Nona apa kau ingin aku menunjukkan yang lain?."


Lu Yan menatap Xinxin sekilas dan menggeleng, "Tidak perlu, Xinxin cukup baik."

__ADS_1


"Namun aku akan tetap menemanimu, tidak apa-apa bukan?." ucap manager toko itu.


__ADS_2