
Qin Yi Feng yang berada dikantornya membaca dokumen tentang Qin Lu Yan dari hari ditemukan, sekolah hingga teman-teman nya.
"Waktu ia diadopsi sama dengan tahun ia diculik, memiliki orang tua yang jahat dan teman yang terus merundung kehidupannya benar-benar penuh kesedihan." Ucap Qin Yi Feng sambil menggeleng pelan.
"Semasa sekolah dia selalu menjadi yang teratas, itu membuktikan bahwa dia pintar. Namun kenapa dia denhan lapang dada menerima semua perbuatan jahat itu?." Qin Yi Feng kemudian membuka lembar selanjutnya, "Ouh mencuri lembar ujian? Dia punya keberanian untuk itu? Ah sebenarnya dia bodoh pantas saja dia bunuh diri."
"Tuan saat menyelidiki Nona Qin kami menemukan ini." Ucap Sekretarisnya dan memberikan sebuah video yang memperlihatkan jalan sekitar jembatan.
"Apa ini?." Tanya Qin Yi Feng yang tak melihat sesuatu tentang Lu Yan.
"Tunggu sebentar." Ucap sekretarisnya lagi.
Qin Yi Feng kembali memandang Video itu kemudian sekilas memperlihatkan seseorang yang berpegangan dipagar jembatan di jatuhkan oleh salah satu gadis dengan seragam yang sama dengannya.
"Nona Qin tidak mencoba bunuh diri, tapi dia hampir dibunuh."
Qin Yi Feng mengepalkan tangannya, Qin Lu Yan dirundung sedemikian rupa maka masalah tentang pencurian tidak mungkin dia lakukan, "Orang-orang ini..."
"Apa tidak ada yang melaporkan?." Tanya Qin Yi Feng.
"Tidak, tidak ada yang peduli akan hal itu."
Qin Yi Feng mengangguk-angguk mengerti, "Lalu apa kau sudah mencari keberadaannya?."
"Belum, kami masih berusaha mencarinya. Namun Tuan bagaimana jika dia bukan Nona Qin?."
"Dia pasti benar Qin Lu Yan." Qin Yi Feng mengetuk jari-jarinya, mata menyipit tajam, "Mereka yang menyakiti adikku, segera bereskan."
_&_&_
Qin Lu Yan duduk bersila di atas kasur dan terus berpikir ia kemudian teringat jika Istana nya berjarak 9 jam maka..
Dengan cepat Lu Yan membuka Ponsel nya dan mencari tau kota yang ia tinggali saat ini adalah kota apa dimasa lalu.
Mengetahui tebakan nya benar Qin Lu Yan tersenyum lebar. Kota ini adalah kota yang sering ia kunjungi dimasa lalu.
__ADS_1
Qin Lu Yan sering kali pergi ke Kuil terpencil yang letak nya di bukit yang jauh dari pemukiman warga.
Ia melakukan itu untuk menghindar dari rencana-rencana jahat yang ditujukan untuk dirinya.
Dia juga sering kali mengubur emas dan barang-barang bawaan nya agar saat kembali ke istana ia tidak membawa banyak barang.
Saat ke kuil ayahnya akan melakukan pengaturan yang ketat dan membawakan nya banyak sekali barang, hingga bahkan dirinya harus merengek agar mengurangi barang bawaan.
Karena hal itulah Qin Lu Yan memilih mengubur hartanya agar saat kembali ke istana ia tidak membawa banyak beban dan saat kembali barang itu juga tidak akan hilang.
"Hari ini aku akan ke sana." Ucap Qin Lu Yan dan segera bersiap-siap.
Hari ini dia akan mengambil sedikit harta yang dikuburnya.
....
Qin Lu Yan memijit kakinya dan menyipitkan matanya karena matahari yang terik.
Jalan menuju bukit sungguh tidak mulus, mobil hanya akan mengantar nya ditepi jalan.
Memang bukit yang ia datangi bukan bukit yang akan banyak dikunjungi orang atau bahkan bisa dikatakan bukit yang tidak akan pernah dikunjungi.
Dulu kuil yang ia datangi terkenal memiliki aura jahat, jadi tidak ada yang berani. Mungkin sekarang Kuil itu telah menjadi sangat rusak.
Kuil itu juga memiliki aura jahat yang mana orang selain dia tidak akan berani datang.
Bahkan jika tidak ada Gurunya, Qin Lu Yan juga tidak akan terlalu berani untuk sering datang ke kuil itu.
Sudah dua kuil yang ia kunjungi dan hasilnya nihil dan ini adalah kuil ketiga yang ia datangi.
Ada banyak perubahan yang terjadi, hingga Qin Lu Yan harus memeriksanya satu persatu bukit yang memiliki kuil.
Ditengah perjalanan ia menemukan sekelompok orang yang tampak nya sedang melakukan sesuatu yang buruk jadi Qin Lu Yan mengintipnya.
"Mereka akan mengambil barang dalam dua jam. Kita juga akan kembali dalam dua jam."
__ADS_1
Setelah orang-orang itu pergi dan Qin Lu Yan merasa bahwa mereka tak akan kembali lagi, ia keluar dari persembunyiannya dan segera membongkar apa yang mereka kubur.
Sebuah peti besar mulai tampak, membuat Qin Lu Yan semakin penasaran akan isinya.
Dengan cepat Qin Lu Yan membuka peti itu dan tampak puluhan pistol didalam nya.
"Ini...?." Qin Lu Yan mengambil salah satu pistol dan mengamatinya, ia tau bahwa pistol itu bahkan lebih hebat dari panah namun untuk menggunakannya ia belum tau.
Yang ia tau dari ingatan sebelumnya bahwa pistol merupakan senjata bagus.
"Aku akan mengambil satu." Ucap Qin Lu Yan menyimpan pistol itu lalu juga mengambil peluru.
Setelah nya ia mengembalikan tempat itu seperti semula. Hanya satu buah pistol mereka tidak terlalu perhitungan untuk mengejarnya kan?
Bahkan jika ia dikejar juga hanya akan menganggap itu permainan yang seru.
Qin Lu Yan kemudian melanjutkan perjalanan nya dan kali ini ia beruntung, ia menemukan kuil yang ia cari.
Dengan semangat membara Qin Lu Yan langsung berlari menuju tempat dimana ia mengubur harta nya.
Ia mengambil kayu disekitar untuk menggalinya nya, setelah menggali selama hampir setengah jam tidak ada tanda-tanda harta nya akan kelihatan membuat Qin Lu Yan hampir saja menyerah.
Namun saat ia akan duduk, ia mulai melihat sebuah permata dan rasa lelah nya menjadi hilang.
Qin Lu Yan terus menggali, emas dan kotak perhiasan nya sudah mulai terlihat.
Koin emas yang ia kumpulkan mungkin tidak sampai sepuluh kilogram, namun tetap saja jika semua dijual ia akan mendapatkan uang yang banyak.
Segera Qin Lu Yan memasukkan harta nya kedalam tas, jika dijumlah dengan perhiasan nya juga maka berat nya hampir 12 kilogram.
Menuruni bukit dengan membawa beban yang berat dipundaknya membuat Lu Yan menghela nafas lelah.
Begitu melelahkan hidup di dunia modern berbeda dengan dunia lamanya. Ia memang sering pergi berperang namun itu lebih menguras otak nya daripada fisiknya berbeda dengan sekarang Tubuh lemah Qin Lu Yan juga membuat nya sering mengeluh ditambah betapa sulitnya hidup seorang diri.
Jika ia kembali maka Qin Lu Yan akan benar-benar bersyukur, walau setiap hari ada saja yang mengincar nyawanya namun mereka semua hanya menggunakan trik kecil yang mudah dihadapi.
__ADS_1
"Ah setelah mendapatkan semua uang aku akan merekrut pelayan." Ucap Qin Lu Yan ditengah perjalanan.