
Lu Yan membuka kembali matanya menatap seorang pria yang datang dengan penampilan tak rapi.
Dalam sekejap Lu Yan tau dia bukan orang yang baik, dia bahkan tak mau repot mengurus penampilannya.
Sebenarnya tidak hanya itu, aura nya yang gelap bahkan membuat Lu Yan ingin segera menjauh darinya.
"Ouh apakah ini Nona Qin Lu Yan yang menghilang itu?." Tanyanya.
Lu Yan tersenyum hambar, "Saat itu kau pernah melihatku. Jangan seakan-akan kau tak pernah."
Pria itu mengangguk dan segera duduk didepan Lu Yan, "Jadi apa yang terjadi? Kenapa kita dikumpulkan seperti ini?."
Lao Qin beranjak berdiri lalu membungkuk pada pria itu, "Sebelumnya aku ingin meminta maaf."
"Tuan Xiao pertunangan mu akan ditukar. Tidak apa-apa bukan?."
Tuan Xiao?
"Di tukar? Maksudmu aku harus bertunangan dengan Qin Xiao bukan nya Lu Yan?."
Lao Qin mengangguk.
"Kakek apa yang kau lakukan? Menukar?." Qin Xiao mengerutkan dahinya, ia tak ingin bersama Xiao Kai itu.
Dirinya sangat mengenal baik Xiao Kai, dia sangat kejam, suka memukul dan suka bermain wanita
Qin Lu Yan ini diambil kembali hanya untuk melakukan pertunangan dengan Xiao Kai namun sekarang itu malah dirinya.
Xiao Kai mengetuk-ngetuk jarinya dan tersenyum misterius, "Sebelumnya aku tidak masalah ingin bertunangan dengan siapa. Tapi Calon istri secantik ini aku Xiao Kai tidak mau melepasnya."
"Jika tidak ingin melepasnya sendiri maka aku akan memaksamu melepaskannya." Ancam Zhang Wei Yuan.
"Wei Yuan." Panggil Qin Xiao dengan nada kecewa, "Kau ingin menukarnya? Kenapa? Bukankah hubungan kita baik-baik saja?."
Zhang Wei Yuan memandang Qin Xiao datar, "Hubungan? Menurutmu kita pernah berhubungan?."
"Tapi kau-"
"Jangan katakan apapun." Ucap Lu Yan dengan wajah geram, "Aku tidak akan bertunangan dengan siapapun. Aku juga tidak mau hidupku diatur oleh orang lain."
"Hidupku adalah milikku sendiri. Dan kau Wei Yuan aku pikir kita bisa berteman namun seperti kita ditakdirkan untuk bermusuhan." Lu Yan berjalan pergi, Yi Feng segera mengejarnya lalu menariknya menuju ke tempat yang sepi.
Setelah mengecek tidak ada siapapun Yi Feng mulai berbicara, "Lu Yan, ini menyangkut tentang ibu."
"Lalu?." Balas Lu Yan seolah-olah tak peduli.
"Jika aku menolaknya Kakek dan Xiao Kai akan menyiksanya."
Lu Yan menaikkan alisnya, "Jadi Xiao Kai yang menahannya?."
__ADS_1
Yi Feng mengangguk, "Dia lebih kejam dari yang terlihat. Dia mengingkan pertunangan hanya untuk mengikat keluarga Qin."
"Lalu kau menginginkan ku sebagai talinya? Tidak mungkin." Ucap Lu Yan tak terima, "Lagipula bukankah ibu ku sudah meninggal? Kenapa tiba-tiba kau bilang ibu dikurung? Atau ini rencana mu untuk menuruti perjanjian ini?."
"Tidak Lu Yan, ini ti-"
"Sayangnya aku tidak punya hati. Untuk ibu yang bahkan sudah aku lupakan, aku tidak akan sudi melakukan itu."
PLAK
Yi Feng menampar Lu Yan dengan keras, mendengar perkataan kasar itu Yi Feng tidak bisa menahan tangannya, "Aku pikir kau hanya anak nakal yang butuh perhatian tapi ternyata kau sangat buruk."
Lu Yan terdiam sejenak, dadanya berdegup kencang, ia menatap Yi Feng dengan tak percaya, "Baik, aku pergi."
Tangan Yi Feng bergetar, ia tidak bermaksud menyakiti Lu Yan. Tapi ia bahkan tak bisa menghentikan Lu Yang yang pergi dengan perasaan marah.
Ia menutup matanya berusaha menenangkan dirinya. Kenapa? Kenapa adiknya sulit diatur?
Siapa yang mau adiknya menikah dengan orang jahat? Yi Feng juga tak mau.
Ia hanya ingin meminta agar Lu Yan mau menerima pertunangan itu agar Xiao Kai lengah dan dia bisa membebaskan ibunya.
Setelah itu Yi Feng akan membantu Lu Yan bebas dadi Xiao Kai.
Namun siapa sangka? Ia kira mereka bertemu untuk membicarakan tanggal pertunangan namun malah pertukaran?
Semua kacau.
Didepan restoran A'ming dan Ouyang Hong baru saja sampai namun Lu Yan yang sedang marah menatap tajam ketika mereka ingin turun.
"Segera pergi." Lu Yan masuk kedalam mobil dan menutupnya dengan keras, "Mereka benar-benar membuat ku marah."
"Nona kita kemana?." Tanya A'ming agak takut.
"Ke hotel." Balas Lu Yan.
A'ming langsung menjalankan mobilnya, padahal ia datang juga berniat untuk makan.
"Ouyang Hong, Organisasi itu bisa disewa untuk apapun kan?."
Ouyang Hong berpikir sejenak mencari maksud Lu Yan"Maksud Bos?."
"Itu pertandingan tinju yang aku ikuti juga punya semacam organisasi kan?"
Ouyang Hong mengangguk membenarkan, "Serikat agar-agar."
"Agar-agar?." Lu Yan tertawa pelan mendengar nama itu.
"Namanya Zhele Guild, diambil dari kata Jelly karena Pendiri nya suka makan Jelly." Ucap Ouyang Hong menjelaskan apa yang ia ketahui.
__ADS_1
"Sangat unik." Ucap Lu Yan memuji, "Lalu apakah aku bisa menyewa orang-orang mereka?."
Ouyang Hong mengangguk, "Karena Bos juga bagian dari Guild tentu saja bisa dengan harga murah pula. Diskon 10℅."
"Memangnya bos menyewa nya untuk apa?."
"Mencu- ah tidak aku hanya ingin membuat keributan." Jawab Lu Yan.
Ouyang Hong menaikkan alisnya, ia tak mengerti Bos nya ini.
"Segera hubungi dia, Aku akan membayar setidaknya 500 ribu Yuan."
"500 ribu Yuan?." Mulut Ouyang Hong menganga lebar, "Bos itu bukan jumlah yang sedikit, siapa yang ingin kau kacaukan?."
"Mereka juga menjual informasi kan?". tanya Lu Yan dan di angguki Ouyang Hong.
"Cari informasi tentang Xiao Kai, detailnya akan kukatakan setelah kau mengabari mereka."
"Xiao Kai?." Ouyang Hong menelan saliva nya, "Apakah Xiao Kai yang itu?."
"Apa maksudmu?." Tanya Lu Yan.
"Dia pernah di adili karena membunuh seseorang tapi karena kurangnya bukti akhirnya dia dibebaskan."
Lu Yan menghela nafas pelan, "Pokoknya target kita ada di tempatnya."
"Dan juga bagaimana dengan BOOMSLEVES?." Tanya Lu Yan dengan tatapan tajam ketika A'ming tidak melaporkan apapun padanya.
Dan setelah ditanya pun ia berkeringat seakan-akan itu hal yang menakutkan.
"Nona, sebaiknya kita tidak perlu mengganggu mereka." A'ming menelan saliva nya lalu menatap Ouyang Hong untuk mendukung ucapannya
"Bos Berandalan yang tinggal di jalanan dan tidak di didik dengan baik benar-benar mengerikan."
"Ouh benarkah?."
Ouyang Hong dan A'ming serentak mengangguk.
Lu Yan tersenyum lebar, merasa senang akan hal itu, "Kalau gitu pasti akan sangat menarik."
...
Setelah sampai di hotel Lu Yan rasa nya ingin langsung lari dan segera melemparkan diri ke kasur empuk.
Namun tampaknya itu hanya sekedar keinginan karena saat ia akan ke kamarnya seorang pelayan menghentikannya, "Nona Qin, seseorang ingin bertemu denganmu."
Lu Yan memegang dahinya lelah, semua orang sepertinya tidak bisa membiarkannya sendiri," Baiklah, dimana dia?."
"Di ruang tamu." Ucap Pelayan itu dan mempersilahkan Lu Yan ke ruang tamu.
__ADS_1
"A'ming kau bisa ke kamar mu, aku dan Ouyang Hong akan melihat tamu."
Setelah mengatakan hal itu Lu Yan menuju ruang tamu, ia menaikkan alisnya melihat orang yang dia kenal.