Rose Life : Kehidupan Setelah Keputusasaan

Rose Life : Kehidupan Setelah Keputusasaan
Mendapatkan uang.


__ADS_3

"Bos aku ingin menjual emas." Ucap Qin Lu Yan yang kini berada disebuah toko emas yang cukup besar.


Setelah mengambil harta karun nya ia beristirahat sebentar di hotel kemudian pergi membawa sekitar dua kilogram emas untuk dijual.


Ia akan menjual nya sedikit demi sedikit agar tidak dicurigai.


"Mana emasnya?."


"Jumlah nya banyak apa bisa?." tanya Qin Lu Yan lagi dan mendapat tatapan datar bos toko.


Qin Lu Yan kemudian berbisik pada bos itu, "Emas nya sekitar dua kilogram."


Bos itu menjauh dari Qin Lu Yan dengan raut wajah terkejut, "Kau tidak bercanda kan?."


"Apa aku terlihat seperti orang yang akan bercanda?." Tanya Qin Lu Yan balik.


"Baik, baik. Tapi aku akan kedalam dulu, kau tunggu disini." Ucap Bos toko itu dan masuk kedalam sebuah ruangan.


Qin Lu Yan menunggu dengan sabar, tak lama kemudian seorang kakek tua yang menemani istri nya menyapa Qin Lu Yan.


"Permisi Nona, anting-anting itu dimana kau membelinya?." Tanya Pria tua itu menunjuk anting-anting yang digunakan Qin Lu Yan.


"Ini.." Qin Lu Yan menyentuh anting-anting, ini adalah pemberian Adik ketujuh. Tidak terlalu mahal namun ini cukup cantik. Bahkan terdapat permata biru yang menambah keindahan nya.


"Ini dari kakakku." Jawab Qin Lu Yan.


"Anting-anting itu terlihat sangat antik, harga nya mungkin bisa mencapai jutaan Yuan." ucap Pria tua itu membuat Qin Lu Yan sedikit terkejut, "Benarkah?."


Pria tua itu mengangguk, "Lalu apa kau bersedia menjualnya?."


Qin Lu Yan menggelengkan kepalanya, ini adalah Hadiah. Dan Qin Lu Yan tidak akan pernah menjual sebuah hadiah.


Pria tua itu tampak kecewa, namun Qin Lu Yan memiliki banyak perhiasan jadi dia mungkin bisa menjual yang lainnya.


"Tuan Tua, aku punya beberapa perhiasaan lain jika kau ingin." Tawar Qin Lu Yan dan mendapat penolakan dari pria itu.


"Nona, silahkan ikuti aku kedalam." Ucap Bos toko yang muncul itu tiba-tiba.

__ADS_1


"Baik." Sebelum masuk Qin Lu Yan menatap Pria tua itu dan mencoba menawarkan nya sekali lagi,


"Perhiasan ku yang lain juga sangat antik, namun harga nya mungkin lebih mahal dari anting ini."


Setelah mengatakan hal itu Qin Lu Yan segera memasuki ruangan bersama Bos toko dan pria tua itu ia juga tampak tertarik ketika Lu Yan mengatakan bahwa harga nya lebih mahal dari anting-anting yang digunakan.


....


"Nona emas itu darimana kau mendapatkan nya?." tanya Bos itu ketika melihat Emas yang dikeluarkan Lu Yan.


"Sebenarnya aku mencurinya." Jawab Qin Lu Yan membuat bos toko itu menjadi gugup.


"Hahahaha, nona pasti bercanda kan?." Tanya nya dengan wajah khawatir.


Qin Lu Yan menggeleng pelan dan menjawab dengan wajah datar, "Aku tidak bercanda."


"Aish... Nona." Bos itu tertawa palsu dan terus memandangi Qin Lu Yan berusaha mencari tau ia bohong atau jujur.


Namun dari awal hingga akhir raut wajah Qin Lu Yan sama sekali tidak berubah.


"Bos, ini berat nya 2.30 kilogram." Ucap Pegawai itu setelah menimbang emas Lu Yan.


"Aku tidak be..."


"Aku hanya bercanda. Emas itu warisan keluarga ku." Ucap Qin Lu Yan membuat bos toko itu langsung menarik emas itu mendekat padanya.


"Tidak ada surat-surat atau apapun yang membuktikan ini milikmu. Aku bisa membelinya namun hanya dengan harga 760.000 Yuan."


"Baik."


"Kau yakin? Ini mengurangi hampir 50.000 Yuan." Tanya bos itu lagi.


"Aku yakin. Sekarang berikan aku uangnya."


"Kau benar-benar tidak mencurinya kan?."


Qin Lu Yan menghela nafas pelan, "Sungguh aku tidak mencurinya. Aku berani bersumpah, jika ada masalah yang terjadi. Maka aku akan bertanggung jawab."

__ADS_1


"Baik. Uang nya mungkin butuh waktu untuk disiapkan. Kau bisa menunggunya."


"Baiklah, aku tunggu. Ngomong-ngomong apa aku bisa menjual emas lagi disini?." Tanya Qin Lu Yan.


"Apa kau masih punya emas lagi?." Tanya Bos itu semangat.


Qin Lu Yan menggeleng, ia tidak bisa mengatakan bahwa dia punya emas lagi di tas nya, "Aku hanya bertanya saja. Siapa tau aku akan menemukan sebuah harta karun."


"Aishh ku kira.."


...


Qin Lu Yan kembali ke hotel ia menuju ke resepsionis untuk menginap lagi selama beberapa hari.


Ia harus menjual semua emas nya dahulu lalu baru ia akan membeli sebuah Apartemen yang diinginkannya.


Lalu?


Lalu dia akan membalas dendam terhadap orang kecil itu. Ah memikirkan mereka saja tangan Qin Lu Yan merasa gatal ingin segera memukul wajah mereka.


Walau rencana awalnya ingin keluar kota ia namun ia berpikir lebih baik menyelesaikan hal-hal yang ada disini dulu, karena siapa tau setelah keluar kota ia malah akan menemukan sesuatu yang mungkin lebih menarik lagi.


_&_&_


"Tuan hari ini seseorang melihat nya disebuah toko perhiasan. Tampaknya ia menjual sesuatu di sana." Lapor sekretaris Qin Yi Feng.


"Lalu?."


"Kami tidak dapat menemukan jejaknya lagi."


Qin Yi Feng mendengus pelan, bagaimana bisa begitu sulit untuk mencari Qin Lu Yan.


"Lain kali segera tangkap dia saat menemukannya."


"Baik tuan. Ouh satu lagi, Tuan muda ketiga dia berada di kantor polisi karena telah memukul seseorang secara sembarangan."


Qin Yi Feng mendengus pelan dan sedikit melambaikan tangan nya, "Biarkan saja. Dia selalu mencari masalah, sesekali dia harus merasakan hukumannya."

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan Nyonya?."


"Jika dia ingin mengurusnya maka biarkan saja."


__ADS_2