Rose Life : Kehidupan Setelah Keputusasaan

Rose Life : Kehidupan Setelah Keputusasaan
Pertandingan tinju


__ADS_3

Lu Yan yang mendengar ucapan mereka menjadi muak, ia kemudian berlari dan menendang wajah salah satu pria hingga ia terpental jatuh.


Melihat bahwa gadis yang baru mereka temui itu bisa bela diri, mereka menjadi waspada.


"Hanya kalian orang rendahan, kita lihat apa kau bahkan bisa menyentuh sehelai rambutku." Ucap Qin Lu Yan lalu maju memukul salah seorang dari mereka.


Namun satu serangan tak cukup, pria itu melawan nya. Sayang yang mereka hadapi adalah Jenderal Qin Lu Yan yang tangannya bahkan dipenuhi oleh darah.


Satu persatu pria berhasil ia kalahkan bahkan ketika mereka maju bersamaan mereka bukanlah lawan Qin Lu Yan.


"Dalam hitungan ketiga jika kalian tidak lari, aku tidak akan segan membunuh kalian." Ancam Qin Lu Yan dan memperlihatkan tiga jarinya.


"Satu..."


"Kau." Salah satu pria yang berada di tanah menunjuk Qin Lu Yan dengan geram.


"Dua."


"Lihat saja, bos kami akan membalas apa yang kau lakukan." Ucapnya lagi yang sudah berdiri dan bersiap untuk berlari.


"Ti.."


"Kita pergi." Mereka semua berlari dan meninggalkan kedua wanita yang saling berpelukan karena takut dan juga Qin Lu Yan yang menertawakan kemampuan mereka.


"Hanya seperti bandit pasar, mereka bahkan tidak layak untuk mendapat pukulan ku." Ucap Qin Lu Yan pelan.


"Terima kasih telah menyelamatkan kami. Terima kasih banyak." Ucap salah seorang wanita dengan penuh rasa sukur.


"Ya, terimakasih telah menyelamatkan kami." Ucap wanita satunya lagi.


"Sama-sama. Namun kenapa kalian melewati tempat terpencil ini?."


"Mobil kami macet dan ini jalan tercepat menuju hotel kami menginap. Tidak tau bahwa disiang bolong akan ada penjahat." ucap wanita itu menjelaskan.


"Lain kali jangan lewati terpencil lagi. Kejahatan tidak akan memandang siang atau malam."


"Terima kasih sekali lagi. Ini untukmu."


Wanita itu menyodorkan beberapa lembar uang yang Lu Yan perkirakan 1000 yuan.


Melihat uang didepannya, Qin Lu Yan tidak ragu-ragu menerimanya. Ia tidak punya sepeser uang tentu saja ketika melihatnya ia harus mengambilnya, "Terima kasih, aku juga membutuhkannya. Kalian bisa pergi, aku akan melihat kalian hingga keluar dari gang dengan aman."


"Kalau begitu, terimakasih sekali lagi."


Qin Lu Yan mengangguk pelan, ia menatap kepergian kedua wanita itu hingga mereka benar-benar tak terlihat lagi.


Setelah memastikan mereka keluar dengan aman, Qin Lu Yan berbalik pergi namun ekor mata nya melihat sebuah brosur pengumuman.

__ADS_1


"Pertandingan tinju? Hadiah 25.000 yuan." Qin Lu Yan tersenyum, satu-satu nya yang bisa ia lakukan adalah bertarung.


Saat melihat hal itu tentu saja ia akan mendaftar.


"Pertandingan setiap jam lima sore."


Qin Lu Yan menatap langit, ia memperkirakan bahwa ini sudah jam tiga sore.


Ia menatap brosur itu mencari alamat dimana pertandingan itu diadakan.


"Masih ada waktu, aku akan mencarinya sekarang."


Qin Lu Yan berjalan menuju alamat pertandingan, ia tampak bingung karena jalan itu bahkan tidak di ketahui oleh Qin Lu Yan yang asli. Jadi dia hanya mencari disekitar dimana ada brosur itu.


Lu Yan tahu pasti bahwa dimana ada brosur itu maka tempat pertandingan tidak akan jauh dari situ.


Ia kemudian melihat sekelompok pria berandalan menuju kesebuah gang, Lu Yan mengikutinya diam-diam.


Dia menebak bahwa mungkin mereka menuju tempat pertandingan itu.


Mereka kemudian memasuki sebuah toko yang tampak sepi, Qin Lu Yan tersenyum geli. Apa pertandingan itu ilegal hingga harus tersembunyi.


Qin Lu Yan kemudian ikut memasuki toko itu, namun seorang penjaga toko berbadan kekar segera menghadangnya.


"Ini bukan tempat untuk gadis kecil. Pergi dari sini sekarang!."


"Sakit... Sakit tolong lepaskan."


"Sakit? Hanya seorang gadis kecil dan kau kesakitan? Lemah."


Qin Lu Yan melepaskan tangan nya dari pria itu lalu memperlihatkan brosur yang ia ambil, "Tempat ini bukan?."


Pria besar itu mengangguk, "Benar, namun ini pertandingan yang dipenuhi laki-laki. Nona bahkan jika kau ikut kau hanya akan menjadi bahan tertawaan."


"Tertawaan?." Qin Lu Yan menatap pria itu dengan tatapan mengejek, "Lalu bagaimana denganmu yang bahkan tidak bisa menahan serangan kecilku?."


"Itu...itu." Pria besar itu menunduk malu dan kemudian menghela nafas dengan kasar, "Baiklah jika Nona bersikeras ingin ikut maka bayar biaya pendaftarannya."


"Biaya pendaftaran?." Qin Lu Yan melihat brosur itu lagi, benar ada biaya pendaftaran sebesar 1000 yuan.


Qin Lu Yan ragu sejenak, itu semua uang yang ia punya.


"Bagaimana?." Tanya Pria besar itu lagi.


"Baiklah." Dengan berat hati Qin Lu Yan memberikan semua uang yang ia punya. Toh setelah menang ia akan mendapatkan banyak uang.


"Nama?." Tanya pria besar itu yang kini sudah berada di depan komputer.

__ADS_1


"Nama samaran tidak apa-apa kan?." Tanya Qin Lu Yan dan di angguki Pria itu.


"Ly." Ucap Qin Lu Yan.


"Li." Pria itu mengetik nama Lu Yan di komputer namun Lu Yan memukul tangannya.


"L Y bukan L I."


"Baik-baik. Ly." Ucap Pria itu dan selesai mendaftarkan nama Ly. Ia kemudian memberikan sebuah kartu pada Lu Yan, "Kartu perunggu nomer 59. Pertandingan nya 6 hari lagi, tepat jam lima sore."


"Enam hari lagi?." Ucap Lu Yan mengulangi perkataan pria itu,


"Terlalu lama, aku tidak bisa mengikuti nya sekarang?."


Pria besar itu menggeleng, "Setiap hari akan ada 8 pertandingan dengan 10 peserta yang akan saling berhadapan. Nona mendaftar terlalu lambat."


"Tapi hadiahnya akan diberi hari itu juga kan? Maksudku setelah menang dari sepuluh orang itu akan diberi 25.000 yuan."


Pria besar itu mengangguk lalu mengambil kursi menyuruh Lu Yan duduk di samping nya, "Aku akan menjelaskan keseluruhannya."


"Dalam pertandingan ini ada lima level. Yang sekarang kau punya adalah perunggu, lalu Perak, emas, Diamond lalu Platinum. Dalam pertandingan perunggu ada sepuluh orang peserta tiap harinya, pemenang akan mendapatkan 25.000 yuan. Nah pemenang ini nantinya juga dapat bertanding melawan pemenang perunggu lainnya, pertandingan ini diadakan enam hari sekali dengan hari ketujuh pertandingan antar pemenang."


Qin Lu Yan mengangguk paham, "Lalu bagaimana cara menaikkan level?."


"Untuk perunggu ke perak, dia harus memenangkan setidaknya 10 kali pertandingan hari ketujuh selama 3 bulan."


Qin Lu Yan mengangguk paham kemudian memelaskan wajahnya, "Apa aku tidak bisa ikut hari ini?."


Pria besar itu menggeleng, "Pertandingan sudah dimulai. Dan kau tampaknya dari rumah sakit kan?."


Qin Lu Yan mengangguk malu sambil melihat baju nya, ia berkeliaran sebagai seorang pasien.


"Ah aku hanya terjatuh ke sungai, tidak apa-apa." Jawab Qin Lu Yan.


Tiba-tiba seorang pria masuk kedalam toko dengan tergesa-gesa, "Peserta no.tujuh tidak dapat hadir. Dia dilarang keluar oleh keluarga nya."


Mendengar hal itu Qin Lu Yan menahan tawanya, ada keadaan seperti ini juga? Dilarang keluar oleh keluarga?


Namun ini juga sebuah kesempatan untuknya, ia memandang Pria besar itu dengan mengedipkan mata berkali-kali, "Biarkan aku menggantikan nya. Aku mohon aku mohon."


Pria besar itu mengabaikan Qin Lu Yan dan malah mengobrol dengan pria yang mengabari itu.


"Jika kau tidak memperbolehkan aku menggantikan nya, aku akan membanting mu."


Ancam Qin Lu Yan membuat pria besar itu dan pria lainnnya memandang Lu Yan dengan tatapan datar.


"Kau tidak percaya aku akan melakukannya?." Tanya Lu Yan ketika melihat bahwa pria itu sama sekali tidak takut akan ancaman nya.

__ADS_1


__ADS_2