
Lu Yan menatap keluar. Langit malam dengan bulan yang terang itu sangat mempesona. Dan kota besar ini tampak bersinar.
Namun bagaimana dengan besok? Ia harap akan menjadi malam yang gelap hingga bayangan nya pun tak terlihat.
Saat ini ia rela menghabiskan banyak uang untuk membebaskan ibunya, namun semakin dilihat Keluarga Qin ini tidak sesederhana kelihatannya.
Setelah Ibunya mereka pun menjemputnya hanya karena mau mengorbankan nya untuk bajingan tak tau malu itu.
Keluarga Qin ini begitu...
Kotor!
_&_&_
"Tuan, seseorang meminta kita mencari info tentang Xiao Kai?."
Pria yang memegang segelas wiski menyeringai tajam, "Lalu kau berikan?."
Sekretarisnya tersenyum dan memberikan jempolnya, "Tentu saja, transaksi yang besar seperti itu tidak akan ku tolak."
"Siapa yang membelinya."
"Ouyang Hong, bosnya meminta info Xiao Kai. Aku juga tadi berbicara dengannya dan bos tau suaranya sangat lembut." jawab Sekretarisnya dengan senyum malu.
"Ouh, Bosnya? Dia?." Pria itu kini tersenyum lembut.
"Bos tau siapa dia? Apa dia cantik?."
"Dia tidak hanya cantik tapi juga sangat menarik. Lalu apa hanya itu?."
"Dia juga ingin menyewa orang kita dan bahkan bersedia membayar biaya tambahan. Paling banyak yang bisa kita kirimkan adalah sekitar 150 orang. Apa bos setuju?."
Pria itu mengernyitkan dahinya penasaran, "Untuk apa dia menyewa orang sebanyak itu?."
"Dia mengirim ku pesan untuk membawa 150 orang itu ke tiga tempat. Keluarganya Qin, Keluarga Zhang dan Keluarga Xiao. Katanya buat keributan dan keonaran di sana." Sekretaris itu terdiam dan berpikir keras, berapa kalipun ia memikirkannya tapi tetap saja ia tidak dapat menebak siapa yang berani mengganggu tiga keluarga besar itu.
"Menurut bos siapa yang ingin menantang tiga keluarga besar itu?."
"Ling Yi tampaknya kau cukup senggang sekarang?." Pintu terbuka dan menampakkan sosok tampan namun dingin itu, Zhang Wei Yuan–salah satu orang yang menjadi target kekesalan Lu Yan—.
"Bukan aku tapi kau. Aku jelas-jelas sedang mendengarkan sekretaris ku." Balas Ling Yi dan menatap malas Wei Yuan, "Apa yang kau lakukan disini?."
Wei Yuan menghela nafas lelah dan memegang dagunya, "Aku ini tampan kan?."
Ling Yi mengernyitkan dahinya dan menatap Wei Yuan jijik, "Kau ingin mendengar jawaban ku?."
"Tentu saja tidak. Itu menjijikkan." Ucap Wei Yuan lalu melanjutkan, "Tapi bukankah semua wanita ingin mendekati ku karena aku tampan dan kaya? Tapi kenapa dia malah memusuhiku begitu."
"Maksudmu Qin Lu Yan?."
__ADS_1
"Kau tau dia?."
Ling Yi mengangguk, "Tentu saja. Memangnya apa yang terjadi antara kau dan dia?."
Wei Yuan melirik sekretarisnya membiarkan dia untuk menjelaskan. Setelah mendengarnya Ling Yi mengangguk mengerti dan menatap Wei Yuan dengan misterius, "Pantas saja besok kau akan mendapat kejutan juga."
"Apa maksudmu?."
......_&_&_......
Keesokan harinya Lu Yan bertemu dengan Yang Li seperti yang dijanjikan sebelumnya.
Mereka kini menuju ketempat dimana rentenir itu berada.
"Apa pekerjaanmu saat ini?." Tanya Lu Yan.
"Aku seorang Dokter residen tahun pertama." Jawabnya.
Lu Yan tersenyum, kebetulan sekali dia juga membutuhkan seorang dokter disisinya.
"Nanti malam apa kau ada waktu?."
Yang Li mengangguk, "Tentu. Aku akan berusaha meluangkan waktu jika kau membutuhkanku."
"Sangat baik. Kalau begitu kirim alamat mu dan A'ming akan menjemputmu nanti malam."
" Ouh Yang Li kau disini untuk membayar hutang?." Tanya salah satu preman namun Yang Li mengabaikannya.
Sepanjang perjalanan mereka bertemu dengan pria besar berpakaian hitam dan juga orang-orang yang sedang membayar pinjaman.
Orang-orang itu tampak tak bersemangat dan wajah mereka semua adalah wajah lelah.
Lu Yan menghela nafas pelan, kenapa mereka harus meminjam pada rentenir? Dan lagi itu Xiao Kai?
"Zhi Hao lihat mata ayahmu baik-baik, karena setelah ini dia tidak akan memiliki mata lagi."
"Jangan, tidak, tolong maafkan ayahku."
"Tuan, tuan maafkan aku. Tolong berikan aku waktu untuk melunasi hutangku. Aku mohon."
"Heh, omong kosong. Kalian segera bawa dia dan setelah matamu diambil dan kau masih tidak bisa membayar sisanya. Maka anakmu ini akan aku ambil."
Lu Yan mengepalkan tangannya, ketika mendengar suara didalam. Saat gilirannya dan pintu terbuka, Lu Yan tersenyum sinis dan pura-pura terkejut melihat Xiao Kai, "Ouh Xiao Kai ternyata kau yang menjalani bisnis kotor ini?."
Xiao Kai yang memegang pisau segera menyembunyikan pisaunya dan beranjak berdiri dengan senyum lebar, "Tunangan ku Qin Lu Yan apa yang aku lakukan disini? Kau mengunjungi ku?."
Lu Yan berdecih, "Aku bukan tunangan mu."
"Ayolah jangan malu-malu." Xiao Kai mendekati Lu Yan berusaha menggodanya namun dengan kejam Lu Yan menendang lutut Xiao Kai hingga ia terjatuh dan mengerang kesakitan.
__ADS_1
Para penjaga disekitarnya maju untuk menyerang Lu Yan namun segera dihentikan Xiao Kai, "Jangan berani menyentuh tunangan ku jika kalian masih ingin tangan kalian."
Lu Yan menggeleng pelan, ucapan seperti itu tampak romantis jika saja Xiao Kai adalah pahlawan namun dia adalah Bos penjahat yang mengancam bawahannya.
Menjijikkan!
"Aku tidak akan berbasa-basi, aku disini untuk membayar hutangnya." Ucap Lu Yan menunjuk Yang Li.
Xiao Kai menatap Yang Li dengan senyum sinis, "Lu Yan, apa hubunganmu dengan dia?."
"Hubungan? Untuk apa aku memberitahukan hubunganku padamu?."
"Karena kau adalah tunangan ku."
Lu Yan berdecih, "Dibanding dirimu aku lebih memilih Zhang Wei Yuan."
"Ouh Benarkah? Aku sangat tersanjung mendengarnya."
Mereka menatap kearah suara, itu Zhang Wei Yuan.
"Kenapa dia harus datang?." Batin Lu Yan kesal.
"Wei Yuan, apa yang kau lakukan disini?." Tanya Xiao Kai dengan tangan terkepal erat.
Wei Yuan tersenyum lebar dan menatap ke arah Lu Yan "Tentu saja menemani calon istriku."
"Calon istri? Bermimpi saja." Ucap Lu Yan pelan.
"Wei Yuan, ini tidak ada hubungannya denganmu. Jadi kau pergi saja." Ucap Xiao Kai dengan mata melotot tajam.
Aish, dia tampak menyeramkan sekarang.
"Xiao Kai, kau ingin aku menusuk matamu itu dengan kedua jariku?."
Zhang Wei Yuan menyeringai kecil, dia juga tak kalah kejam... Tidak, dia bahkan tampak lebih kejam dari Xiao Kai.
Satu langkah, dua langkah...
Wei Yuan mendekati Xiao Kai dengan berani, "Xiao Kai mundur lah. Jika tidak kau akan mati."
Bisikan itu membuat Xiao Kai mundur beberapa langkah, dirinya sendiri tau bahwa Zhang Wei Yuan bukan orang yang sederhana.
Dia agak takut dengan ancaman itu tapi mengingat bahwa dia anak keluarga Xiao dia tak bisa untuk tak berani, "Kau berani? Maka bunuh aku sekarang."
"Em, kalian bertengkar lah. Jika salah satu dari kalian mati, aku tinggal membunuh yang satunya lagi lalu mengambil semua harta yang kalian miliki. Ayo bertengkar."
Mereka berdua menoleh menatap Lu Yan yang duduk dengan kaki menyilang dan tampak santai. Ucapan seperti itu keluar dari mulutnya tampak mengerikan.
Disini Lu Yan lah yang paling kejam!!
__ADS_1