
"Aku akan menunjukkan yang lainnya." Ucap nya dan membawa Lu Yan ke bagian Tas.
Selesai memilih tas dan sepatu, ia kemudian memilih perhiasan.
Untuk hadiah Qin itu dia akan memberikan nya perhiasan, Lu Yan melihat-lihat perhiasan kemudian menunjuk sebuah set perhiasan, "Berapa harga yang ini?."
"Ini 130.000 Yuan nona, ini salah satu edisi terbatas dan stok terakhir di toko ini." Ucap Xinxin
"Aku ambil ini." Ucap Lu Yan.
"Nyonya Song bukankah dia pel*c*r itu? Menggunakan pakaian tidur dan sok imut, itu pasti dia."
Lu Yan menaikkan alisnya dan menatap ke samping, ia menatap pakaian nya lalu mengernyitkan dahinya, apakah dirinya yang dibicarakan?.
Tapi tidak mungkin.
Lu Yan terdiam sejenak kemudian ia menatap ke barisan jam, sepertinya dia juga harus membeli hadiah untuk setiap orang dari keluarga Qin.
"Nona apakah ada jam yang cocok untuk pria berumur sekitar 60 atau 70 tahun?." Tanya Lu Yan, Xinxin segera mengambil salah satu jam dan memperlihatkannya pada Lu Yan.
"Kau begitu tak tahu malu."
Hap...
Lu Yan menangkap tangan yang akan menamparnya dan menatap Wanita tua itu dengan tatapan bertanya, "Nyonya apa yang kau lakukan? Kenapa ingin menamparku?."
"Kau masih bertanya?." Ucap wanita paruh baya disebelahnya.
"Aku tidak mengenal kalian, tentu saja aku bingung." balas Lu Yan.
"Kau membeli jam mewah untuk suaminya, tentu saja dia akan marah." ucap wanita paruh baya itu.
"Benar, kau ingin membelikan suamiku sebuah jam mewah dengan uangnya sendiri? Lalu bersikap menjijikkan untuk memeras uangnya, kau bahkan tidak tau malu dengan membeli nya di hadapanku." Wanita itu berucap dengan wajah marah sedangkan Lu Yan menatap nya tak percaya.
Lu Yan tersenyum miring dan menatapnya datar, "Nyonya apakah suamimu kakekku? Aku rasa kau bukan nenekku?."
Nyonya tua itu membuang muka dengan bibir mengerucut, jelas sekali dia tidak menyukai Lu Yan.
"Nona maaf aku harus mengurus yang lainnya, Xinxin kau layani dengan baik." Ucap Manager itu dan pergi meninggalkan Lu Yan pergi.
Melihat hal itu Lu Yan tau bahwa dia ingin menghindari masalah ini.
__ADS_1
"Nyonya maafkan aku, tapi aku tidak akan mungkin mau dengan suamimu. Dan mungkin suaminya juga tidak akan berani denganku, aku suka menghabiskan banyak uang jadi tidak mungkin ada pria yang ingin bersamaku. Bahkan pria tua sekalipun." Ucap Lu Yan, kenyataannya memang seperti itu, Ouyang Hong yang mengatakan itu padanya.
Siapa yang ingin bersama wanita yang dapat menghabiskan 1 juta yuan dalam 1 hari?.
Dan belum lagi orang itu adalah Lu Yan yang licik dan tidak pernah ingin rugi.
"Siapa yang mengatakannya? Bukankah aku ingin bersamamu."
Lu Yan menoleh dengan cepat, ia sudah menebak pemilik suara itu.
Tidak lain dan tidak bukan, Zhang Wei Yuan.
"Presdir Zhang." Manager yang sebelumnya pergi tersenyum lebar, ia ingin mendekati Wei Yuan namun sekretaris Wei Yuan melarangnya.
Zhang Wei Yuan mendekati Lu Yan, karena perbedaan tinggi mereka Wei Yuan menunduk lalu mengacak rambut Lu Yan, "Beberapa hari tidak bertemu kau jadi sangat imut."
Lu Yan membiarkan nya dan memutar mata kesal, "Tuan Zhang kau mengikuti ku?."
Zhang Wei Yuan mengabaikan Lu Yan dan menatap deretan perhiasan dan juga jam, ia lalu menatap Lu Yan, "Kau ingin membeli ini?."
Lu Yan mengangguk.
Lu Yan mengerutkan alisnya, pria itu pernah masuk ke dalam kamarnya jelas dia tau perhiasan Lu Yan.
"Kau memilih jam?." Tanya Wei Yuan mengambil Jam yang berada di depan Lu Yan.
"Untuk kakek mu?." Tanya Wei Yuan lagi.
Lu Yan memiringkan kepalanya dan menatap Wei Yuan malas, "Tuan Zhang kau bisa tidak menggangguku."
"Tentu saja." Jawab Wei Yuan cepat, ia kemudian menatap Nyonya tua yang sebelumnya marah pada Lu Yan, "Nyonya Song uang suamimu bahkan tidak ada setengah dari uangku, bagaimana kau bisa begitu emosi mengatakan bahwa gadis ini selingkuhan suamimu?."
"Wei Yuan apa kau ingin membayar seluruh belanjaan ku?." Ucap Lu Yan kesal kemudian ia menambahkan dengan senyum kosong, "Jika tidak kau bisa pergi."
"Benar juga." Wei Yuan menatap Lu Yan dan menepuk pundak nya, "Jika kau mau aku akan memborong seluruh isi toko untukmu."
Nyonya Song membuang muka, wajahnya sangat masam.
"Tuan Zhang, mohon maaf kami salah mengira dia selingkuhan Suami Nyonya Song." ucap Wanita paruh baya disebelahnya.
Drttt...drttt...
__ADS_1
Ponsel Lu Yan bergetar, ia segera mengangkatnya, "Ada apa?."
"Nona dimana?." A'ming bertanya dengan nada khawatir.
"Aku di toko depan, kau kesini bersama Hao ran secepatnya."
"Baik Nona."
"Wei Yuan, kau sungguh tidak tau malu. Kau berhubungan dengan wanita ini padahal kau sudah punya tunangan." Ucap Nyonya Song ia lalu menatap Lu Yan dengan senyum miring, "Wanita yang hanya mengandalkan wajah, Zhang Wei Yuan jika kakek mu tau kau di tipu perempuan tak tau malu dia pasti marah."
Lu Yan menghela nafas kesal lalu menjauhkan Wei Yuan darinya, "Wei Yuan kau sebaiknya pergi dan Nyonya aku sudah bersabar denganmu jadi jangan cari masalah denganku."
"Cari masalah? Memangnya kau bisa mencari masalah denganku? Kau hanya wanita rendah-"
"Nyonya Song." Wei Yuan menatap tajam Nyonya Song hingga ia menghentikan ucapannya.
Lu Yan membuang muka dan menatap Xinxin, "Apakah jam nya cocok untuk Pria tua?."
"Kalau Nona bermaksud untuk membelikan Kakek mu, aku akan menyarankan yang ini." Ucap Xinxin dan memperlihatkan jam lain.
"Kalian berdua tidak tau sopan santun." Nyonya Song pergi dengan marah setelah diabaikan Lu Yan begitu juga wanita disebelahnya yang pergi mengikutinya.
Lu Yan melirik nya dengan mata penuh ejekan, bagaimana dia bisa menuduh seseorang tanpa meminta maaf?
"Ku lihat uang mu sangat banyak..."
Lu Yan tidak menanggapi Wei Yuan dan melihat Jam yang lainnya, "Aku akan mengambil Dua Jam pasangan."
"Dua jam pasangan?."
Lu Yan mengangguk, "Pilihanmu tampak bagus, jadi pilihannya aku serahkan padamu. Ini untuk Pasangan Paruh baya dan juga untuk Kakek dan nenekku."
"Baik, kalau begitu aku akan mencarikannya. Lalu apa ada yang nona butuhkan lagi?."
Lu Yan berbalik dan menatap Hao ran dan A'ming yang baru tiba, "Aku akan memilih Setelan jas kau bisa mencari jam itu."
"Baiklah, setelah mendapatkannya aku akan memperlihatkannya pada Nona." Ucap Xinxin, setelah ia pergi manajer toko segera menghampiri Lu Yan dan Wei Yuan.
"Lu Yan kau terlalu mempercayainya. Bagaimana jika dia memberimu yang mahal?." Ucap Wei Yuan.
Lu Yan melirik Wei Yuan dengan senyum miring, "Bukankah ada kau?."
__ADS_1