Rose Life : Kehidupan Setelah Keputusasaan

Rose Life : Kehidupan Setelah Keputusasaan
Menghabiskan Uang


__ADS_3

Lu Yan menyesap minumannya sambil memperhatikan seisi toko.


Harga dari barang-barang disini sangat mahal, namun tentu saja sebanding dengan kualitasnya.


"Kau menghabiskan banyak uang untuk hadiah, tidak takut Kakek mu marah?."


Lu Yan menatap malas Wei Yuan yang duduk disampingnya, "Aku tidak memakai sepeserpun uang nya, kenapa dia harus marah?."


"Tapi dia tidak tahu hal itu." Ucap Wei Yuan kemudian menambahkan, "Dia pikir kau memakai uangnya, menghabiskannya begitu saja karena tahu bahwa kau kaya. Dia akan menganggap kau orang kampungan yang memanfaatkan kesempatan."


Lu Yan menatap Zhang Wei Yuan dengan serius, "Setelah mendengarnya darimu kupikir Kakek ku itu tidak baik."


Zhang Wei Yuan menggeleng, "Dia tidak jahat tapi juga tidak terlalu baik. Namun sebaiknya kau jauh darinya."


"Ouh benar, kau tidak membeli hadiah untuk Kakek dan Nenek dari pihak ibumu?." Tanya Wei Yuan.


Lu Yan memiringkan kepalanya dan menatap Wei Yuan dengan alis terangkat, "Aku punya Kakek dan Nenek lagi?."


"Mereka berdua yang paling peduli padamu karena kau adalah cucu satu-satunya. Keluarga Qin juga menemukanmu karena usaha mereka. Ouh iya kudengar mereka membelikan mu hadiah seharga jutaan yuan."


"Benarkah?." Lu Yan bertanya dengan nada tak percaya, hadiah jutaan yuan?


"Kau tidak percaya?."


Lu Yan berpikir sejenak, "Aku akan percaya. Jadi karena mereka membeli hadiah besar, maka aku juga harua memberi hadiah yang besar juga."


"Jadi kau akan memilih apa lagi disini?." Tanya Wei Yuan.


"Tidak disini, karena mereka mau memberikan hadiah yang sangat mahal bahkan sebelum bertemu denganku maka aku akan memberikan mereka hadiah yang tak ternilai harga nya." Balas Lu Yan dengan senyum lebar.


....


"Berapa semuanya?."


Lu Yan menatap deretan belanjaannya, benar-benar banyak ditambah dia juga membeli Gaun dengan harga lebih dari 100 ribu yuan.


Bagaimana tidak? Dia melihat Gaun itu ketika memilih setelan untuk Ouyang Hong.


"Total nya 2.730.000 Yuan."


Lu Yan menelan saliva nya dan menghela nafas pelan dan memberikan kartunya.


Sedangkan Hao ran dan A'ming yang berada dibelakangnya terdiam kaku, 2.730.000 yuan dan dihabiskan dalam satu hari?


Lu Yan memang berada di level yang sangat berbeda jauh dengan mereka.


Setelah membayar Lu Yan agak bingung bagaimana membawa barang-barangnya.

__ADS_1


Tangan A'ming dan Hao Ran jelas sudah penuh. Tangannya juga akan penuh membawa barang-barang itu.


"Apa Nona ingin kami mengirimnya ketempat Nona? Biaya nya gratis." Tawar Jian Ying.


Lu Yan berpikir sejenak lalu ia menatap Wei Yuan yang menunggunya, "Tidak perlu."


"Wei Yuan."


Wei Yuan berbalik mendengar panggilan itu dan menghampiri Lu Yan, "Ada apa? Kau tidak sanggup membayar nya?."


"Kau terlalu meremehkan ku. Karena kau juga tidak punya kerjaan bawakan belanjaan ku ini." Lu Yan memberikan belanjaannya ke tangan Wei Yuan dan disambut dengan tatapan kosong.


Beberapa orang yang melihatnya menahan nafas, semua orang tau temperamen Wei Yuan yang menyeramkan.


Namun ketika semua menebak bahwa Wei Yuan akan marah, ia malah tertawa kecil, "Memang hanya kau yang bisa menyuruhku."


Lu Yan tersenyum kecil dan menepuk pundak Wei Yuan sambil berjinjit, "Tidak berat, ayo ikuti aku."


Wei Yuan mengikuti Lu Yan dengan belanjaan yang memenuhi tangannya, beberapa orang yang berlalu lalang di hotel akan berhenti sejenak dan menatap heran pada Wei Yuan yang tampak patuh pada gadis didepannya.


Saat mereka masuk kedalam lift, orang-orang yang berada di sana pun akan keluar ketika melihat Wei Yuan datang.


Hingga hanya ada mereka berempat saja.


"Kau tidak takut bahwa aku tau tempat tinggal mu?."


Lu Yan melirik Wei Yuan dengan bibir menyeringai, "Kau tau hampir segalanya tentang aku, hanya tempat menginap tidak sulit untuk ditemukan olehmu."


Zhang Wei Yuan tertawa kecil dan mengangguki ucapan Lu Yan, "Kau benar, namun Lu Yan kau tidak takut padaku? Siapa tau aku akan membocorkan semua hal tentangmu."


"Takut? Aku Qin Lu Yan tidak pernah takut pada siapapun, bahkan kematian." Lu Yan menatap mata Wei Yuan dengan tajam, lalu ia tersenyum lebar, "Yah... Walau masih ada beberapa hal yang ku takutkan, tapi bukan manusia. Perasaan..."


"Bahkan orang yang kejam sekalipun pasti punya sedikit perasaan."


_&_&_


"Nona apa kita hanya naik taksi ke sana?." Tanya A'ming.


Lu Yan, Hao Ran dan A'ming sudah bersiap-siap untuk ke pesta itu.


Namun untuk ke sana menggunakan taksi?


"A'ming kita beli mobil dulu, bagaimana?." Tanya Lu Yan.


A'ming mengangkat alisnya, maksudnya bukan seperti itu. Ia hanya ingin Lu Yan menelfon Yi Heng ataupun Yi Feng untuk menjemput mereka.


Ia hanya sedikit takut jika mereka pergi hanya bertiga, kejadian kemarin akan terulang.

__ADS_1


Mereka akan diusir lagi.


"Hao ran kau tunggu disini, aku akan membeli mobil bersama A'ming."


"Tapi Nona pesta akan dimulai setengah jam lagi." Ucap A'ming.


"Membeli mobil tidak membutuhkan banyak waktu." Balas Lu Yan dan segera pergi keluar hotel.


....


Setelah 15 menit menunggu di depan hotel, Hao ran sedikit tercengang menatap mobil yang berhenti didepannya.


Sebuah Mobil sport hitam?


Lu Yan keluar dari mobil dan menatap Hao ran sambil menepuk pelan mobilnya, "Bagaimana bagus bukan?."


Hao ran mengangguk, Lu Yan kemudian memasukkan beberapa bingkisan kedalam mobil dibantu dengan Hao ran.


Setelahnya Lu Yan duduk dibelakang dan Hao ran duduk bersama A'ming.


"Lu Yan berapa yang kau habiskan untuk membeli mobil ini?."


"1 juta yuan." sela A'ming dengan wajah kesal, "Nona selalu dengan mudah menghabiskan uang. Bagaimana jika nanti uangmu habis?."


Lu Yan mengerucutkan bibirnya, "Bukankah sudah ku katakan, uangku masih banyak. Jika habis bukankah hanya tinggal menjual."


"Namun Nona yang kau jual itu bukankah barang berharga mu?."


"Memang dulu berharga tapi sekarang tidak. A'ming beberapa hal akan selalu jadi berharga namun ada beberapa juga hal yang berharga untuk orang lain jadi tidak lebih berharga lagi untukku." Jawab Lu Yan.


"Ayo jalan."


_&_&_


Mereka bertiga sudah sampai di tempat pesta, King's Hotel.


Tangan A'ming dan Hao ran penuh dengan hadiah, mereka berdua berjalan dibelakang Lu Yan dana tampak seperti pelayan.


Namun jika saja Hao ran berjalan sejajar dengan Lu Yan, mereka akan lebih seperti pasangan.


Lu Yan menampakkan sebuah foto ketika pelayan yang menjaga pintu meminta Undangan.


Namun Lu Yan yang sama sekali tak bertemu Yi Heng hanya menunjukkan foto Undangan yang di kirim Yi Heng.


"Maaf Nona, hanya dengan foto ini tidak bisa masuk."


"Aku tidak menerima Undangan aslinya, lagipula ini dikirim oleh Yi Heng. Kau tau Yi Heng bukan?." Ucap Lu Yan.

__ADS_1


"Kami tidak bisa memastikan undangan itu memang di kirim oleh Tuan muda atau bukan. Tapi jika Nona mau menunggu sampai tuan Yi Heng datang maka ka-"


"Perlihatkan padaku, aku tau apa itu dari Yi Heng atau bukan."


__ADS_2