Rose Life : Kehidupan Setelah Keputusasaan

Rose Life : Kehidupan Setelah Keputusasaan
Memutuskan hubungan


__ADS_3

Mereka semua menatap Wanita yang tiba-tiba masuk kedalam pembicaraan mereka.


"Maaf jika aku ikut campur. Aku Luna seorang Desainer Perhiasan. Dan aku tau dari penampilan Nona ini dia sama sekali tidak memakai barang imitasi. Apalagi dalam sekali lihat ada keunikan tersendiri yang kau rasakan dalam anting-anting itu." Ucap Luna kemudian menatap Lu Yan, "Nona jika aku boleh tau siapa yang mendesain Anting-anting itu?."


"Aku tidak tau. Ini pemberian seseorang." Jawab Qin Lu Yan lalu menatap Yi Feng, "Tapi tentu saja bukan seseorang disini."


"Ouh benar aku membawa hadiah untukmu." Ucap Lu Yan kemudian ia memanggil A'ming mendekat.


Ia memberikan sebuah tas pada Lian Fen, "Aku tidak tau apa yang kau suka jadi aku sembarangan membelinya."


Lian Fen menerima itu matanya membulat dan menatap Lu Yan dengan senang, "Tas yang sudah lama ingin ku beli, Lu Yan terimakasih."


"Dan ini, ini..." Lu Yan memberikan 2 buah kotak pada Yi Feng dan Yi Heng.


"Karena aku juga tidak tau apa yang kalian suka maka..." Lu Yan memberikan dua kotak jam pada 'Ayahnya' lalu kemudian pada Neneknya.


"Lu Yan dari mana kau mendapatkan uang untuk membeli ini semua?." Tanya Kakek nya tampak agak marah, ia melirik Yi Feng tajam, "Yi Feng, apa kau memberikannya uang?."


Lu Yan tersenyum ia tau, mereka pasti akan penasaran.


"Kakek Yi Feng memang memberikan uang untukku." Jawab Lu Yan, kemudian ia melanjutkan, "Tapi aku sudah mengembalikannya dalam bentuk itu."


"Hanya 50 ribu yuan, itu bahkan tak cukup untuk sehari." Lu Yan menyombongkan dirinya sendiri, ia bahkan ingin muntah dengan perkataanya.


50 ribu yuan? Untuk Qin Lu Yan asli pasti bisa untuk seumur hidup.


"Lu Yan." Ucap Yi Feng dengan nada memperingatkan.


"Apa?." Lu Yan menatap Yi Feng tajam  kemudian ia tersenyum kosong, "Karena sepertinya kalian tidak menyambut ku maka aku akan pergi."


"Tunggu sebentar." Lao Qin mendekati Lu Yan lalu memberikan hadiahnya kembali, "Walau kau cucu kandung kami tapi jika melakukan hal yang memalukan kau tidak pantas menjadi Putri Keluarga Qin."


"Hari ini aku ingin memperkenalkan mu pada semuanya namun kau-" Lao Qin menghela nafas kecewa, "Aku kecewa padamu."


Lu Yan tertawa mengejek dan menjatuhkan kotak jam itu, "Aku yang harusnya kecewa. Kalian tidak bertanya dan hanya terus menerka. Apa nya yang memalukan? Apa nya yang tidak pantas?."


"Apa yang terjadi?."

__ADS_1


Lu Yan menatap Lao Xie yang datang bersama istrinya dan sedikit heran.


"Kakek Xie?."


"Lu Yan." Ucap Lao Xie tersenyum lebar, ia memeluk Lu Yan dengan cepat bersama Nenek Ma.


"Aku merindukan cucuku namun ternyata cucuku ada didepan mataku. Maaf tidak menyadarinya." Ucap Nenek Ma.


Qin Lu Yan berpikir sejenak dan berseru takjub, Kakek Xie dan Nenek Ma adalah Orang tua ibunya?.


"Lao Qin, jika kau tidak ingin menganggap Lu Yan maka aku bisa mengganti marga nya. Keluarga Xie sendiri bisa menghidupinya lagipula hanya dia satu-satunya penerus." Ucap Kakek Xie.


Tak lama kemudian sebuah tepuk tangan mengalihkan perhatian mereka.


Melihat orang itu Lu Yan berdecak kesal, kenapa orang itu lagi?


"Kalau begitu apakah pertunanganku akan beralih ke keluarga Xie?." Ucap Zhang Wei Yuan dengan senyum lebar.


"Wei Yuan, Kau disini." Ucap Qin Xiao dan menggandeng Wei Yuan namun segera ditepis.


"Qin Xiao, aku datang untuk menemui tunangan ku yang sebenarnya." Wei Yuan menatap Lu Yan dan berdiri di samping nya, ia ingin menggandeng Lu Yan namun mengingat sifatnya dirinya pasti akan ditolak.


Lu Yan memutar bola matanya, drama akan dimulai lagi. Ia melirik A'ming dan menyuruhnya mengambil kursi.


"Kakek, Nenek kalian pasti lelah silahkan duduk dulu."


Mendengar ucapan Lu Yan, A'ming segera mengambil dua kursi lagi.


"Memang Cucuku, sangat perhatian." Ucap Kakek Xie bangga.


Lu Yan tertawa kecil dan mengangguk, "Tentu saja."


Qin Xiao menatap Lu Yan marah, "Apa kau mengejekku? Hanya karena aku anak angkat aku tak dipedulikan lagi, kau merebut keluarga ku lalu tunanganku. Lu Yan awalnya aku ingin membangun hubungan baik denganmu tapi-"


"Tak perlu." Lu yan berjalan menuju Qin Xiao dan menepuk pundaknya, "Awalnya aku juga ingin akur denganmu dan-" Lu yan menatap seluruh keluarga Qin, "Dengan kalian semua tapi kalian menganggap rendah aku. Merebut keluargamu? Ambil saja mereka. Tunangan mu? Aku bahkan tidak peduli."


"Kau berkata seakan-akan kau korban. Lalu bagaimana denganku? Pertama kali ditemukan namun kalian hanya memberiku tempat tinggal yang bagus. Uang? Kalian bahkan tidak memberikan satu koin pun. Kehidupanku selama ini bahkan tidak pernah diperhatikan, apa yang aku butuhkan, apa yang aku inginkan tidak ada keluarga Qin berikan. Benar kan?." Ucap Lu Yan pada Yi Feng, ia berdiri didepannya dengan senyum kecut.

__ADS_1


"Kau tidak pernah peduli padaku, namun kau datang seakan-akan penyelamatku. Yi Feng kau terlalu arogan." tambahnya lagi.


"Hadiahku tidak perlu dikembalikan, mau kalian buangpun aku tak peduli. Hubunganku dengan keluarga Qin cukup sampai disini." Lu Yan berbalik menatap Kakek dan Neneknya, "Ayo kita pergi."


"Baiklah."  Ucap Kakek Xie.


_&_&_


"Cucuku sangat luar biasa." Ucap Kakek Xie.


Lu Yan tersenyum seakan-akan masalah memutuskan hubungan tidak berarti apa-apa namun didalam lubuk hati Lu Yan asli ia kecewa.


"Lu Yan saat ini kau tinggal dimana?."


"Aku tinggal di hotel." Jawab Lu Yan.


"Bagaimana jika tinggal di rumah Kakek dan Nenek saja, lagipula Hotel tidak aman." Tawar Kakek Xie.


Lu Yan menggeleng, "Ada A'ming dan Hao ran jadi tentu saja aman dan juga aku sudah menyewa nya sampai besok."


"Baiklah, ouh iya bagaimana kau pulang?."


Tepat setelah Kakek nya bertanya, mobilnya tiba didepannya.


"Itu mobilku."


"Mobilmu?." Kakek Xie menatap Lu Yan tak percaya namun mengingat apa yang dilakukan Lu Yan sebelumnya ia langsung percaya.


Cucunya ini sangat hebat, dia tidak perlu meragukannya.


"Kakek dan Nenek bagaimana?."


"Kau pergi dulu saja." Ucap Nenek Ma.


"Baiklah. Kalau begitu sampai jumpa." Lu Yan segera masuk kedalam mobilnya.


Ia akan pergi ke restoran karena tadi ia belum makan makanan utama nya jadi ia sangat lapar.

__ADS_1


Tiba-tiba ditengah perjalanan, beberapa mobil mengelilinginya. Seorang Pria keluar dari mobil dan mengetuk kaca mobil Lu Yan.


"Tuan Putri, apa boleh aku mengajakmu berkencan?."


__ADS_2