
Mobil itu melenggang pergi meninggalkan Lu Yan dengan segala ketakutannya, ia tak peduli dengan apa yang terjadi di luar.
Qin Lu Yan kembali berlari, tubuhnya semakin lemah karena ia bahkan belum makan dari kemarin malam.
"Berhenti saja dasar pincang.".
Walau diejek Qin Lu Yan tetap berlari, hingga kemudian ia tak bisa berlari lagi dan terjatuh.
Melihat Bing Yi yang semakin dekat, Qin Lu Yan melihat kearah pagar pembatas jembatan dan segera naik keatas nya.
"Jika kalian kesini aku akan melompat dan kalian akan menjadi pelaku nya." Ucap Qin Lu Yan dengan suara gemetar.
"Lompat saja, toh kami juga tidak akan dihukum karena membunuhmu. Menurutmu kau siapa? Memang nya ada yang peduli dengan hidup atau mati mu?."
"Memang nya ada yang peduli dengan hidup dan mati mu?."
Lu Yan mengulangi ucapan itu didalam hatinya, benar siapa yang peduli padanya?
Dia hidup atau mati, tidak ada yang menyadarinya.
Kini Qin Lu Yan merasa ingin bunuh diri saja, toh tidak ada gunanya ia hidup.
Ia menatap kebelakang ke arah sungai yang berada dibawahnya.
Bing Yi yang melihat ia lengah segera mendorong nya jatuh, namun Lu Yan yang memiliki refleks cepat segera memegang pagar jembatan.
Memang tak ada yang peduli padanya, memang semua orang jahat padanya.
Namun jika dia mati seperti ini maka orang-orang jahat itu tak akan mendapatkan pembalasan.
Dia juga tidak ingin mereka merasa bangga karena telah mempermainkan nya.
Dia, Qin Lu Yan masih ingin hidup.
"Ouh, rupanya kau tak ingin mati?." ejek Jia Wei.
Ia lalu dengan perlahan melepaskan satu persatu jari Lu Yan dari pagar kemudian mendorong jatuh kebawah sungai.
Qin Lu Yan kini hanya bisa pasrah masuk kedalam air yang dingin. Namun hatinya tidak bisa menerima bahwa ia mati begitu saja.
"Aku ingin membalas semua perbuatan mereka. Tak bisakah kau memberiku kesempatan kedua?."
Mata Qin Lu Yan tampak sedih, dengan pandangan yang kabur ia menatap seorang wanita dengan pakaian kuno menatapnya dengan mata sedih pula.
Tiba-tiba matanya tertutup dan ia kehilangan kesadaran nya.
_&_&_
Putri Qin yang merasa bahwa ia telah mati karena diracuni dikejutkan oleh sosok gadis yang mirip dengannya.
Ia menatap Lu Yan dengan sedih didalam air yang dingin itu.
__ADS_1
Tiba-tiba Putri Qin merasa bahwa jiwa nya tertarik kedalam tubuh itu.
Perlahan satu persatu ingatan gadis itu terlihat olehnya.
Melihat bahwa gadis itu masih ingin hidup dan membalas dendam, Putri Qin yang telah memasuki Lu Yan ingin membuka mata nya.
Namun ia masih terlalu lemah, untungnya sebelum ia kehilangan kesadaran ia merasa seseorang telah menariknya menuju kepermukaan.
"Jika kau bahkan ingin mati, jangan lakukan didepan mataku."
Sayup-sayup Putri Qin mendengar suara seorang pria merutuki dirinya, diikuti oleh suara banyak orang.
"Apa dia bunuh diri?."
"Cepat hubungi ambulan dan bawa dia ke rumah sakit."
"Kau melihat nya bunuh diri?."
Berbagai macam suara ia dengar, bahkan beberapa orang mengutuk dirinya karena ingin bunuh diri.
"Seharusnya dia bersyukur bisa hidup malah menginginkan bunuh diri."
"Tidak tau dunia, jika mati bahkan hanya bisa masuk neraka."
"Bahkan jika dia menderita dia harus bersabar."
Putri Qin yang setengah sadar hanya tersenyum, orang-orang ini hanya bisa berpikiran buruk.
Tidak tau dunia? Dan hanya bisa masuk neraka? Tau apa mereka dengan kehidupan Lu Yan.
Jika saja satu dari mereka memperlakukannya dengan baik, setidaknya ada sedikit kebahagiaan dalam hidup Lu Yan.
Lalu bersabar?
Siapa yang memiliki kesabaran seperti dirinya?.
Selama belasan tahun hidup tersiksa dan masih hidup hingga kini, Putri Qin benar-benar merasa salut akan Qin Lu Yan.
Putri Qin kemudian merasa bahwa tubuh nya diangkat dan dibawa ke suatu tempat.
Tubuhnya masih lemah, mereka pasti akan membawanya ke seorang Dokter. Jadi dia akan tidur terlebih dahulu untuk mengumpulkan tenaga.
Lalu setelah bangun dia akan menyusun rencana untuk membalas semua perbuatan orang yang jahat padanya.
.....
Bulu mata Lu Yan bergerak beberapa kali diikuti dengan mata nya yang perlahan terbuka.
Ia mengangkat tangannya ketika cahaya lampu menyinari matanya, perlahan ia mulai membiasakan diri dan bangkit dari tidurnya.
Lu Yan menatap tangan nya yang sedang diinfus lalu menatap sekelilingnya, "Jika ini ada di Dinasti Qin maka seperti sebuah sihir. Lampu, infus bahkan semuanya. Ah ini benar-benar hebat."
__ADS_1
Qin Lu Yan kemudian melepaskan infusnya dengan hati-hati lalu beranjak berdiri dan keluar dari rumah sakit tanpa menyadari bahwa seseorang telah mencarinya ketika ia menghilang.
Lu Yan berjalan tak tentu arah hingga ia kemudian menemukan sebuah kursi di taman.
Saat ini Lu Yan masih bingung, ia tidak bisa kembali ke rumah karena bahkan orang tuanya saja begitu jahat.
Ia menatap orang yang berlalu-lalang, semua informasi tentang dunia modern tentu sudah ia mengerti dari ingatan pemilik tubuhnya sekarang.
Namun tetap saja Lu Yan sedikit takjub. Lu Yan menimbang-nimbang sesuatu berpikir apa yang paling penting di dunia ini.
Uang?
Uang selalu adalah hal yang paling penting.
Tentu saja dia harus mencari uang.
Namun bagaimana?.
Qin Lu Yan yang sebelumnya bekerja sebagai pelayan namun Lu Yan saat ini tentu saja tak ingin menjadi pelayan.
Dia adalah seorang putri yang telah dilayani ribuan kali.
Lu Yan menghembuskan nafas pelan dan beranjak berdiri, ia akan berjalan-jalan sambil mencari pekerjaan yang cocok untuk nya.
Tit tit
Suara klakson mobil membuat Lu Yan terkejut, ia menatap takjub pada kereta berjalan tanpa kuda itu.
Walau ia tau bahwa itu mobil yang berjalan dengan mesin, tapi tetap saja Qin Lu Yan masih saja takjub.
Rasa kagum itu tak bisa menghilang hanya dalam satu hari.
"TOLONG... TOLONG."
Sebuah teriakan terdengar ditelinga nya, Qin Lu Yan berjalan pelan sambil mencari asal suara hingga ia menemukan sebuah gang gelap.
"Tolong."
Teriakan itu berasal dari dalam gang, segera Qin Lu Yan berlari masuk kedalam gang hingga kemudian ia menemukan dua orang wanita yang sedang dikelilingi oleh lima orang pria dengan pakaian seperti seorang preman.
"Eh ada satu orang lagi nih." Ucap salah satu pria dan memandang Lu Yan dengan tatapan kotor.
"Yang satu ini lebih cantik, tapi dia pakai baju rumah sakit. Apa dia kabur dari rumah sakit jiwa?."
"Gila, gila dah. Lebih bagus lagi." Ucap pria lainnya.
Qin Lu Yan berdecak pelan, Kenapa selalu ada pria yang berpikiran kotor terhadap wanita?.
Bahkan melakukan hal itu disiang hari. Benar-benar memalukan.
"Kalian berdua jaga dia, kita tangkap itu juga." Ucap Salah satu pria dan berjalan menuju Lu Yan.
__ADS_1