
Lu yan terkapar lelah dengan pakaian hitamnya, ia baru saja pulang dari mencuri--ah tidak.. Dia hanya mengambil kembali miliknya.
Dan untuk saat ini dirinya bisa tenang karena telah mengumpulkan banyak harta.
Tapi.... "Arkhhh aku harus ikut kompetisi itu juga. Memusingkan sekali."
.....
Lu Yan menghirup nafas segar dalam-dalam setelah berhari-hari di kota yang padat.
Hari ini dia harus kembali ke hotel untuk mendapatkan pelatihan neraka dari Hao ran.
"Kau masih tidur? Jika kau tidak datang dalam waktu satu jam aku akan mengajarimu sampai kau pingsan pun aku tidak peduli."
Mengingat perkataannya saja Lu Yan sudah bergidik ngeri
"Huaaahhh aku masih mengantuk" Lu Yan menguap lebar dan memejamkan matanya.
Mobil berguncang pelan membuat Lu Yan segera membuka mata, mereka sampai tapi...
"Nona nya sepertinya ada kecelakaan."
"Bukan sepertinya." Lu Yan segera turun dari mobil, ia menelan saliva ketika melihat bahwa ada banyak korban.
"Segera hubungi polisi dan juga ambulans."
...
Para Dokter berlari kesana-kemari memeriksa pasien.
Anggota keluarga yang datang menangis histeris,
"Nona apa tanganmu tidak apa-apa?." Tanya seorang perawat yang melihat darah menetes dari tangan Lu Yan.
Lu Yan menatap tangannya dan tersenyum, "Bisa kau berikan aku kain?."
Perawat itu segera mengambilkan kain, ia ingin mengobati Lu Yan namun ia di panggil oleh Dokter.
"Kau pergi saja, aku bisa sendiri."
Perawat itu mengangguk dan pergi.
"Nona." panggil A'ming yang melihat Lu Yan melamun.
Keadaan rumah sakit mengingatkannya pada medan perang.
Jadi dia tenggelam untuk sesaat.
"Segera periksa tuan muda kami, kau tidak lihat? Dia kesakitan." Seorang Pria berjas menarik dokter dan mengancamnya, "Apa kau tidak tau dia siapa? Wang Shen, Kakek nya adalah Kepala Rumah Sakit Wangsa, kau tau?."
"Lalu apa?." balas seorang Dokter yang tampaknya akan bersiap untuk operasi, "Kau diam saja disini, setelah semua pasien ditangani belum terlambat untuk menangani dia."
"YAK." Pria berjas itu berteriak marah, "Kalian para dokter tidak tau berurusan dengan siapa? Jika kalian tidak segera menanganinya, Rumah Sakit Wangsa tidak akan memberikan Dana lagi pada Rumah sakit ini."
"Aishh." Lu Yan yang berada di kursi tunggu merasa kesal, ia berjalan kearah pria itu dan memukulnya, "Dokter kau bisa segera pergi, aku akan menanganinya."
Lu Yan menatap Pria yang disebut tuan muda itu dan melihat nya sesaat dan kemudian menariknya jatuh dari kasur, "Dia yang menyebabkan kecelakaan ini, bahkan jika dia mati dia pantas untuk itu."
__ADS_1
"Kau Brengsek." umpat nya.
"Tuan muda Wang." Pria berjas itu segera membantu 'Tuan muda Wang' kembali ke kasurnya.
"Nona kau tidak sadar berurusan dengan siapa?".
"Aku tidak perlu mengetahui siapa seseorang itu untuk berurusan dengan orang yang menggangguku." Ucap Lu Yan namun kemudian ia mengingat sesuatu dan menatap Wang Shen itu dengan seksama.
"Hei kau tidak tahu? Kawasan perumahan besar itu semua milik Paman ku." Ucapnya.
Lu Yan mengangguk mengerti, tiba-tiba seorang Dokter menghampiri mereka.
"Kenapa tidak ada dokter disini ha?." Ia berucap dengan marah.
Wang Shen tersenyum miring, lihat bukankah mereka takut akan kekayaannya? Semua memang seperti itu.
Saat perawat itu akan memeriksa Wang Shen, dokter itu menegurnya, "Apa yang kau lakukan? Maksudku Nona ini, kau harus mengobatinya dengan benar dulu. Lihat tangan cantiknya itu terluka."
Lu Yan mengangkat alisnya heran, "Tidak perlu."
"Nona jangan seperti itu." Ucap Dokter itu, "Aku Dokter kepala disini jadi tentu saja aku harus memeriksa bahwa pasien disini sudah ditangani."
"Apa yang kau lakukan? Cepat obati nona ini dan kau-" Tunjuk nya marah pada Wang Shen namun dengan cepat ia berubah dengan tersenyum sopan, "Setelah semua pasien ditangani baru Tuan Muda ditangani."
"Kalau begitu, aku permisi."
"Siapa dia? Kenapa kepala dokter perhatian padanya, padahal didepan nya juga ada Wang Shen."
"Hei kau lihat Mobil merah didepan? Edisi terbatas itu miliknya."
"Benarkah?."
Lu Yan duduk menunggu A'ming datang, ia menyuruh A'ming membeli makanan bersama salah satu perawat untuk semua orang disini.
Seorang dokter tiba-tiba duduk disampingnya, ia dokter yang melawan orang Wang Shen tadi.
"Kau sudah bekerja keras."
Lu Yan mengangkat alisnya tak paham.
"Mereka memberitahuku kau membantu korban kecelakaan itu, kau bahkan tak segan-segan melukai tangan mu."
Lu Yan menunjukkan tangannya, "Ini bukan apa-apa. Aku hanya membantu apa yang bisa dibantu."
"Tapi melihat Nona yang terlihat lembut, benar-benar membuatku salut."
"Salut? Aku hanya membantu sesama manusia."
"Nona..." A'ming kembali, ia segera membagi-bagikan makanan lalu menghampiri Lu Yan, "Nona, kita akan pulang?."
Lu Yan mengangguk, ia lalu menatap Dokter di sebelahnya namun sebelum berbicara ia melihat name tag yang berada di jasnya, "Dokter Bai aku pergi dulu, jika butuh bantuan ku jangan sungkan hubungi A'ming."
"A'ming berikan nomormu pada Dokter." perintah Lu Yan.
"Kenapa nomorku?." Tanya A'ming.
"Aku tidak suka ada orang yang meneleponku. Berikan saja atau kau tidur di rumah samping saja. Aku tidak peduli jika terjadi sesuatu padamu." Balas Lu Yan, ia membungkuk sedikit pada Dokter itu dan yang lainnya, "Aku pergi, jika butuh bantuan apapun jangan sungkan untuk menghubungiku. Kalian bisa minta nomornya pada Dokter."
__ADS_1
"Selamat tinggal, semoga cepat sembuh."
Lu Yan berjalan keluar menuju mobil meninggalkan A'ming yang memberikan nomor pada Dokter Bai.
"Dokter, Nona ku tidak suka melihat orang kesusahan. Jadi jika butuh apapun telfon saja."
"Apapun?."
A'ming mengangguk, "Nona ku itu sangat kaya tapi tentu saja tidak ada yang gratis baginya. Ada timbal balik untuk segala hal, itu kata nya."
"Baik, aku mengerti. Tapi ngomong-ngomong soal rumah samping, apa kalian tinggal di dekat sini?."
"Benar, baru saja pindah. Dokter Bai tau tentang Rumah yang dikatakan terkutuk itu? Nah disitu kami tinggal."
"A'ming ayo pergi." teriak Lu Yan dari luar.
"Kalau begitu aku pergi dulu."
_&_&_
"Apa tidak ada lagi tempat?."
Lu Yan baru saja sampai di hotel dan melihat seseorang yang dikenalnya di meja resepsionis.
"Guru Lin ada apa?."
"Lu Yan, kau menginap disini?."
Lu Yan mengangguk, ia menatap tiga orang dibelakang Guru Lin. Mereka pasti orang yang ikut berkompetisi bersama nya, tapi kenapa hanya sedikit?, "Guru Lin dimana yang lainnya?."
"Mereka menginap di hotel lain dan di sana sudah penuh jadi kami kesini tapi ternyata disini sudah penuh juga." Ucap Guru Lin.
Lu Yan berpikir sejenak lalu menatap A'ming, "A'ming kau tidak keberatan jika Guru Lin dan Siswa itu menginap bersamamu?."
"Tentu saja tidak." Jawab A'ming, selama menjadi penjaga fasilitas yang diberikan Lu Yan adalah yang terbaik.
Pakaian baru, menginap di hotel bintang 5 dengan kamar yang cukup mewah.
"Baiklah, dimana manager?." Tanya Lu Yan pada pegawai itu.
Pegawai itu segera menghubungi manager dan tak lama ia segera mendatangi Lu Yan, "Nona ada yang diperlukan?."
"Apa kau bisa menambah satu kasur lagi ke kamar A'ming? Aku akan menambah biayanya." Ucap Lu Yan kemudian menatap siswa yang dibawa Guru Lin, "Kau tidak keberatan kan tidur bersama Hao ran?."
"Tidak apa-apa."
"Guru, aku tidak bisa satu kamar lain." Keluh seorang siswi yang dibawa Guru Lin.
"Xu Lu, jika kau tidak mau kau bisa menyewa kamarmu sendiri." Ucap Siswi lainnya.
"Kenapa tidak kau saja?." Balas Xu Lu.
"Li Na, Xu Lu jangan bertengkar." Ucap Guru Lin kemudian menatap Lu Yan, "Lu Yan apa tidak apa-apa?."
"Tidak apa-apa guru. Ouh Iya, Xu Lu dan Li Na kan?." Ucap Lu Yan sambil menyodorkan tangannya.
Li Na menyambut uluran tangan itu dan mengangguk.
__ADS_1
"Ayo ikut aku."