Rose Life : Kehidupan Setelah Keputusasaan

Rose Life : Kehidupan Setelah Keputusasaan
Kerja Sama


__ADS_3

"Nona apa yang kau ambil tadi?." Tanya A'ming tampak penasaran.


Lu Yan memperlihatkan kantongnya dengan senyum lebar, ia membukanya dan mengambil isinya.


Segenggam mutiara kini ada ditangannya.


"Mutiara? Apa itu asli?."


"Tentu saja asli." Ucap Lu Yan cepat, mutiara ini kebanyakan adalah pemberian. Namun sisanya adalah pembayaran.


Bagaimanapun juga dengan ini ia bisa memanen lebih banyak uang. Selanjutnya apa yang harus dilakukan terlebih dahulu?


Apa sebaiknya berinvestasi di Grup Qin atau Perusahaan nya Wei Yuan?


Atau memulai usahanya sendiri.


"Ouh iya A'ming nanti malam kau juga harus mengantarku ke suatu tempat jadi jangan kemana-mana."


"Baik bos." Ucap A'ming menghela nafas lelah, "Sekarang kita kembali kan?."


Lu Yan mengangguk sambil terus menghitung mutiaranya.


....


Lu Yan kembali ke hotel bersama A'ming, saat melewati meja resepsionis ia tak sengaja melihat seorang wanita sedang menawarkan produk teh nya kepada manajer hotel.


"Pak produk teh ini sangat original, semua prosesnya dilakukan secara manual tanpa mesin sehingga teh nya sangat-sangat bagus."


"Maaf, tapi kami sudah memiliki langganan sendiri. Dan juga tamu-tamu kami menyukainya, kami tidak bisa begitu saja beralih membeli teh mu."


Wanita itu menunduk, namun ia masih tersenyum.


Ketika ia akan pergi Lu Yan segera menghampirinya, "Maaf."


Lu Yan terdiam sejenak, bingung ingin memanggil nya apa.


"Ada apa?."

__ADS_1


"Ah itu." Lu Yan menunjuk produk tehnya, "Apa aku bisa mencoba nya?."


Wanita itu mengerutkan alisnya dan mengangguk cepat, "Tentu saja."


Lu Yan menatap manajer, "Tolong ambilkan teko dan juga tiga cangkir. Ouh iya jika bertemu A'ming suruh dia ke ruang tamu."


"Baik."


"Kita bicara di sana." Ucap Lu Yan mengarahkan nya ke kursi tamu.


"Aku harus memanggilmu apa?." tanya Lu Yan.


"Kau bisa memanggilku Kakak Feng, aku tidak terlalu tua kan untuk dipanggil Bibi." Ucap nya bercanda, "Aku Feng Zhi Shu, lalu Nona?."


"Lu Yan." Ucap Lu Yan memperkenalkan dirinya.


Tak lama kemudian teko dan cangkir yang diminta Lu Yan diantarkan.


"Kakak Feng, boleh aku coba?."


"Ah tentu saja." Feng Zhi Shu memberikan 2 botol teh pada Lu yan, "Yang ini original dan yang satu nya rasa melati. Untuk saat ini kami hanya mampu membuat ini."


Lu Yan telah mempelajari seni teh, hal ini ia lakukan agar dapat membuat teh yang disukai kakeknya. Setelah Kakeknya meninggal, ia tidak akan repot-repot.


Setelah selesai, ia mencium aroma teh nya dan meminumnya dengan elegan, "Sangat baik."


"Syukurlah." Ucap Feng Zhi Shu.


Lu Yan kemudian menyajikan teh untuk Zhi Shu juga.


Ia meminumnya, matanya terbelalak kaget, "Aku tidak tau kalau Tehku bisa seenak ini."


Lu Yan tersenyum, setidaknya jika ia menyajikan teh nanti calon pelanggan nya tidak akan kecewa.


"1 bulan lagi aku akan membuka sebuah Caf'Tea, apa aku bisa membeli teh darimu?."


"Tentu saja, berapa banyak yang ingin nona beli?."

__ADS_1


Lu Yan berpikir sejenak, "Aku hanya akan membeli ¥50.000 untuk saat ini."


"50.000 yuan?." Zhi Shu terdiam sejenak, tubuhnya bergetar gugup, "Nona serius?."


Lu Yan mengangguk.


"Lalu apakah Nona bisa membayar setengah nya dulu?." Tanya Zhi Shu takut-takut kemudian menambahkan, "Saya bukannya tidak percaya, tapi saya butuh dana. Belum ada investor yang mau mendukung, jadii..."


"Investor?." Lu Yan mengetuk jarinya dimeja, jika ia menjadi Investor uang yang dihasilkan juga lumayan.


"Apa aku boleh menjadi investor?."


"Nona?." Zhi Shu menatap Lu Yan dengan tatapan yang tak bisa diartikan, "Nona mungkin tidak tau, tapi kami sama sekali belum memiliki pelanggan."


"Aku pelanggan mu. Kau tenang saja, aku juga akan bantu memasarkan. Untuk saat ini berapa yang kau butuhkan?."


"Nona tidak bisa begitu saja menginvestasikan uang Nona." Ucap Zhi Shu.


Lu Feng berpikir sejenak dan mengangguk setuju, "Kau benar, jadi bagaimana jika aku melihat dulu perkebunan teh milikmu? Jika itu meyakinkan setidaknya aku bisa menginvestasikan 500.000 yuan."


"500.000 yuan?." Zhi Shu menelan saliva nya, jumlah ini begitu besar melihat usia nona didepannya.


Ia ragu-ragu sejenak dan membalas, "Apa Nona tidak perlu meminta izin orang tua Nona?."


"Untuk apa meminta izin? Aku menggunakan uangku sendiri, kau tenang saja aku akan menepatinya." Ucap Lu Yan menenangkan kekhawatiran Zhi Shu.


"A'ming jika kau sudah disini, kau bisa masuk." Ucap Lu Yan yang melihat A'ming diam diluar.


A'ming segera masuk dan berdiri di samping Lu Yan dengan tegap, didepan orang lain di benar-benar berperan sebagai pengawal.


"Coba ini." Lu Yan memberikan teh yang sebelumnya ia seduh pada A'ming.


A'ming menerimanya dengan ragu lalu meminumnya, matanya yang sayu tiba-tiba menjadi bersemangat dan juga ia tersenyum, "Nona, teh apa ini? Sangat enak."


Lu Yan kini merasa bangga, kemampuan menyeduh nya tidak hilang.


"Kakak Feng kau bisa kesini tiga hari lagi? Lusa aku ada olimpiade jadi tidak bisa pergi."

__ADS_1


Feng Zhi Shu mengangguk setuju, mereka saling bersalaman dan juga saling mempercayai


Ini adalah awal kerja sama yang mungkin dapat melambungkan nama mereka berdua.


__ADS_2