Rose Life : Kehidupan Setelah Keputusasaan

Rose Life : Kehidupan Setelah Keputusasaan
Junjie


__ADS_3

"A-aah itu aku-" Lu Yan kelabakan, tak ada alasan dia disini namun, "Aku hanya penasaran apa bisnis meminjamkan yang itu sangat menguntungkan."


Xiao Kai mengernyitkan dahinya kemudian tersenyum lebar, "Tentu saja sangat menguntungkan kau bisa mendapatkan uang hingga 10 kali lipat dari yang kau pinjamkan."


Lu Yan mengangguk mengerti, "Karena aku sudah bertanya maka aku akan pergi dan juga orang ini sebaiknya kau bawa dia pergi jauh. Aku kasihan pada anak itu jika tau ayahnya orang yang sangat buruk."


"Tapi... kembalikan juga uangnya."


"Ha?."


....


Lu Yan berjalan dengan riang dengan senyum yang cerah secerah matahari pagi ini, karena uang yang diberikan Xiao Kai.


Ia tak rela begitu saja mengeluarkan uang untuk orang yang jahat walaupun itu uang Wei Yuan tapi bukankah maksudnya untuk membantu dirinya?


"Ah sepertinya aku sudah sampai." Ucap Lu Yan yang berada didepan gedung tua, ia tak sadar telah berjalan jauh karena begitu semangat.


Bukk


Baakkk, Hiatt


Yaaakkk


Suara keributan didalam bagaikan musik ditelinga Lu Yan begitu menggembirakan rasanya seperti mendengar suara prajuritnya yang mengeluarkan semua tenaga untuk dirinya.


Lu Yan mengintip A'ming dengan tubuh besar dan penuh dengan keringat itu melawan puluhan anak-anak.


Ada banyak yang sudah terkapar, namun bagai tak ada habisnya serangan itu terus menerus dilakukan.


Ia mengangkat wajahnya menatap keatas, ada sekitar 9 Pria yang mengawasi di atas.


"Apa mereka pemimpinnya?." Lu Yan memegang dagunya menduga-duga, "Memang tampak berkarisma sih."


"Apa yang kau lakukan disini?."


Lu Yan terdiam seperti patung lalu pelan-pelan berbalik. Ia lalu mengernyit heran melihat anak yang tadi ia temui kini ada disini.


"Ini bukan tontonan anak kecil, pergi sana." Usirnya pada Lu Yan.


Lu Yan menyisir rambutnya bersikap keren, "Siapa yang kau panggil anak kecil paman?."


"Paman? Kau gila?." Ucapnya lalu masuk kedalam gedung.


Setelah berpikir sejenak Lu Yan mengikutinya masuk dengan tangan bersilang seakan-akan dia adalah bosnya.

__ADS_1


Aish


Tapi bukankah memang Lu Yan bosnya?


"Kalian bahkan tak bisa mengalahkan satu orang? Hanya pandai omong kosong." Ucapnya marah lalu menatap ke atas, "Kalian ingin mengirim anak buah kalian kerumah sakit? Turun dan bereskan dia."


"Ngomong-ngomong apa dia pacarmu?." Tanya pria berambut merah menunjuk Lu yan dengan dagunya.


"Junjie Aku kira kau tidak tertarik dengan perempuan." Ucap temannya yang lain.


Junjie menoleh kebelakang, menatap Lu Yan dengan tajam, "Kau mengikuti ku? Kau tidak tau tempat ini? Sana pergi sebelum menyesal."


"Dan kalian cepat bereskan dia, setelah itu kita rapat." Ucapnya dan berjalan menuju kesebuah kursi untuk menonton.


Lu Yan juga mengikutinya dan duduk disebelahnya. Junjie hanya menghela nafas pelan, apa pun yang ia katakan gadis itu tidak pergi.


Ia bahkan tidak takut melihat pemandangan didepannya membuat Junjie penasaran, "Kau tidak takut?."


"Aa?." Lu Yan hanya menjawab seadanya, ia memakan Pizza yang ia bawa sambil terus melihat perkelahian itu.


Sesekali ia akan tersenyum ketika melihat tatapan memohon dari A'ming. Dia benar-benar? kelelahan.


"Jika kau masih disini, kau mungkin akan terkena hal buruk." Ucap Junjie mencoba mengusir Lu Yan lagi.


Junjie tertawa gurih, apa gadis itu kesini karena menyukainya?


Tapi...


Lu Yan berjalan menuju kearah perkelahian, menahan sebuah besi yang menjadi alat untuk memukul A'ming.


Sedari awal ini tak adil.


"Nona kenapa kau menahan ku?." Ucapnya dan berusaha menarik besi itu dari tangan Lu Yan namun Lu Yan memegangnya begitu erat bagaimana ia bisa melepasnya?


"HEI APA YANG KAU LAKUKAN?." Teriak Junjie yang kini berdiri menatap Lu Yan tak mengerti.


"Hentikan semua ini." Ucap Lu Yan dengan suara yang agak menakutkan.


Sejenak waktu bagai terhenti tak ada yang bersuara, mereka semua menatap Lu Yan tak mengerti.


Namun rengekan A'ming memecahkan kesunyian itu, "Huaa Nona aku benar-benar kelelahan."


A'ming terduduk disamping Lu Yan sambil memegang tangannya namun Lu Yan segera menepisnya, "A'ming kau bahkan tidak bisa membuat mereka melawanmu?." Tunjuknya pada 9 orang yang ia tebak sebagai Eksekutif geng ini.


"Bukan tak bisa tapi..."

__ADS_1


"Tapi kau tidak datang seperti yang kukatakan, kutebak kau disini bahkan belum sampai satu jam kan jadi kau bahkan belum menyelesaikan semut nya? Pura-pura kelelahan? Hentikan sandiwara mu." Lu Yan menatap A'ming tajam lalu berpaling dengan wajah penuh senyuman, "Maafkan aku jika aku lancang. Tapi apa dia memberitahu tujuannya kesini?."


"Tidak, dia tiba-tiba datang dan berkelahi dengan kami." Ucap pria berambut merah.


"Nona, apa kau bosnya?." Tanya Junjie berjalan mendekat.


"Em, benar."


"Jadi apa tujuanmu kesini?"


"Menaklukkan kalian."


Mereka semua terdiam, mata mereka yang awalnya waspada kini berubah tajam menampilkan ketidaksukaan.


"Kenapa kau pikir bisa menaklukkan kami?."


"Karena kalian lemah." Jawab Lu Yan lalu tertawa kecil, "Kalian anak-anak remaja yang hanya tau berkelahi tanpa teknik. Yah walau ada beberapa yang menggunakan teknik tapi tetap saja itu masih yang biasa aja."


"Kau memanggil kami anak-anak, lalu bagaimana denganmu?."


Lu Yan menatap dirinya sendiri, benar dia juga masih anak remaja dan bahkan mungkin lebih muda dari pada mereka. Ia lupa karena kesukaannya pada perkelahian saat menjadi Jenderal.


"Dan juga bagaimana kau bisa sangat percaya diri?."  Junjie menatap Lu Yan merendahkan lalu menyuruh anak buahnya menjauh.


"Kalau kau berani bertarung denganku."


Lu Yan mengangguk setuju, "Jika kau kalah maka Geng ini akan aku kuasai. Kau setuju?."


"Tidak. Jika aku kalah kau bisa pergi, jika aku menang maka kau harus mengganti biaya pengobatan bawahan ku."


Lu Yan mengernyitkan dahinya, tak ia sangka dia anak yang pintar.


"Jika Geng ini ada dibawahku aku akan membuat kalian menjadi orang yang tau malu. Yang tidak akan mengambil uang orang lain yang bekerja keras." Lu Yan mengarahkan tendangan membuat Junjie mundur beberapa langkah.


"Apa maksudmu dengan itu? Kapan kami mengambil ua-" Junjie terdiam ketika ia mendapati teman-temannya tampak berpaling.


Ia menghela nafas pelan dan membungkuk meminta maaf pada Lu Yan, "Aku minta maaf, aku akan menghukum mereka yang melanggar peraturan ku."


"Junjie kau tidak bisa melakukannya." Ucap Pria berambut kuning, "Jika kita tidak mengambil uang orang lain maka bagaimana kita bertahan? Toh Geng lain juga melakukannya, lagipula kita juga tak terlalu memaksa."


"Kau lupa tujuan kita membuat Geng ini?."


Pria berambut merah berdecih, "Mengalahkan Xiao Kai kan? Tapi dengan uang kecil yang kita dapatkan dari bekerja itu kapan kita bisa mengalahkannya?."


"Pulang saja ke rumah dan tidur sana. Bermimpilah kau bisa mengalahkan Xiao Kai." Ucapnya tajam.

__ADS_1


__ADS_2