Rose Life : Kehidupan Setelah Keputusasaan

Rose Life : Kehidupan Setelah Keputusasaan
Benarkah dia disandera?


__ADS_3

"Jadi kalian membuat Geng ini untuk mengalahkan Xiao Kai."


Junjie menatap Lu Yan dengan gugup, dia lupa bahwa gadis didepannya itu mengenal dan bahkan tampak akrab dengan Xiao Kai.


"Feng Ru omong kosong apa yang kau katakan?." Ucapnya cepat.


"Junjie jangan khawatir. Karena tampaknya tujuan kita sama jadilah bawahan ku. Uang, tempat tinggal bahkan masa depan aku akan memberikannya." bujuk Lu Yan.


"Kau bukan temannya? Tapi tadi kulihat Xiao Kai tampak bersahabat denganmu." Ucapnya membuat Lu Yan jengkel.


"Dia ingin menjadikan ku tunangannya, tentu saja aku tak mau jadi aku ingin mencoba menghancurkannya." Ucap Lu Yan lalu melanjutkan dengan jari mengarah pada Junjie, "Tentu saja dengan bantuan mu."


Lu Yan mulai menceritakan hubungannya dengan Xiao Kai, tentu saja dengan melebih-lebihkan beberapa bagian seperti anak yang dimanfaatkan, dibuang dan tidak dipedulikan oleh keluarga sendiri.


Dengan wajah sedihnya semua orang di sana mulai tersentuh. Yah itu semua benar kecuali bagian dia sedih.


Dirinya tidak peduli pada keluarga itu.


"Ah pantas saja aku mendengar akan ada rombongan yang akan menyerang wilayah Xiao Kai. Jadi itu kau?."


"Kau tau darimana apa informasi itu bocor?."


"Aku juga bagian dari Zhele Guild dan salah satu orang yang ikut mengacaukan salah satu dari tiga keluarga itu. Tapi yang aku heran kenapa kau juga ingin menyerang Keluarganya Zhang?."


Lu Yan menyengir lebar, itu agar mereka tidak mengetahui tujuan sebenarnya. Mungkin hanya terlihat seperti Lu Yan ingin membalas perlakuan mereka namun yang sebenarnya adalah mengambil ibunya dari Xiao Kai.


Informasi dari Yi Feng, Ibunya saat ini terkurung di rumah belakang keluarganya Xiao. Namun anehnya kenapa Yi Feng tidak meminta bantuan dari Kakek Xie? Atau berusaha untuk mengeluarkan nya sendiri?


Apa dia hanya mempunyai wajah Putra mahkota tapi tidak dengan kecerdasannya?.


"Nanti malam bergabung lah dengan mereka, sebagian dari kalian berpencar ke semua tempat usaha Xiao Kai lalu sebagian nya lagi buat keributan di rumah Xiao Kai." Ucap Lu Yan mengintruksikan mereka.


"Kenapa kami harus mengikuti mu?."


Lu Yan menatap Pria berambut merah dengan kesal, "Feng Ru kan?."


Feng Ru menatap Lu Yan tak bersahabat dan mengalihkan pandangannya.


"Aku suka sifat mu." Lu Yan tersenyum singkat lalu menatap Junjie, "Aku butuh orang dan kalian butuh uang. Kalian ingin mengalahkan Xiao kai? Aku akan bantu mewujudkannya."

__ADS_1


"Kau punya banyak uang?."


"Yah, setidaknya aku punya jutaan yuan."


Mereka semua saling memandang dan berbisik, jutaan yuan?


"Aku sudah menyediakan tempat tinggal, rencana usaha dan juga pelatih. Ouh iya tentu saja itu tidak gratis kalian juga harus bekerja." Ucap Lu Yan.


Saat ia akan melanjutkan perkataannya deringan telpon terdengar. Lu Yan benar-benar kesal, rasanya ia ingin membanting telfon itu karena selalu datang diwaktu yang tidak tepat.


Namun melihat namanya ia hanya bisa tersenyum paksa dan menjawabnya.


"Lu Yan, kapan kau akan kembali?."


Tanya Hao ran diseberang telfon.


"Apa setelah selesai kompetisi itu kau harus terus keluyuran? Guru Li bilang malam ini kita kembali."


Ouh, Lu Yan benar-benar lupa untuk meminta izin namun hal ini tak dapat ditunda lagi. Toh dia tak tau kapan akan ke kota C lagi.


"Bilang pada Guru Lin, lusa aku akan kembali. Kalian bisa pergi duluan."


..._&_&_...


Dengan pakaian hitamnya dan kain penutup wajah Lu Yan mengendap-endap di rumah Xiao Kai. Rumah yang besar bagaikan istana ini tampak ramai dengan anak buah Xiao Kai.


Yang harus ia lakukan sekarang adalah ke halaman belakang lalu setelah keributan datang baru dia akan membawa ibunya.


Tapi,


Xiao kai menjaga rumahnya dengan ketat hingga ada yang berpatroli. Tampaknya Xiao Kai ini memiliki banyak musuh.


Krekk


"Siapa disana?."


Lu Yan tak sengaja menginjak daun kering, dengan cepat ia memanjat pohon dan bersembunyi dibalik dedaunan.


Beruntung cuaca nya mendung jadi mereka tak akan melihat apapun selain kegelapan.

__ADS_1


"Ah kau ini sensitif sekali, paling itu hanya hewan." Ucap temannya menyingkirkan kecurigaan.


Setelah mereka pergi Lu Yan dengan hati-hati pergi ke halaman belakang.


Ia melihat sebuah rumah kecil yang bersinar terang dan bersembunyi.


Selama menunggu Lu Yan tanpa sadar memikirkan kehidupan lamanya, melihat sejarah yang ada dia tanpa sadar khawatir dengan ayahnya.


Bagaimanapun dia belum membalas kasih sayang Ayahnya.


Usir mereka cepat, jangan sampai masuk.


Dasar b*j****n


Lu Yan tersenyum kecil mendengar keributan itu, tampaknya semua sudah dimulai.


Namun walaupun begitu ia tetap berhati-hati dan terus mengawasi sekitarnya.


Lu Yan berjalan ke rumah itu dan mencoba mengetuk pintu dengan pelan, yah siapa tau saja ada yang membuka ketika melihat bahwa rumah itu bukan seperti penjara.


Tak ada jawaban, Lu Yan memutar kenop pintu dan dengan mudahnya terbuka.


Ia masuk kedalam rumah itu dengan ekspresi yang bingung? Yah mungkin begitu.


Jika ibunya menjadi tahanan Xiao Kai dan dia dijadikan alasan untuk mengancam kenapa rumah ini begitu... nyaman?


Di dinding rumah terdapat foto dua anak kecil bersamanya, Lu Yan tebak itu adalah Yi Feng dan Yi Heng.


Ada juga foto Yi Feng dan Yi Heng lainnya.


Benarkah dia di sandera? Kecurigaan Lu Yan semakin besar, apa Yi Feng atau Xiao Kai bohong?


"Siapa kau?." Suara lembut nan tegas itu masuk ke indra pendengarannya.


Tubuh Lu Yan membatu, ia tak bergerak sedikitpun namun otaknya terus berjalan memikirkan untuk pergi.


"Apa kau kesini mencari Bibi Xie Yun?."


Lu Yan berbalik, wanita cantik yang mirip dengan Xiao Kai itu tampak tenang memandangnya.

__ADS_1


"Jika iya maka kau harus pergi. Bibi tak ada disini." Ucapnya dan berbalik pergi tak menghiraukan Lu Yan lagi.


__ADS_2