Rose Life : Kehidupan Setelah Keputusasaan

Rose Life : Kehidupan Setelah Keputusasaan
Menolak


__ADS_3

Qin Yi Feng menunjuk pergelangan tangan Lu Yan membuat nya mengangkat melihat apa yang ada di tangannya.


"Gelang itu. Itu adalah gelang Keluarga Qin. Kau memakai gelang itu berarti kau adalah bagian dari keluarga Qin."


Jawaban Qin Yi Feng segera membuat Lu Yan membuka gelang nya dan meletakkannya di atas meja, "Aku berikan padamu. Jadi sekarang kau pemiliknya." balas Qin Lu Yan dan berbalik badan hendak pergi dari tempat itu namun segera ditahan oleh Qin Yi Feng yang langsung memutar badan nya.


"Kau tidak ingin menjadi bagian Keluarga Qin?." Tanya Qin Yi Feng.


Qin Lu Yan menggelengkan kepalanya, "Tidak."


"Kenapa?." tanya Qin Yi Feng melanjutkan, "Apa kau sudah menjual tubuhmu, jadi kau malu?."


Qin Lu Yan membulatkan mata nye terkejut dan segera menampar Qin Yi Feng dengan kuat.


Itu benar-benar kuat karena Qin Yi Feng sampai terjatuh karenanya.


"Mulut kotor mu itu." Tunjuk Qin Lu Yan marah, "Kau ingin tau kenapa? Baik, maka akan kukatakan."


"Karena sudah terlambat. Terlambat untuk mengatakan bahwa aku punya keluarga, terlambat untuk mengatakan bahwa kau adalah Kakakku. Kehidupan Qin Lu Yan adikmu itu sudah berakhir hari itu, hari dimana dia jatuh ke sungai." Ucap Qin Lu Yan jujur, Qin Lu Yan dia sudah menghilang tak ada artinya bagi dirinya untuk kembali ke keluarga yang bahkan bukan miliknya.


Tiba-tiba seseorang memeluknya diikuti oleh sebuah suara, "Namun bahkan jika kau menolak, kami akan memaksa mu untuk kembali."


Qin Lu Yan menatap orang yang memeluknya, seorang wanita tua yang mirip dengan pelayan ibunya kini menangis di pelukannya.


Dan seorang Pria tua kini muncul dihadapan nya dengan wajah tegas, "Kau adalah keturunan keluarga Qin. Kau tidak bisa seenaknya saja mengatakan kau ingin pergi."


"Lao Qin jangan terlalu galak padanya, cucuku yang malang." Ucap wanita tua itu dan mengelus pundak Qin Lu Yan dengan ketulusan.


Tubuh Qin Lu Yan sempat kaku, ini... Ini adalah sesuatu yang diinginkan tubuh Qin Lu Yan. Pelukan, seseorang yang menguatkan dan mata yang penuh cinta.


Bahkan jika jiwa nya tidak ada tubuh nya tetap merespon seperti keinginan jiwa yang sebenarnya.


"Kau sudah begitu menderita, pulang bersama Nenek maka tidak akan ada lagi yang membuatmu menderita." Bujuk Wanita tua itu.


Qin Lu Yan sempat bingung, dirinya tak ingin namun hati Qin Lu Yan asli menginginkannya.


Tiba-tiba dadanya menjadi sesak dan tubuhnya luruh sambil memegang dadanya perlahan air mata keluar dari pelupuk matanya, "Tidak, tidak bisa. Ini benar-benar sudah terlambat."


Satu persatu Qin Lu Yan mengingat tentang siksaan dalam hidupnya. Dipukuli, ditampar, ditendang, tidak diberi makan, bekerja hingga kelelahan, bahkan munculnya keinginan bunuh diri.


Namun setelah tau dirinya berasal dari Keluarga Kaya, ia semakin tak terima. Setelah belasan tahun kenapa baru sekarang?


Kenapa? Kenapa setelah Qin Lu Yan asli menghilang mereka baru datang? Bukankah itu sudah tak berguna lagi?.


"Puluhan tahun yang lalu, kenapa kalian tidak mencari ku? Kenapa saat dia sudah mati baru kalian menemui ku?." Tanya Qin Lu Yan berusaha menguatkan hati nya.

__ADS_1


Kenapa dia harus menangis pula?


Itu semua bukan kehidupannya.


"Kami kira kau sudah mati." Jawab Qin Yi Feng dengan lantang.


Qin Lu Yan mengangguk mengerti ia bangkit berdiri dan tersenyum kecut, "Kalau begitu anggap saja dia memang sudah mati."


Qin Lu Yan keluar sambil mengelap air mata nya, ia menatap ke sekitar tempat seperti ini tidak akan ada taksi.


Jadi dia mengambil Ponsel nya dan menelepon seseorang.


"Bos, ada apa? Perlu sesuatu?."


"Jemput aku di..."


Qin Lu Yan tak tau ia ada dimana, ia sedikit melirik kedalam dimana ketiga orang yang 'mengaku' keluarga nya sedang berbincang-bincang.


"Bos kau bisa mengirimkan lokasimu padaku."


"Ouh benarkah? Aku akan coba." Qin Lu Yan segera mencari cara mengirimkan lokasi nya pada Ouyang Hong.


"Sudah ku kirimkan, kau jemput aku sekarang."


.....


"Yan'er pulang lah bersama kami." Ucap Wanita tua itu menghampirinya yang sedang menunggu Ouyang Hong.


"Maaf tapi mungkin aku bukan anak yang kalian cari. Hanya sebuah gelang itu bukan berarti aku cucu kalian. Jika kalian membawa bukti yang lebih kuat, mungkin aku akan." Ucap Qin Lu Yan berusaha untuk berkilah.


"Kau cucuku bahkan sebelum hasil tes DNA keluar aku yakin. Kau punya tahi lalat merah di dekat jempol kakimu. Nenek sudah memastikannya."


Qin Lu Yan menunduk menatap kakinya, benar ada tahi lalat merah di sana.


"Aku membutuhkan waktu untuk menerima semua ini. Jadi..."


Tit titttt


Tiba-tiba suara klakson mobil menghentikan ucapan Qin Lu Yan, ia menatap kearah mobil yang baru tiba itu.


Di sana Ouyang Hong dengan mobil sport nya sudah menunggu Qin Lu Yan dengan gaya yang tengil, "Anak itu.."


"Jemputan ku sudah datang. Aku pergi dulu." Ucap Qin Lu Yan dan segera masuk kedalam mobil Ouyang Hong.


"Ikuti mereka dan juga cari tau siapa pemuda itu." Perintah Yi Feng pada Sekretarisnya.

__ADS_1


"Baik."


_&_&_


"Aku akan menyewa kamarnya 2 hari lagi." Ucap Qin Lu Yan setelah kembali ke hotel.


Ia sudah menjual semua emas nya dan Apartemen juga sudah ia beli, namun butuh beberapa waktu untuk ia tinggali.


"Ambil kembali kuncinya dan kosongkan kamarnya." Ucap Qin Yi Feng yang tiba-tiba datang mengambil kunci dari tangan Lu Yan dan memberikan nya kembali pada resepsionis.


"Tuan Qin." Sapa resepsionis itu dengan hormat.


"Berikan kunci Apartemen untuknya dan untuk seterusnya itu akan menjadi miliknya. Kalian mengerti." Ucap Qin Yi Feng dan di angguki kedua resepsionis itu.


Qin Lu Yan mengernyitkan dahinya dan menatap Yi Feng dengan tajam, "Apa yang kau lakukan? Kau pikir akuĀ  akan menerimanya?."


"Segera suruh orang untuk memindahkan barangnya." Perintah Qin Yi Feng kemudian ia menatap Lu Yan, "Kau tidak punya alasan untuk tidak menerimanya, Yan'er."


Qin Yi Feng kemudian berjalan pergi meninggalkan Qin Lu Yan yang terdiam kaku, "Yan'er?."


"Kenapa mereka berdua semakin mirip?." Qin Lu Yan berucap dengan nada tak percaya kemudian menatap Kedua resepsionis didepannya.


"Orang itu apa dia pemilik hotel ini?." Tanya Qin Lu Yan dan tentu saja langsung di angguki kedua wanita itu.


"Benar, memangnya nona tidak tau dia siapa? Nona bahkan diberikan Apartemen tidak mungkin nona tidak tahu bukan?." Tanya salah seorang resepsionis.


Qin Lu Yan memutar bola matanya malas lalu menatap ke sekitar nya, Hotel ini hotel terbesar dan terbagus di kota ini.


Itu berarti Keluarga Qin sangat-sangat kaya?


Kalau begitu dia mungkin tidak perlu terlalu bekerja keras mencari uang kan?


Dia hanya perlu duduk manis seperti seorang Puteri. Ahh tapi kehidupan seorang Puteri begitu membosankan dia hanya akan menjadi seorang jenderal lagi. ~~Mengahadapi peperangan.


_&_&_


"An Li bagaimana menurutmu aku tadi? Sudah sedikit ramah kan?." Tanya Qin Yi Feng.


"Cukup ramah."


Qin Yi Feng menghela nafas pelan dan menatap Qin Lu Yan yang berjalan keluar hotel, "Aku menyesal mengatakan bahwa dia lemah. Kehidupan nya dipenuhi orang-orang jahat, fisik dan mentalnya pasti sangat terluka. An Li kau sudah mengumpulkan data-data mereka kan?."


An Li mengangguk, "Semua nya ada di kantor Tuan."


"Baik, kita kembali ke perusahaan."

__ADS_1


__ADS_2