
Seperti biasa Bing Yi dan teman-temannya menganggu Lu Yan lagi, sehingga Lu Yan tidak bisa untuk tidak marah pada mereka.
"Berapa banyak uang yang dihasilkan tubuhmu itu? Ouyang Hong itu memang kaya, namun dia tidak akan mungkin mau menghabiskan uangnya dengan percuma hanya untukmu Lu Yan." Ucap Bing Yi merendahkan Lu Yan lagi.
"Lagi?." Lu Yan tersenyum tak percaya, kenapa mereka harus selalu berpikir tentang itu? Tidak bisakah mereka berpikir bahwa Lu Yan bekerja atau mungkin dia menemukan keluarga nya hingga ia bisa menjadi sekaya ini?.
"Bing Yi, kau sangat iri pada wajahku? Kepintaran ku? Dan sekarang... Kekayaanku? Ah aku begitu sempurna, jelas saja kalian iri." Ucap Lu Yan membanggakan dirinya sendiri.
Bing Yi berdecih pelan, "Kaya? Kalau begitu-" Bing Yi bertepuk tangan menarik perhatian semua murid, "Lu Yan berkata ingin mentraktir kalian, kalian bisa pesan sepuasnya. Tuan Putri Lu Yan yang akan membayarnya."
"Bing Yi kau ini..." Yan Jun berjalan dengan tergesa-gesa menuju Lu Yan, ia meletakkan makanan nya dan hendak berdebat dengan Bing Yi.
"Biarkan saja." Ucap Lu Yan, kemudian ia menatap meja nya, ia ingin sekali menumpahkan piring makanannya ke kepala Bing Yi.
Namun tidak boleh membuang-buang makanan jadi...
Lu Yan mengambil tong sampah yang tak jauh darinya.
Bing Yi melihat tatapan jahat Lu Yan dan melotot tajam, "Lu Yan apa yang ingin kau lakukan?."
"Jia Wei, Wan Mei." Panggil Bing Yi.
Jia Wei dan Wan Mei segera berlari ingin menghentikan Lu Yan.
Namun dengan senyum jahatnya ia menjegal kaki mereka berdua lalu menumpahkan semua sampah itu ke kepala Bing Yi.
"Bing Yi, ahh kenapa aku baru sadar bahwa bau mu sama seperti sampah. Bahkan ketika aku menuangkan kotoran ini bau nya tetap sama."
Lu Yan berdecak pelan, ia mengangkat tangannya keatas ingin memukul Bing Yi, "Aku sangat ingin memukulmu tapi aku tidak ingin kotoran menempel di tanganku. Jadi..."
Lu Yan mendekati wajah Bing Yi sambil menutup hidungnya, "Kau nantikan saja pukulan besar dariku."
"Ah sangat bau." Ucap Lu Yan dan segera berbalik.
Ia lalu menatap semua murid di sana, "Kalian pesan saja sepuasnya, aku yang akan bayar. Tidak perlu khawatir aku tidak bisa membayarnya, kalian nikmati saja makanan nya."
Yan Jun menatap tak percaya pada Lu Yan, bagaimana bisa ia terpancing oleh ucapan Bing Yi?.
Anggap saja dia memang pacar Ouyang Hong, namun kabarnya dia juga tidak akan terlalu suka jika pacarnya terlalu sombong seperti ini.
"Lu Yan, kenapa kau terpancing dengan ucapannya?." Ucap Yan Jun.
"Terpancing?." Ucap Lu Ya sambil menatap Bing Yi, "Tidak, aku tidak terpancing karena ucapannya. Aku hanya ingin menunjukkan bahwa aku kaya."
"Dan kau, Bai Qian tidak perlu khawatir kehilangan beasiswa mu." Lu Yan kemudian duduk dan mulai menyantap makanan nya.
Yan Jun yang melihat Lu Yan begitu berbeda dari sebelumnya, tidak bisa untuk tidak bertanya-tanya.
__ADS_1
_&_&_
"Ku kira ujian nya akan sulit." Ucap Lu Yan yang kini menuju taman, ia selesai lebih dulu dibandingkan yang lainnya membuatnya yakin bahwa Qin Lu Yan ini benar-benar hebat.
Dia bahkan sudah mempelajari hal-ha l yang belum diajarkan guru. Namun untuk selanjutnya jika dia sendiri tidak belajar, tidak tau apa yang akan diisi.
Lu Yan kemudian duduk di bangku taman, disebelahnya seorang pria tampak begitu tenggelam dalam bacaannya.
Lu Yan mengintip bacaan pria itu dan kemudian ketahuan olehnya.
"Kau sudah selesai ujian?."
Lu Yan mengangkat alisnya dan mengangguk, "Em."
"Lu Yan, kau jangan terlalu memperdulikan mereka." Ucap Pria itu membuat Lu Yan bingung.
Lu Yan berpikir sejenak, mencari ingatan tentang pria didepannya. Namun nihil, pria itu tak pernah bertemu dengannya.
"Dengan meladeni mereka itu akan membuat mereka terus mengganggumu. Aku tidak tau bagaimana kau mendapatkan uang itu, tapi membuangnya untuk mereka hanya hal sia-sia."
Lu Yan mengangguk mengerti arah pembicaraan mereka, tentu saja karena kejadian itu.
"Hanya beberapa ribu yuan, tidak perlu diperhitungkan. Aku cukup menjual salah satu bajuku saja sudah dapat membayar semua makanan mereka." Ucap Lu Yan menyombongkan kekayaannya lagi.
Ia kemudian melanjutkan, "Aku tidak tau siapa kau, tapi aku hanya mengatakan ini padamu. Aku bertemu keluarga ku, dan mereka sangat kaya. Jadi, sangat sayang untuk tidak membuang-buang uang."
"Ouh Iya siapa namamu?." Tanya Lu Yan namun diabaikan oleh pria itu yang langsung pergi dengan mata yang masih tertuju pada buku.
"Apa hebatnya? Jawaban ku juga belum tentu benar semua." Ucap Lu Yan kemudian ia menanyakan tentang siswa yang bersamanya tadi.
"Ah maksudmu Hao ran ? Dia seorang genius diantara genius, banyak siswa pintar disini menyukainya. Namun Lu Yan kau tidak tau dia?."
Lu Yan menggeleng, "Tidak."
Yan Jun menatap Lu Yan dengan menyelidik kemudian mengangguk paham, "Selama ini kau jarang terlihat dan selalu berada dikelas, jadi tentu saja kau tidak akan mengenalinya."
"Tapi, kenapa kau yang no.1 disekolah bukan dia?." Tanya Lu Yan yang mengingat julukan Yan Jun.
"Lu Yan, dia berada di level yang berbeda. Aku bahkan tidak bisa menyentuhnya, nilainya semua nya sempurna." Ucap Yan Jun dengan iri.
"Ngomong-ngomong berapa yang kau bayarkan tadi?."
"Yan Jun ku kira akan sangat mahal, tapi ternyata hanya 1500 yuan saja." Ucap Lu Yan.
"1500 Yuan? Hanya?."
_&_&_
__ADS_1
Bel pulang sekolah berbunyi, Lu Yan berjalan keluar sekolah sambil menelfon Ouyang Hong untuk menjemputnya. Sepulang sekolah ini dia akan pergi ke pertandingan yang telah ia janjikan, lagipula ia juga sudah agak lama tak berolahraga.
"Lu Yan, mau pulang bersamaku?." Tanya Yan Jun dan saat itu mobil Ouyang Hong muncul didepan sekolah.
Warna nya yang merah dan mobil yang tampak keren segera membuatnya menjadi pusat perhatian.
Ouyang Hong keluar dari mobil dengan berlagak keren membuat Lu Yan sedikit jijik padanya.
Ia tau Ouyang Hong selalu dikatakan Playboy, namun selama bersamanya ia seperti anak yang patuh.
"Yak, Ouyang Hong bisakah kau bersikap biasa saja?." Ucap Lu Yan.
Ouyang Hong menyengir lebar, ia menembus kerumunan dan berjalan menuju Lu Yan, ia juga dengan cepat mengambil tas Lu Yan dari punggungnya.
Melihat perlakuan itu para gadis menatap Ouyang Hong dengan tatapan memuji, dia begitu perhatian pada pacarnya. Ya, mungkin itu yang mereka pikirkan.
"Lu Yan, kau harus berhati-hati padanya." Bisik Yan Jun sambil melirik Ouyang Hong.
"Ouyang Hong, berhenti bersikap menjijikkan seperti itu." Ucap Lu Yan, kemudian diangguki Ouyang Hong.
"Baik Bos, baik. Hari ini jadi bukan?." Tanya Ouyang Hong dengan wajah imut.
Lu Yan menatap Ouyang Hong dengan datar. Melihat tatapan itu Ouyang Hong berjalan terlebih dahulu dan membukakan pintu untuk Lu Yan.
Namun sebelum ia masuk seorang gadis memanggilnya.
"Kak Ouyang."
Lu Yan mengangkat alisnya, mereka lagi, lagi dan lagi.
"Zi Xian?." Ucap Ouyang Hong tampak mengenali Zi Xian.
Zi Xian, Bing Yi dan yang lainnya berjalan menuju Ouyang Hong sambil melirik Lu Yan dengan senyum miring.
"Lama tidak bertemu." Ucap Ouyang Hong dan diangguki Zi Xian.
"Kakak menjemput pacar kakak?." Tanya Zi Xian.
Ouyang Hong menatap Lu Yan, apa yang dimaksud bosnya?.
"Kakak tau apa yang dilakukan pacar kakak?". Tanya Zi Xian lagi kemudian melanjutkan, " Dia mentraktir semua orang disekolah dan mengatakan bahwa dia kaya. Dia juga telah membully temanku."
"Lalu??" Tanya Ouyang Hong masih tak mengerti.
"Kakak tidak marah?." Tanya Zi Xian.
"Untuk apa aku marah?" Tanya balik Ouyang Hong, bagaimana dia bisa marah? Dia hanya dianggap pelayan nya bukan pacarnya.
__ADS_1
"Benar, bagaimana dia bisa marah?." Ucap Lu Yan kemudian ia menepuk pundak Ouyang Hong, "Karena kau disini maka katakan pada mereka kau bukan pacarku."
....