
Setelah berbicara dengan Yan Jun, Qin Lu Yan duduk disalah satu bangku taman sekolah yang digunakan untuk kompetisi.
Ia memainkan ponselnya secara acak, ia tidak tau apa yang harus ia lakukan lagi.
"Bagaimana soalnya?."
Qin Lu Yan mengangkat wajahnya dan menatap kesamping, seorang Pria tua kini duduk disampingnya dengan wajah ramah.
"Lumayan."
"Tidakkah banyak yang sulit?." Tanya Pria itu dan diangguki setuju oleh Lu Yan, "Banyak yang sulit."
"Lalu bukankah itu buruk?." Tanya Pria tua itu.
"Tidak juga." Jawab Qin Lu Yan, sedari awal dia tidak peduli dengan kompetisi ini.
Pria itu tersenyum mendengar jawaban jujur Qin Lu Yan, namun kemudian ia menyadari bahwa ia pernah melihat Qin Lu Yan di suatu tempat.
"Nak, apa kita pernah bertemu sebelumnya?." Tanya Pria tua itu.
Qin Lu Yan menatap wajah Pria tua iti kemudian mengangguk, "Di toko emas, Tuan tua yang menyukai barang antik bukan?."
Pria tua itu tertawa dan mengangguk, ia terlihat senang menemukan Qin Lu Yan, "Setelah hari itu aku mencoba untuk mencari mu, hanya saja ternyata sangat sulit."
"Kenapa mencari ku?."
"Bukankah kau mengatakan bahwa kau memiliki perhiasan yang lebih cantik dari yang kau pakai itu, aku ingin membelinya untuk hadiah cucuku." Ucap Tuan Tua itu dan membuat Lu Yan bersemangat.
Uang nya hanya tersisa beberapa ratus ribu yuan, dia perlu uang lagi. Dan juga perhiasan nya begitu banyak, ia memang berniat untuk menjualnya namun mengingat ia di awasi setelah menjual emas untuk kedua kalinya, Lu Yan mengurungkan niatnya untuk menjual harta nya lagi.
"Baik, kalau begitu Tuan tua ingin kapan? Aku bisa membuat janji kapan saja."
"Bagaimana kalau Besok siang?." Tanya Tuan Tua dan disetujui Lu Yan.
"Tentu saja."
"Kalau begitu Aku boleh meminta nomor Tuan Tua? Aku akan mengirim lokasi nya." Ucap Qin Lu Yan.
"Baik..baik."
...
"Lu Yan bagaimana? Tidak terlalu sulit bukan?." Tanya Guru An.
__ADS_1
Lu Yan hanya tersenyum sebagai tanggapan, dia tidak ingin membicarakan tentang kompetisi itu lagi.
"Bu, tentu saja itu sangat sulit baginya selama ini dia curang. Sedangkan didalam kita bahkan tidak bisa menyontek, aku yakin dia bahkan tidak bisa menjawab satupun." Ucap salah seorang yang Lu Yan kenal sebagai teman Bing Yi.
Dia pernah membully Lu Yan bersama Bing Yi, hanya saja karena kelasnya berbeda maka jarang hal itu terjadi.
"Zi Xiang tutup mulutmu, jangan menuduh sembarangan." Ucap Yan Jun membela Lu Yan.
Zi Xiang mendelik tajam dan mendengus kesal, ia menutup mulutnya dan tidak berbicara lagi.
Lu Yan menatap Yan Jun disampingnya dan tersenyum simpul, dari pertama ia melihatnya Lu Yan tau dia anak baik hanya saja ia sombong dan sangat sombong.
Tidak hanya wajah tapi bahkan kepribadian mereka juga mirip.
_&_&_
"Kalian boleh pulang, dan istirahat yang baik. Jika terpilih maka minggu depan kalian bisa pergi ke Kota C." Ucap Guru An.
Qin Lu Yan yang mendengar Kota C disebut tidak bisa untuk tidak mendesah pelan.
Kota C lagi? Namun dia tidak akan pergi secepat itu, Lu Yan yakin bahwa hasilnya tidak sebagus orang-orang pintar itu.
"Lu Yan, apa kau ingin aku antar?." Tawar Yan Jun dengan mobil jemputan yang sudah siap di depan sekolah.
"Tentu saja jika kau tidak keberatan." Jawab Qin Lu Yan menyetujui nya.
Qin Lu Yan dan Yan Jun bersama-sama masuk kedalam mobil.
"Rumahmu masih sama?." Tanya Yan Jun.
"Kau tau rumahku?." Tanya Lu Yan balik.
Yan Jun mengangguk, "Em Aku pernah penasaran kau semiskin apa, jadi aku mengikuti mu."
Qin Lu Yan menatap Yan Jun tak percaya, bisa-bisa nya dia penasaran dengan Lu Yan.
"Antar ke King Hotel." Ucap Qin Lu Yan membuat Yan Jun kaget, "Aa? King Hotel."
"Em, antar aku ke sana." Ucap Qin Lu Yan yang juga didengar oleh Sopir Yan Jun.
Dan tentu saja mereka segera menuju King Hotel.
"Lu Yan, kau tinggal di sana?." Tanya Yan Jun yang kemudian menggelengkan kepalanya, "Ah itu tidak mungkin, lalu Lu Yan kau bekerja di sana?."
__ADS_1
"Aku sekarang tinggal di sana." Jawab Lu Yan kemudian melanjutkan, "Keberuntunganku sangat bagus, jadi aku bisa tinggal di sana."
"Lu Yan kau pintar, tidak perlu melakukan hal.."
"Apa maksudmu dengan itu?." Potong Lu Yan kesal, apa dia menyangka Lu Yan melakukan hal kotor.
Haih, kenapa mereka semua berprasangka buruk padanya?.
Lu Yan menatap ke jendela, mereka akan segera sampai, "Ku katakan padamu, aku tidak melakukan hal-hal buruk jadi jangan berpikir aneh-aneh."
Mobil berhenti dan segera Lu Yan keluar, tak lupa ia juga berterima kasih pada Yan Jun.
Di depan Hotel, Lu Yan dapat melihat bahwa Yi Feng akan pergi. Dan kepergiannya diantar oleh beberapa staf karyawan.
Melihat hal itu, Lu Yan tidak bisa untuk tidak mengingat Putra mahkota dulu. Bukankah dia mirip sepertinya, hanya era nya saja yang berbeda.
"Lu Yan kau sudah pulang?." Tanya Yi Feng yang sepertinya tak sengaja melihat Lu Yan.
Disapa seperti itu, dan juga ia sedikit penasaran Qin Yi Feng akan pergi kemana.
"Em, pulang lebih cepat." Jawab Qin Lu Yan, kemudian ia melirik koper Yi Feng.
Menyadari tatapan Lu Yan, Yi Feng tersenyum simpul, "Aku akan pergi ke Kota C, kau ingin ikut?."
"Tidak mau." Ucap Lu Yan kemudian ia masuk kedalam hotel tanpa basa-basi lagi dengan Yi Feng.
"Manager Yuan ingat pesanku, awasi Nona Qin dan berikan pelayanan terbaik untuknya." Perintah Qin Yi Feng dan di patuhi oleh Manager Yuan.
"Tuan Qin tenang saja, aku akan melakukan yang terbaik." Ucap Manager Yuan.
_&_&_
"Yi Feng sudah pergi?." Tanya Wei Yuan pada Sekretaris Gao.
"Dia akan kembali ke kota C, ku dengar untuk mempersiapkan pesta ulang tahun Qin Xiao." jawab Sekretaris Gao.
Wei Yuan tersenyum miring, "Mereka bahkan lebih menyayangi Putri angkat daripada Putri Kandung mereka sendiri. Qin Lu Yan ini begitu menyedihkan, begitu tau ia ditinggal pergi karena Putri angkat ini tidak tau bagaimana perasaan nya nanti. Jika perasaannya tentang keluarga nya sangat buruk, bukankah lebih mudah untuk nya berkhianat?."
Wei Yuan terdiam sejenak, kemudian menatap Sekretaris Gao, " Dimana Laporan keseharian Qin Lu Yan?."
Sekretaris Gao menelan salivanya dan menunduk, "Maaf Tuan, semua mata-mata yang kami punya tidak dapat mengikutinya."
"Apa maksudmu?." Tanya Wei Yuan dengan alis mengerut, bagaimana bisa mereka tidak becus untuk mengikuti seorang gadis kecil?.
__ADS_1
"Kalian tidak berguna." Ucap Wei Yuan dengan mata terpejam, kemudian ia melanjutkan, "Kalau begitu tidak ada pilihan lain selain aku muncul didepannya."