Rose Life : Kehidupan Setelah Keputusasaan

Rose Life : Kehidupan Setelah Keputusasaan
Mendorong mobil


__ADS_3

A'ming terdiam sejenak ketika Nona nya membawa banyak barang, dari barang yang kecil hingga barang yang lebih tinggi dari nya.


Ia bolak-balik masuk kedalam lubang, dan A'ming hanya bisa melihat nya dengan nafas tertahan.


"A'ming kau bawa semua ini kedalam mobil."


"Aaa?." A'ming menelan salivanya, bagaimana bisa membawa semua ini?.


"Tas nya tidak muat lagi. Kau bawa ini turun dulu dan keluarkan barang-barangnya dari tas lalu kembali lagi kesini." Perintah Lu Yan.


"Baik Nona." A'ming membawa tiga tas dengan kesusahan, tas itu begitu penuh dan berat. Namun bukan itu yang menjadi masalah, barang-barang ini tampak begitu antik ia takut akan merusaknya.


Setelah berjam-jam berada di tempat itu, akhirnya semua barang sudah berada didalam mobil.


"Nona tidak apa-apa duduk didepan?." Tanya A'ming ketika kursi belakang sudah penuh oleh barang Lu Yan.


"Tentu saja tidak apa-apa." Ucap Lu Yan dan segera masuk kedalam mobil.


......


"Aishh." Lu Yan yang tertidur menjadi terbangun karena mobilnya mendadak mati.


Lu Yan menatap A'ming dengan alis mengkerut, "Ada apa?."


"Sepertinya mesinnya bermasalah." Ucap A'ming kemudian melanjutkan, "Aku akan turun dan mengeceknya."


"Baik."


Setelah memeriksa mesin mobil, A'ming mengetuk jendela mobii Lu Yan.


"Nona sepertinya kita tidak bisa melanjutkan perjalanan." Ucap A'ming.


"Kalau begitu kita cari penginapan saja, lagipula sudah mau malam." Ucap Lu Yan dan diangguki A'ming.


"Namun mobilnya?."


Lu Yan menatap A'ming dengan mata menyipit kemudian mengangguk, "Baiklah, aku yang akan mendorong nya sampai tempat menginap. Bagaimana?."


"Tapi Nona, kau kan-"


"Lalu kau ingin mendorongnya?." Potong Lu Yan membuat A'ming langsung menggeleng, dia sudah sangat kelelahan.


"Lagi pula aku akan menganggapnya latihan. Kau cari saja dulu penginapan nya, lalu kembali kesini." Ucap Lu Yan.


"Tapi apa tidak apa nona sendiri disini?."

__ADS_1


"Menurutmu?." Balas Lu Yan.


"Baiklah, baiklah. Aku pergi."


_&_&_


Setelah menunggu selama beberapa menit, A'ming kembali sambil mengusap rambutnya bingung.


"Nona tidak ada penginapan disini, tapi ada seorang warga yang menawari kita tidur dirumahnya. Apa tidak apa?." Ucap A'ming.


"Kalau begitu kita kesana."


"Baik." A'ming segera masuk kedalam mobil, sedangkan Lu Yan dibelakang mendorong mobil.


Dengan tubuh yang kecil itu ia dapat mendorong mobil walau wajahnya tampak sangat berat.


Dulu bukankah dia juga sering mengangkut barang untuk latihan, dia bahkan sering berlari dengan besi di kakinya.


Namun Lu Yan yang lemah ini dapat mendorong mobil walau lambat saja sudah termasuk hebat.


"Nona berhenti disini." Ucap A'ming dari dalam mobil.


Segera saja Lu Yan segera berhenti mendorong dan langsung terduduk, "Wuahh aku harus segera latihan."


" Nona kau sangat hebat." Puji A'ming.


"Ah Nona, ini dia Nyonya tua yang menawarkan kita tempat menginap." Ucap A'ming memperkenalkan wanita tua itu.


"Hallo Nyonya, sebelumnya terimakasih te-"


"Tidak perlu terima kasih, ayo masuk, masuk." Ucap Wanita tua itu menarik A'ming dan Lu Yan masuk kedalam rumah nya.


Namun Lu Yan menarik tangan nya dengan lembut, "Maaf Nyonya, tapi saya harus menghubungi seseorang. Kalian bisa masuk bersama."


"Baik-baik." Ucap wanita tua itu dan masuk bersama A'ming.


Setelah masuk kedalam rumah wanita tua itu segera menyiapkan air dan makanan.


"Ouyang Hong aku akan mengirim mu lokasi ku, besok pagi kau dan Hong Li harus menjemput ku. Setidaknya gunakan 2 mobil dan juga bawa seorang..."


Wanita tua itu mengintip Lu Yan sebentar lalu menatap A'ming, "Nona itu tampak sangat kuat, dia juga sangat cantik. Kalian berdua ada hubungan apa?."


"Ah dia Nona mudaku dan saya ditugaskan sebagai penjaganya." Jawab A'ming.


Wanita tua itu mengangguk paham lalu menyadari sesuatu, "Lalu mengapa dia yang mendorong mobil?."

__ADS_1


"Dia ingin latihan." A'ming menjawab dengan malu, tidak mungkin ia akan mengatakan ia lelah dan membuat Nona nya sendiri mendorong mobil.


Setelah selesai menghubungi Ouyang Hong, Lu Yan segera masuk.


"Aku tinggal sendiri dan tidak ada banyak makanan. Hanya ada ini saja." Ucap Wanita tua itu sambil mendorong makanan pada Lu Yan.


"Tidak apa Nyonya tua, kami harus berterima kasih karena telah memperbolehkan kami menginap disini." Ucap A'ming.


Wanita tua itu mengangguk dan mempersilahkan Lu Yan dan A'ming mencicipi makanan nya.


Ia sedikit mengintip keluar dan menatap A'ming, "Jika tidak ingin mobil kalian rusak, sebaiknya kalian jangan kunci pintu nya. Dan jika ada barang berharga kalian harus segera mengambilnya."


"Kenapa?." Tanya Lu Yan.


"Tidak apa, hanya saja takutnya jika ada pencuri yang datang dan kalian mengunci pintu mobil kalian mereka akan merusaknya." Jawab Wanita tua itu membuat A'ming bingung.


"Nah lalu jika kami tidak menguncinya?." Tanya A'ming kemudian.


"Mereka bisa memeriksa mobil kalian, dan jika tidak ada barang apapun mereka akan meninggalkannya. ." Ucap Wanita tua itu kemudian ia menghela nafas berat, "Para pencuri itu tidak tahu malu. Mereka dengan berani masuk kedalam rumah dan mengambil barang-barang, jika ada yang mengunci pintu rumahnya mereka akan marah."


Lu Yan mengernyitkan dahinya, "Dengan tidak mengunci pintu bukankah itu berarti mempersilahkan mereka masuk?."


"Jika kami mengunci pintu, mereka akan memaksa masuk dan jika menemukan pemilik rumah mereka akan melukainya. Jika tidak dikunci setidaknya mereka hanya akan mengambil barang-barang." Ucap Wanita tua itu.


"Kenapa tidak melaporkan?." Tanya Lu Yan.


Wanita itu berdecak sambil menggeleng, "Ketika melapor tindakan mereka akan semakin parah. Mereka berhenti selama beberapa bulan dan ketika polisi berhenti mencari mereka berulah lagi dan mengancam kami. Jadi yang kami lakukan hanyalah menyembunyikan barang-barang berharga kami."


Lu Yan mengangguk mengerti kemudian ia menatap A'ming lalu mobilnya yang diluar.


"Jadi Nona kita biarkan mobil tidak terkunci?."


Lu Yan mengetuk kepala A'ming, enak saja membiarkan mobilnya tidak terkunci. Barang-barang disana sangat mahal, dia juga sudah bersusah payah mengambilnya.


"Kau ke mobil dan jaga dari dalam." Ucap Lu Yan.


"Nona itu berbahaya, mereka tidak hanya satu atau dua orang. Mereka bahkan juga membawa senjata tajam." Ucap Wanita tua itu mengingatkan.


"Nona kau sudah dengar bukan?."


Lu Yan menatap A'ming datar, "A'ming bukankah kau seorang petinju? Kau takut pada amatiran seperti itu?."


"Baiklah, aku akan berjaga di mobil." Ucap A'ming dan segera keluar.


"Nona juga tidak perlu cemas, kemungkinan mereka akan datang juga sangat kecil." Ucap Wanita tua itu.

__ADS_1


"Aku tau, hanya saja sekedar berjaga-jaga saja." Ucap Lu Yan.


__ADS_2