Rose Life : Kehidupan Setelah Keputusasaan

Rose Life : Kehidupan Setelah Keputusasaan
Pesta Qin Xiao


__ADS_3

Lu Yan menoleh menatap seorang Pria yang kini menghampirinya. Pria itu mengambil ponsel Lu Yan dan mengangguk, "Ini memang dari Yi Heng, izinkan saja dia masuk."


"Baik Tuan Muda Wang." Ucap Pelayan itu lalu mempersilahkan Lu Yan masuk.


Lu Yan masuk bersama Tuan Muda Wang, ia tampak bersahabat dan menyapa Lu Yan, "Kau siapanya Yi Heng?."


"Pacar? Teman? Atau masih calon pacarnya?."


Lu Yan mengernyitkan alis lalu menggeleng, "Bukan itu semua."


"Maafkan aku, tapi aku tidak sengaja melihat pesan yang dia kirim padamu, dia tampak seperti mengejar mu." Ucap Tuan Muda Wang.


Lu Yan berpikir sejenak, memang pesannya tampak mengejar Lu Yan. Ia selalu bertanya Lu Yan dimana dan terus memaksa ingin bertemu.


Namun Lu Yan yang kesal karena masalah hotel dan terus mengabaikannya.


"Dia bukan siapa-siapa selain orang gila."


Tuan Muda Wang tertawa kecil mendengar ucapan Lu Yan, "Kau benar, dia memang agak gila."


"Apa kau mengenal seseorang disini?."


Lu Yan menatap sekitar nya dan menggelengkan kepala, "Tidak, ouh iya hadiahku bagaimana aku memberinya?."


"Kau tidak mengenal Qin Xiao?."


Lu Yan menggelengkan kepalanya lagi, "Kalau bukan karena Yi Heng aku juga tidak akan datang."


"Ouh iya bagaimana aku memanggilmu?." Tanya Tuan Muda Wang.


"Lu Yan. Kau?."


"Wang Lei. Lalu dua orang di belakangmu?." Tanyanya menatap A'ming dan Hao ran.


"Ah dia A'ming pengawal ku dan Hao ran temanku." Ucap Lu Yan memperkenalkan dua orang yang hampir saja dilupakannya.


Wang Lei kemudian melihat hadiah yang dibawa A'ming dan menatap Lu Yan secara menyeluruh, "Gaun mu lebih dari 100 ribu yuan, kau juga membawa banyak hadiah. Lu Yan aku tidak pernah mendengar apapun tentang Keluarga Lu."


"Aku bu-"


Tepukan tangan terdengar Qin Xiao turun bersama orang tuanya, ia tampak sangat anggun dengan balutan Gaun Pink.


"Yang berulang tahun sudah datang, kau ingin menyapanya bersamaku?." Tanya Wang Lei.


"Tentu saja." Lu Yan meminta hadiah untuk Qin Xiao pada A'ming dan menyuruh A'ming menunggu ditempat itu bersama Hao ran.

__ADS_1


Wang Lei dan Lu Yan menghampiri Qin Xiao. Saat melihat kedatangan Wang Lei, Qin Xiao tersenyum senang, "Kau datang? Kau tau aku sangat khawatir kau tidak akan datang."


"Wang Lei." Sapa orang tua Qin Xiao, mereka juga terlihat peduli akan kedatangan Wang Lei.


Tampaknya pria yang bersamanya ini termasuk orang penting.


"Siapa yang bersamamu?." Tanya Qin Xiao baru menyadari atau mungkin sebelumnya pura-pura tak melihat Lu Yan.


"Qin Xiao ini Lu Yan. Dan Lu Yan, ini Qin Xiao." Ucap Wang Lei memperkenalkan mereka berdua.


"Teman atau pa-"


"Dia teman Yi Heng aku baru saja bertemu dengannya di depan." Ucap Wang Lei membuat senyuman Qin Xiao yang tadinya luntur kini berseri kembali.


Wang Lei kemudian memberikan sebuah kotak kecil pada Qin Xiao, "Hadiah mu."


Qin Xiao mengambilnya dan menatap Wang Lei, "Tidak apa aku membukanya sekarang kan?."


"Silahkan, buka saja."


Qin Xiao membukanya mata nya melebar berbinar senang, "Cincin yang sangat cantik."


"Aku tidak mendapat berlian hitam, maafkan aku."


Qin Xiao menggeleng, "Tidak apa-apa."


Qin Xiao mengambilnya dengan senang hati kemudian meletakkannya sembarangan, "Terima kasih."


"Dimana Lao Qin dan Nenek?."


"Itu mereka datang." Ucap Qin Xiao menunjuk Qin Tua, Nenek nya dan juga Qin Yi Feng.


Ah dan paling belakang Qin Yi Heng dengan wajah muramnya.


"Xiao Xiao, Selamat ulang tahun." Ucap Neneknya memegang tangan Qin Xiao.


Qin Xiao mengangguk kemudian ia memeluk Qin Yi Feng, "Kakak aku merindukanmu."


Lu Yan menatap Yi Feng yang melirik, ia tersenyum miring. Saat ia akan berbalik pergi mata Yi Heng menemukannya.


"Qin Lu Yan kau akan kemana?." Tanya Yi Heng yang kemudian mendapat perhatian semua orang.


Lu Yan menghela nafas pelan dan berbalik, "Aku akan menikmati makanan disini, kenapa?."


"Lu Yan, kau tidak akan menyapa kami?." Ucap Yi Feng.

__ADS_1


"Hallo Lao Qin, Nyonya Tua Qin, Yi Feng, Yi Heng dan kalian semua." Sapa Lu Yan setengah hati.


Yi Heng berjalan menuju Lu Yan, ia memegang lengannya dan berbisik, "Gara-gara kau mobil yang kuinginkan sudah terjual ke orang lain."


"Emangnya ada hubungan apa denganku?." Ucap Lu Yan dan melepaskan tangan Yi Heng dari lengannya.


Qin Xiao yang awal nya tersenyum kini menjadi kaku, "Jadi kau Qin Lu Yan?."


Lu Yan mengangguk.


Suasana menjadi dingin, mereka semua terdiam sesaat sebelum kemudian seorang gadis datang memecah keheningan mereka.


"Kenapa semua orang diam?."


Lu Yan memperhatikan penampilan gadis itu, itu pasti Qin Lian Fen saudari kembar Yi Heng.


Qin Lian Fen menatap mereka semua kemudian Lu Yan, "Wuah..."


Lian Fen membulatkan matanya dan mengitari Lu Yan, "Ini bukankah Gaun yang kau inginkan sebelumnya Qin Xiao? Yang harga nya lebih 100 ribu yuan."


Lu Yan menaikkan alisnya, dia sungguh tak nyaman.


"Lian Fen, dia Lu Yan." Ucap Wanita yang Lu Yan ketahui dari Wei Yuan dia adalah ibu tirinya.


"Lu Yan?." Lian Fen menatap Lu Yan kemudian berdecak kagum, "Sangat imut."


Qin Xiao memperhatikan Lu Yan kemudian ia bergelut manja ditangan Yi Feng, "Kakak apa kau membeli kan hadiah yang ku inginkan?."


Yi Feng hampir saja lupa, ia mengeluarkan sebuah kotak kecil dan memberikannya pada Qin Xiao.


Qin Xiao membukanya dengan senyum lebar namun kemudian senyumnya itu perlahan luntur, "Kakak bukankah kau berjanji padaku?."


"Maafkan aku, aku tidak dapat menemukannya. Namun permata ini juga termasuk langka Xiao Xiao." Ucap Yi Feng menjelaskan.


Qin Xiao menatap Cincin nya kemudian menunjuk Lu Yan, "Tapi bagaimana bisa dia punya Permata hitam? Kakak bahkan jika kau tidak memberikannya padaku dan berkata jujur aku tidak akan masalah namun jika kau berbohong karena Lu Yan aku akan kecewa."


"Aku tau aku hanya anak angkat, aku sadar akan hal itu. Bahkan jika Lu Yan meminta permata itu darimu aku tidak akan maslaah selagi kau tidak berbohong." Ucap Qin Xiao dengan wajah kecewa.


Lu Yan menyentuh anting-anting nya dan mengerutkan dahi.


"Qin Xiao aku tidak memberikan apapun pada Qin Lu Yan. Itu-"


Yi Feng menatap Lu Yan dengan penasaran, "Lu Yan bagaimana kau bisa memiliki Permata itu?."


"Ah tidak mungkin jika itu hanya imitasi kan?." Tanya Ibu Tiri Lu Yan, Song Yue Yin dengan ekspresi terkejut.

__ADS_1


"Dari ujung kaki nya hingga rambut nya aku tidak melihat satupun yang imitasi."


__ADS_2