
Kini ada ibuku dan Man Deri dikamar sedang menjagaku, Sedangkan bi Indah ada di dapur sedang mencuci piring dan ayah sedang membenarkan kipas yang tidak mau berputar.
"Dek, apa ada disini pukesmas atau tempat berobat?"Tanya ibuku kepada Man Deri
"Ada mbak, tetanggaku yang disebelah sana. Dia biasanya mengobati orang yang sakit, dan obatnya juga herbal"Sahut Man Deri
"Yasudah tolong bawa Ririn kesana ya dek, soal nya suhu badan nya tidak kunjung turun juga"Ujar ibuku dengan khawatir
"Kalau begitu aku tak keluar dulu mau siap-siap"Kata Man Deri sambil berdiri bangkit keluar kamar
"Monggo dek..."Sahut ibuku
"Riannn.... Tolong bawa adek mu ikut Man Deri supaya berobat"Teriak ibuku memanggil kak Rian
"Iya buuu sebentar"Sahut kak Rian dari halam depan
Akhirnya kak Rian membopongku dan menduduk kan ku diatas sepeda motor. aku dibonceng oleh kak Rian dan didepan sudah ada Man Deri yang membonceng Bi Indah.
Kami sampai dirumah orang yang akan mengobatiku..
Tok... tok... tok...
"Assalamualaikum.... Mbok.. Mbok Ningsih?"ucap bi Indah sambil mengetuk pintu
Kami menunggu mbok Ningsih membuka kan pintu untuk kami. Aku melihat Lisa yang memang biasanya mengikutiku, kini dia terlihat sepertinya sedang bersedih dengan raut mukanya yang ditunduk kebawah.
"Lisa ada apa?"Tanyaku dengan nada yang masih lemah
Namun, Lisa hanya terdiam dan menunduk.
"Waalaikumsalam... Eh ada Den Deri sama ndok Indah. Ada apa Den?"Sahut mbok Ningsih sambil membuka pintu.
Mbok Ningsih ini seumuran dengan ayahku. Namun, dia lebih tua daripada ayahku. Oleh karena itu, Man Deri dan Bi Indah memanggilnya dengan sebutan 'mbok'
"Gini mbok, ini keponakan saya demam, bisa tolong periksa dan beri obatnya mbok?"Kata Man Deri sambil menunjuk kearahku
"Oh yasudah mari.."Kata Mbok Ningsih mempersilahkan ku berbaring diranjang kasur yang sudah disediakan untuk memeriksa pasien.
Sekarang aku diperiksa..
__ADS_1
"Ndok, apa yang kamu rasakan?"Tanya mbok Ningsih kepadaku
"Kepala saya sakit dan badan saya panas"Sahutku dengan nada yang masih lemah.
Setelah diperiksa..
"Kamu keruang tamu dulu ya bersama keluargamu, mbok mau ambilkan obat dulu"Kata mbok Ningsih
"Nggeh mbok.."Sahutku
Aku pun ke ruang tamu menyusul keluargaku yang ada disana. Dengan jalanku yang kurang memacu benar, aku kini sudah duduk dikursi. Aku melihat sekitar..
"Loh Lisa kok ga ada ya? apa dia gak masuk kerumah ini?"Tanyaku dalam hati
"Ndok gimana keadaan kamu?"Tanya bi Indah kepadaku
"Masih sama Bi"jawabku dengan lemah
Kami sekarang menunggu mbok Ningsih mengambilkan obat untukku. Aku melihat sekeliling rumah ini terpampang dengan foto-foto keluarga mbok Ningsih. Disana aku melihat ada satu foto mbok Ningsih sedang menggandeng anak perempuan yang masih kecil.
"Hmm kok anak itu mirip sama Lisa ya?"Ujarku dalam hati
"Terima kasih mbok"Kataku sambil menunduk
"Sama-sama"Sahut mbok Ningsih
"Mbok, Saya boleh bertanya?"Ujarku kepada mbok Ningsih
"Boleh ndok, mau nanya apa?"Sahut mbok Ningsih
"Itu yang difoto.Yang mbok gandeng siapa ya?"Kataku sambil menunjuk foto itu
"Rin, ayo pulang.. kok malah nanyain itu"Celetuk kak Rian
"Bentar dulu kak"Sahutku
"Yaudah iya"Kata kak Rian
"Ohh itu anak Mbok ndok.. memangnya kenapa ya?"Ujar Mbok Ningsih dengan raut wajah yang agak sedih
__ADS_1
"tidak mengapa mbok,cuma dia mirip sekali dengan teman saya"Sahutku kepada Mbok Ningsih
"Hmm mungkin memang mirip, Tapi anak mbok itu sudah tidak ada. dia sudah meninggal sejak saat kecil. waktu itu dia berumur 8 tahun" Jelas Mbok Indah yang semakin sedih mendengar pertanyaanku
"Sudah mbok, ikhlaskan.. maafkan keponakan saya yang bertanya-tanya ga penting"Kata bi Indah sambil mengelus-elus pundaknya
"Tapi mbok, itu sepertinya teman saya adalah anak mbok, karena dia tidak mau masuk kesini dan dia sangat sedih tadi"Ujarku sambil menunjuk keluar
"husss Ngomong apa toh kamu Rin?"Celetuk Man Deri
"Maksudnya apa ya ndok?"Tanya mbokNingsih dengan penasaran
"sebentar ya mbok"Kataku sambil berdiri keluar untuk melihat Lisa
Aku melihat sekeliling teras rumah, disana masih ada Lisa yang terpaku diam dan masih menunduk sedih
"Lisaa... kamu kenapa sini ikut masuk"Kataku sambil melambai-lambai tangan kepada Lisa
Akhirnya dia ikut masuk bersamaku, Namun karena yang lain tidak bisa melihat Lisa jadi kujelaskan Lisa itu siapa dan Bagaimana. Tapi... disaat aku menjelaskan itu semua ada hal yang tak terduga terjadi.
-POV Kak Rian-
-------------------
"Aaarrrrghhhhhhh"Ririn kerasukan...!
kami yang ada disana sontak kaget melihat Ririn kerasukan. Saat dia kerasukan, dia mendekat pada Mbok Ningsih.
"Ibuuu... hiks hiks.."Kata Ririn yang kerasukan
"Ehhh kenapa ini?"Ujar Mbok Ningsih yang kebingungan
"Buu, ini aku Lisa. hiks hiks hiks.. Bu Lisa kangen, Lisa udah lama ninggalin Ibu. Maaf ya Bu Lisa nggak bisa nemenin ibu lagi dihari-hari ibu seperti biasa setelah Lisa tiada. bu Lisa kangen.... Aaarrrghhhhh"Ucapnya yang ternyata itu adalah Lisa sahabat Ririn.
Tiba-tiba mbok Ningsih menangis dan Ririn tergeletak pingsan..
Kami menenangkan Mbok Ningsih dan menyadarkan Ririn yang pingsan.
setelah semuanya selesai, kami pamit pulang kerumah dengan keadaan Ririn yang masih Lemah.
__ADS_1
-------------