
Saat dirumah..
Aku sedang bersiap-siap untuk pergi kerumah Putri, yaa anggap saja ini untuk memperdalam pertemanan kami.
Saat sampai..
Aku melihat putri sudah menungguku didepan rumah nya. Rumahnya yang mewah nan indah membuat ku terkesan melihatnya.
"Ini rumah mu put?"tanyaku yang penasaran dan terkesan
"iya ini rumahku rin"jawabnya terus melihatnya. Disana Putri tinggal hanya bersama mama nya yang bernama Rosa. Karena kini aku sudah mengenalnya aku memanggilnya tante Rosa.
Tante Rosa sangat baik dan pengertian tidak heran jika anaknya menuruni sikapnya. Ohh ya tak lupa ada Bibi Nya putri disana, dia adalah Bi Ina.
"Rin, mau minum apa?" Tanya putri yang menawarkan minuman kepadaku
"duhh jangan repot-repot deh put"kataku dengan merasa sedikit merepotkan
__ADS_1
"udah tenang aja ndok anggap saja ini rumah sendiri"Kata tante Rosa dengan senang hati
"ya baiklah tante, put, minum nya yang biasa aja biar gak susah buatnya"pintaku yang sedikit malu mengatakannnya kepada putri
"oke dehh bentar ya"Sahut Putri sambil berjalan ke arah dapur
"Rin, tante harap kamu bisa menerima putri sebagai temanmu dengan baik" ujar tante Rosa kepadaku
"hehe iya tante lagian Putri itu baik, dia orang yang pertama kali mengenalku disaat kelas baru tante" Sahutku kepada tante Rosa
"Iya rin, Putri memang ditakdirkan menuruni warisan dari keluarga kami" Kata tante rosa dengan senyum lebar di bibirnya
"ohh gitu, Ririn sebenar nya juga bisa melihat 'mereka' tante, tapi Ririn tidak seperti Putri yang bisa melihat hingga ke masa lalu 'mereka'" jelasku kepada tante Rosa
"Ehh asyik banget tuh ngobrol nya, ini teh nya diminum.. ini rin, ma teh nya"Kata putri sambil menyodorkan gelas berisi teh kepadaku dan kepada mama nya
"hehe iya nih put makasih ya" Sahutku dengan menampakkan gigi putihku
__ADS_1
Tak terasa hari sudah semakin sore dan sebentar lagi magrib. Aku berpamitan dan bergegas pulang dan saat di perjalanan aku di halangi oleh sosok berambut panjang dengan rambuh menutup setengah wajah dengan terlihat sebelah wajahnya yang rusak yang berdiri di dekat pohon bambu, aku sampai tidak bisa mengontrol kendaraanku karena aku gugup setelah melihatnya. Aku pun terjatuh dan...
Bruggg....
badan ku terhempas dan kepala ku terbentur semen aspal lumayan kuat, aku pun mengerang kesakitan
"awhhhhh sakittt" erang ku karena kesakitan
Dijalan ini sangat sepi karena waktunya sudah mau magrib dan hanya ada Lisa yang selalu ikut bersamaku. Tak lama pandanganku buram dan mataku mulai gelap hingga aku tak sadarkan diri
-### POV Ayah-
Aku kini sedang berjalan kearah menuju rumahku karena ada urusan yang penting dengan kepala desa jadi aku baru bisa pulang. Dikala perjalanan ku ingin sampai kerumah, aku melihat dari kejauhan ada seorang gadis yang terbaring di aspal dengan luka dikepala mungkin akibat benturan saat dia terjatuh. bergegas aku langsung menghampirinya dan ternyata itu...
"Ririnnnn?... kamu kenapa nakkk" Rengekku karena melihat bahwa itu Ririn yang sedang jatuh pingsan dengan luka dikepala
Aku segera membawanya kerumah sakit terdekat dan menghubungi keluargaku yang ada dirumah. Aku sangat khawatir dengan keadaan Ririn anakku.
__ADS_1