
sertambil menunggu putri berganti baju, aku duduk di ruang tengah dan memainkan hp ku. Tiba-tiba Lisa memanggilku
"Rin.."Bisiknya padaku
"apa?"Sahutku sambil menatap hp
"Aku tau dimana tempatnya, dibelakang villa ini di dalam hutan di samping rumah itu ada sumur"Ujar nya dengan begitu yakin
"hah, tempat orang tuanya gadis itu?"Tanyaku sambil berdiri
"iya kamu harus kesana bersama putri"ucap Lisa
"oke aku akan beri tau Putri dan kami akan segera pergi kesana"Sahutku kegirangan
Aku pun memberitahu putri dan kami langsung kesana. Kini kami berdua sampai di rumah itu, disana kami bersembunyi dibalik pohon
"Lihat itu sepertinya ayah dari sosok itu"Kataku berbisik kepada putri
"iya sepertinya dia"Sahutnya dengan menatap orang itu
"apa yang harus kita lakukan sekarang?.."Tanyaku sambil menunduk-nunduk
"Sepertinya kita harus kesana diam-diam karena takutnya jika ia melihat kita. maka kemungkinan kita yang akan dijadikan tumbal selanjutnya"Jelas putri kepadaku
Kini kami berdua mengendap-ngendap ingin masuk kerumah itu dan mencari informasi tentang dia dan anaknya. Tapi entah kenapa ada Lisa yang menyuruhku untuk mengikuti jalannya. mungkin Lisa akan memberi aku dan Putri jalan yang benar kami pun mengikutinya.
Namun, Putri tak sengaja menginjak ranting sehingga...
__ADS_1
krekkk..
"siapa disana?..." kata orang itu sambil melihat kearahku dan putri
karen itu kami jadi ketahuan dan kami langsung lari, karena orang itu sangat berbahaya. Setelah dia melihat kami dia langsung berkata "tumbalku yang selanjutnya sudah datang...hahahahahaha" ujarnya sembari tertawa dengan keras
Aku yang terus ketakutan terus berlari. Dan Lisa, ia hilang tak tahu kemana. Aku dan Putri terus berlari sampai orang yang mengejar kami tadi tidak terlihat dan sampai ke villa.
Sampai di villa...
Kami masuk ke dalam dan saat di ruang tengah, aku melihat teman-temanku yang lain kesurupan massal. Disana ada tiga orang yang kesurupan, entah kenapa mereka.
"haaaah ada sosok hitam besar disana" Kata Putri dengan cepat menarikku supaya melihatnya
"ya Allah gimana ini?" tanyaku dengan penuh ketakutan
Aku dan Putri sangat kebingungan dan ketakutan saat itu tapi kami harus yakin bahwa sosok hitam besr itu akan kalah. kami membacakan doa doa yang kami tau serta ayat kursi, guru serta murid lain juga membacakannya.
Ternyata, usaha kami kurang untuk mengalahkan mereka. jadi, kami meminta bantuan kepada guru kami bu Endah untuk mencari ustad atau kyai disekitar sini.
Beberapa waktu berlalu akhirnya ada kyai yang datang dan melakukan pembacaan doa serta menghadapkan tasbih miliknya ke seluruh penjuru ruangan.
Sementara itu Putri mengajakku pergi ketempat ayah sosok gadis itu.
"Rin, kita harus pergi ketempat yang tadi"Ujarnya dengan nafas tergesa-gesa
"Tapi bagaimana kalau kita tertangkap?"Sahutku dengan khawatir
__ADS_1
"Tertangkap atau tidaknya, itu sudah ditentukan oleh Allah. kita harus yakin, jika kita mati hari ini ataupun tetap hidup, itu sudah jalan Nya"Jelas Putri yang membuatku haru
"Baiklah aku akan menemanimu dan aku tidak akan membiarkan mu sendiri"Ujarku padanya sambil memeluknya
Aku dan putri bergegas meninggalkan villa itu dan kembali kedalam hutan untuk bertemu dan menyadarkan ayah dari sosok itu supaya tidak melakukan hal yang tidak baik.
Namun, disaat kami mencoba masuk kedalam rumahnya dan mencari sesuatu kami ketahuan dan dia mengejar kami. Kami terus berlari sampai nafas kami tergesa-gesa. Namun disayangkan kami ditangkap olehnya. Dia menyeret kami masuk kedalam rumahnya itu dan saat dia menyeret kami, dia tiba-tiba memberontak sendiri dan kepanasan
Kami pun langsung lari dan kembali ke villa, ternyata disana makhluk itu lenyap karena kekuatan dari doa kita semua dan bantuan kyai tersebut. Mungkin makhluk hitam besar ini adalah peliharaan dari orang itu makanya tadi dia kepanasan dan tergeletak ditanah.
"Hmmm pantas saja orang tadi kepanasan seakan terbakar api"Ujarku sambil menepuk pundak Putri
"Eh iya ya mungkin karena ini. Alhamdulillah kalau begitu"Syukur darinya
Begitu makhluk itu lenyap, teman-teman kami yang tadinya kesurupan pun kembali normal dan mereka saat ini tidak berdaya dilantai. mereka dibawa kekamar agar bisa beristirahat.
Setelah kejadian ini, kami memutuskan untuk pulang dengan bis kami tentunya.
"Yaa sekarang kita harus berkemas lebih awal untuk kembali"Ujarku kepada putri
"Sudah tidak apa-apa Rin, mungkin lain kali kita bisa tour lagi"sahut Putri
Kami semua Akhirnya pulang dan nerterima kaaih kepada kyai dan warga sekitar kemudian berpamitan. Hingga disaat bis sudah berangkat..
"Rin, lihat sosok gadis itu tersenyum kepada kita"Ijar putri sambil menepuk bahuku dan melihat ke jendela
"eh iya, mungkin dia ingin berterima kasih karena masalah nya sudah selesai"Sahutku sambil tersenyum
__ADS_1
Kami pun ikut senang, dan melihat sosok gadia itu juga menghilang menjadi asap yang terbawa angin laut. Begitu pula Lisa, yang tersenyum pada kami.
--------------