
-### POV Ririn-
Sesampainya kami dirumah, ternyata diteras sudah ada ibu dan ayahku. mereka berkata kalau tugasnya dikebun kali ini selesai dengan cepat dan mereka lebih awal untuk pulang kerumah. Aku yang masih memikirkan tentang Lisa yang di mana dia selalu datang dan pergi secara tiba-tiba hingga ayah menegurku
"Rin, gak boleh melamun gitu ah nanti kesambet loh"Jelas ayah kepadaku
"Ririn hanya sedang memikirkan kejadian tadi malam dan kejadian barusan tadi" kataku yang masih kebingungan
"memangnya kejadian apa sih Rin?" Tanya ibu yang ikut mendengarkan sedari tadi
"itu loh bu tadi sewaktu aku jalan sama dek Rizki, aku lihat Ririn ngomong sendiri di jalanan. ya aku khawatir aja bu tadi lihat Ririn begitu, takutnya dia kesambet"Jelas Kak Rian yang masih heran dengan sikapku.
"Kita bicarakan didalam saja ya"kata Ayahku sambil mengajak masuk kedalam rumah
kami masuk kedalam dan membicarakan hal ini. kemudian kami membicarakan nya dengan serius.
"yah,bu, kak Rian..."panggilku kepada mereka
__ADS_1
"jadi begini....." Kuceritakan semua yang telah terjadi.
"Apa kamu berhalusinasi Rin?"Tanya ibuku yang tidak percaya dengan apa yang ku bicarakan
"Tidak bu, aku tidak berhalusinasi" ujarku kepada ibuku
Kuceritakan semua dan mereka tidak percaya jika aku mengalaminya. Namun kulihat, ayahku seperti memikirkan sesuatu.
"Yahh.. ayah mikirin apa?"
"Ayah sedang berfikir, apa kamu bisa melihat 'mereka' yang tidak kasat mata?" tanya ayah dengan penuh keheranan
"ya mungkin saja, karena sekarang kamu masih berumur 10 tahun, mungkin kamu belum mengerti" kata ayahku yang berusaha memberitahuku
Aku terdiam sejenak dan tak terasa hari sudah mulai siang, aku mandi dan wudhu untuk sholat zuhur tak lupa istirahatku di setiap siang. Aku masih memikirkan apa yang akan kulalui jika aku bersahabat dengan 'mereka' yang tidak dapat dilihat oleh orang lain?..
Seketika aku tersadar dengan lamunanku itu, aku yang masih memakai mukenah setelah sholat kemudian kulipat mukenah itu dan menyimpannya dilemari.
__ADS_1
Disaat aku berbalik badan akan menuju kasur ku, aku melihat Lisa ada di pojok dinding di dekat jendela kamarku. Sontak aku kaget
"Li..lisa kenapa kamu disini? aku sekarang tahu kamu siapa?.. tolong pergi jangan mendekatiku" ujarku yang ketakutan melihat Lisa yang ada disana.
"Kamu tidak perlu takut melihatku Rin, aku hanya ingin bersahabat denganmu, aku tidak akan berniat jahat kepadamu"Sahut Lisa yang masih dengan nada datar
Bulu Kuduk ku berdiri dan aku berjalan mundur menuju pintu keluar kamar. Aku mencoba lari dari kamar namun aku terpeleset karena keset kaki yang aku tapak secara tidak benar
bruggg...
"Li..lisa tolong jangan mendekat, jangan sakiti aku" Rengek ku karena ketakutan
"kamu jangan takut denganku Rin, aku tidak akan menyakitimu, aku hanyalah seorang anak perempuan yang kesepian, karena aku dibunuh di sekitar hutan didekat sini dan ditinggalkan begitu saja" Jelasnya kepadaku
karena ucapan nya itu, aku terharu dan aku mencoba mendekatinya dan ya.. rasa takutku kepadanya tidak seperti awal-awal ku mengetahui bahwa dia adalah sosok tak kasat mata...
kini aku telah menyadari kalau aku mempunyai sahabat yang tidak bisa dilihat oleh orang lain selain orang yang memiliki kemampuan sepertiku dialah sahabat pertamaku..
__ADS_1
Sahabat Tak Kasat Mata