Sahabatku Yang Tak Kasat Mata

Sahabatku Yang Tak Kasat Mata
#Part 46: Kak Nurul Hamil


__ADS_3

Hayyy guysss, balik lagi nih updatenya.


yukk jangan lupa buat like, komen, and votenya ya. aku butuh banget dukungan dari kalian agar aku bisa makin semangat deh nulis novelnya hehe🤭🥰


Happy reading....😊


.


.


Sekarang kami sampai dirumah, segera kami beristirahat karena kelelahan.


Keesokan harinya...


Kami akan pergi kerumah kak Rian dengan undangannya kemarin yaitu acara syukuran, entah ada apa dibaliknya?.


Kami akan pergi bersama keluarga Dani yang merupakan teman ibuku beserta teman-temanku yang menginap dirumah Dani.


 


Sampai di rumah kak Rian, kami sudah disambut dengan kak Rian yang sumringah melihat kedatangan kami


"Assalamualaikum.."


"Waalaikumsalam. Silahkan masuk bu, yah dan yang lain juga silahkan"kak rian mempersilahkan masuk

__ADS_1


"Dimana Nurul, Rian?"tanya ibu


"Ada bu sebentar ya, Rian panggilkan"


"Sayanggg sini keluarga kita sudah datang"Panggil Kak Rian


"Eh ibu ayah, maaf tadi Nurul dsedang rapi-rapi di dalam"Kata Kak Nurul lalu bersalaman dengan kami


"Iya nduk tidak apa-apa"sahut ibu


"Yokk mari semua kita makan bersama disana"Ujar kak Rian mengajak kami


Kami pun makan bersama disertai oleh doa syukur atas keberkahan, kenikmatan dan berkumpulnya keluarga kami dan kak Rian juga tak lupa memberitahu kepada kami maksudnya kemarin disaat mengundang kami


"berita gembira apa?"Tanya ayahku


"Sebentar lagi ayah dan ibu akan memiliki cucu dan kami berdua akan menjadi orang tua"Jelas kak Rian yang membuat kami gembira lalu menangis haru


"MasyaAllah selamat ya sayang"Ujar ibuku kepada mereka sembari mengelus puncak kepala anak dan menantunya itu


"Iya bu terima kasih"Sahut kak Rian dan Kak Nurul


"Sudah berapa lama usia kandunganmu Nurul?"Tanya tante viana yang ikut serta datang kemari


"sudah 3 minggu tante"sahut kak Nurul sembari mengelus perutnya

__ADS_1


"Alhamdulillah, sehat selalu ya nduk"Kata tante viana


Kami bergembira ria dengan berita ini. Hingga kami keluarga akan menginap disini dan pulang esok hari. Sementara bi Indah, Man Deri, tante viana, dan teman-teman yang lain pulang. Keluarga kak Nurul ini tidak ada yang datang dikarebakan kak Nurul hanyalah seorang yatim piatu yang hanya memiliki paman tetapi sangat sulit untuk pamannya yang harus kemari.


 


Malam harinya, kami tidur dengan ruangan yang ada. untung saja Rumah Kak Rian ini dibangun dengan tiga kamar. Persiapan untuk tamu dan anaknya nanti katanya. Aku tidur sendiri di kamar, aku sangat lelah dan ingin sekali memejamkan mataku sekarang juga. Namun, pikiranku selalu terfokuskan oleh Lisa yang sudah pergi ke Alamnya bersama dengan Mbok Ningsih. Tak terasa air mataku menetes begitu saja. Ku seka air mata itu lalu tidur...


 


Disini tempat yang gelap hanya ada aku sendiri..


"dimana aku?"Tanyaku berteriak diruang itu


"kenapa ku bisa disini?, seseorang tolong aku!"Aku berteriak sekuat tenaga dan tidak ada seorang pun disana. Sampai pada seseorang memanggilku dari arah belakang


"Ririn?.."Panggil seseorang itu


Aku menoleh lalu melihat, siapakah gerangan? dan ternyata dia...


"Lisaaaaa"Aku menghamburkan diriku meneluk Lisa yang ternyata dia ada dibelakangku


"Sudah Rin, jangan menangis aku tidak apa-apa. Aku hanya akan berkata bahwa aku minta maaf karena aku harus pergi ke alamku bersama dengan ibuku. Aku juga ingin memberitahukmu bahwa kelak kau akan mendapatkan sahabat yang lebih baik dariku, yang lebih seru mungkin"Jelas Lisa sembari menenangkanku dengan elusan jarinya


 

__ADS_1


__ADS_2