Sahabatku Yang Tak Kasat Mata

Sahabatku Yang Tak Kasat Mata
#Part 27: Sosok dibelakangku


__ADS_3

Aku mengangguk menyetujui perkataan Dani yang menyuruhku tenang. Kini aku lebih tenang dan sekarang aku hanya diam melihati jalanan.


-POV Dani-


------------


Sungguh Ririn membuatku sangat panik. Aku yang tidak bisa melihatnya saja takut apalagi dia?


"Rin, gimana sekarang sudah lebih tenang?"Tanyaku kepada Ririn


"Iya tapi aku merasa seperti ada sesuatu, dan Lisa juga menghilang tidak tau kemana" jawab Ririn dengan nada datar


"Udah dong Rin jangan lemes begitu, udah gak ada lagi kan?"Ujarku sembari menghidupkan mesin mobilku.


"Iya"Sahut Ririn


Saat aku hendak menginjak gas pada mobilku, tiba-tiba...


"Aaaaaaaa"Teriak Ririn kencang


"Rin kenapa Rin?"Aku heran melihat Ririn tiba-tiba teriak sesaat melihat kebelakangnya


"Dibelakangku Dan hiks hiks"Sahut Ririn


"Apa Rin apa?"


Ririn terus menangis sembari menutupi matanya menggunakan kedua tangannya. Tak lama Ririn tidak sadarkan diri


"Rin... rin kamu kenapa rin?"Kataku sembari menepuk-nepuk pipi Ririn


Aku panik sekali dan aku mencoba membenahkan dirinya dikursi mobil lalu aku langsung menginjak gas mobilkuku dengan kecepatan yang maksimal dan aku membawa Ririn kerumah Sakit terdekat.


Sesampainya dirumah sakit...

__ADS_1


"Sus tolong ini teman saya pingsan!!!!!"Teriakku sambil membopong Ririn dan berlari kearah suster yang membawa brankar rumah sakit.


Aku meletakkan Ririn dibrankar lalu dia dibawa oleh suster itu


-------


-POV Ririn-


Kepala ku terasa sakit saat kubuka mataku. Kupandangi sekitarku dan ternyata ada infus ditanganku.


Pintu kamar aku dirawat terbuka dan menampilkan sosok pria yang tinggi nan tampan. Dia adalah Dani, siapa lagi kalau bukan dia?...


"Rin, kamu sudah sadar?"Tanya Dani


Kepalaku yang masih terasa sakit membuatku menjadi sulit untuk memahami perkataan seseorang


"Rin, kamu istirahat saja ya"Ujar Dani sambil mengusap kepalaku lembut


Aku mengangguk dengan perkataan Dani. Tak lama kemudian..


"Waalaikumsalam, eh tante silahkan masuk"Sahut Dani


Ternyata itu adalah ibuku yang datang bersama Kak Rian.


"Nduk kok kamu bisa seperti ini?"Kata ibuku yang menanyaiku


"Ada sosok menyeramkan bu hikss hiks.."Sahutku sambil menangis tersedu


"Ehh udah dong jangan nangis Rin"Celetuk kak Rian


"Iya iya hmm"Jawabku


"Bu, kenapa bisa tau aku disini"Tanyaku kepada ibuku

__ADS_1


"Nak Dani tadi telfon ibu. Ibu kira itu kamu tapi kok suaranya beda"Jelas ibu kepadaku


"Iya Rin, tadi aku panik terus aku kasi coba cari kontak orang tua kamu dan aku telfon. Maaf ya tadi buka-buka hp kamu" Ujar Dani sembari memainkan hpnya


"Ohh begitu makasih ya Dani. Gapapa kok kamu buka-buka hp aku, soalnya kan lagi darurat"Kataku sambil tersenyum


------


Aku hari ini pulang dari rumah sakit setelah aku pulih. Aku sekarang langsung menuju kerumah ibuku karena sudah ada ibu dan ayahku yang menjemputku untuk pulang.


"Bu, gimana kak Rian?"Tanyaku


"Ohh Lusa kita udah mulai acaranya, kamu segera sehat ya"Ujar ibuku sambil mengusap kepalaku


"Iya bu Ririn istirahat dulu ya"Kataku


----


Malam hari telah tiba..


Kini kami makan malam bersama sambil bercerita-cerita tentang pengalaman dan hal baru.


"Dek, Dani baik loh..hehe"Ujar kakakku sambil melirikku tersenyum


"Apa?"Sahutku melirik kak Rian


"Gapapa kok kaya nya kamu gimana gitu sih dek"Ujar kakak ku menggoda


"Gak ada apa-apa kok"


"Udah udah berantem mulu, cepet dimakan"Kata ayah melihat kami yang tidak akur


"Baik yah"Sahut kami berdua

__ADS_1


Kami melanjutkan makan hingga selesai dan setelah itu beristirahat.


-----


__ADS_2