
Dengan pengakuan Ririn yang tidak mengenal Shiva, dan penjelasanku yang membuat tante Renita bingung.
"Tante gak percaya Dan"Kata tante Renita yang masih kebingungan
"Kalo tante tidak percaya, Dani akan memanggil Dokter Hamidah"Aku menuju keluar ruangan dan segera memanggil dokter Hamidah
Setibanya aku dan Dokter Hamidah diruangan Ririn, dokter segera memeriksa keadaan Ririn lagi dan menjelaskan kembali.
"Seperti yang saya jelaskan kepada kamu tadi.."Dokter Hamidah menunjuk Dani
"Bahwa pasien diperkirakan mengalami Amnesia, ternyata perkiraan tersebut benar. Tetapi, pasien hanya mengalami kehilangan ingatan dimasa terbarunya. Artinya, Pasien masih bisa mengingat keluarganya dan masa kecilnya. Selain itu, atau hal-hal yang baru dia alami mungkin tidak dapat ia mengingatnya"Jelas Dokter Hamidah yang membuat seisi ruangan terutama kami teman-teman Ririn bersedih, Karena ia tak dapat mengingat kami
"Jadi, anak saya masih bisa mengingat saya sebagai ayahnya dan keluarganya?"Tanya Om Reno
"Betul pak"Sahut Dokter Hamidah
"Tapi Dok, apakah memorinya akan kembali lagi?"Tanya Bela
"Untuk kalian yang tidak diingat olehnya, Kalian usahakan berkenalan lah dengannya seperti teman baru dan jangan terlalu memaksa pasien untuk mengingatnya, cukup kenalkan dan ceritakan tentang kalian. Pasien akan sembuh seiring berjalannya waktu"Jelas dokter Hamidah lagi
"baik saya tinggal dulu ya"Ucapnya
Selesai menjelaskan, Dokter Hamidah keluar ruangan..
"Saya permisi dulu kalau begitu"Kata Dokter Hamidah
"Baik dok"Sahut kami
Β
__ADS_1
Keesokan harinya ...
Aku sebelumya bersama teman-teman ku sudah kembali ke penginapan kami di dekat pemukiman Warga. Karena, tidak memungkinkan untuk kami menginap di ruangan Ririn semua. Pak Hendrik dan Pak Jamal juga sudah pulang, dan Sudah diberitahukan juga bahwa Kondisi Ririn yang tidak memungkinkan untuk pulang. Sementara Ririn akan dirawat disini.
Kami ke ruangan Ririn..
Saat kubuka Pintu, Terlihat Ririn sedang makan dengan suapan Bubur oleh Tante Renita.
"Assalamualaikum"kataku mengucap salam
"Waalaikumsalam, masuk nak"Sahut Mama yang masih ada disini
"Iya ma"Kataku
Aku dan teman-teman yang lain menghampiri Ririn yang selesai makan bubur tadi.
"Jangan mendekat!"Cegat Ririn disaat kami akan melangkah menuju dirinya
"Bukan kamu, tapi itu ada hantu dibelakang kalian. Serem banget mukanya"Kata Ririn memalingkan wajah
"Haduhh Rin, lagi sakit gini masih sempet-sempetnya ya bicara tentang hantu"Celetuk Gilang
"hussss diam"Kata Bela menutup mulut Gilang
"Emmm Rin, apa kami boleh kesitu?"Tanya Shiva
"ya boleh"Sahut Ririn
"Rin, nanti kalo kamu udah sembuh kita kuliah bareng lagi ya"Ujar Bela
__ADS_1
"kan aku masih SMA, gimana sih?"Kata Ririn keheranan
"Bel, jangan dulu"Kata Danar menepuk bahu Bela
"ya aku tau kalau aku Amnesia, aku sudah mendengarnya tadi. Tapi saat ini maaf aku tidak kenal kalian, aku hanya mengenal keluargaku" Kata Ririn
"Yasudah kalo begitu Rin, kan kamu gak kenal kita nih. Gimana kalo kita kenalan?"Ujarku mengulurkan tangan
"Hmm oke, Aku Ririn"Sahutnya
"Aku Dani, ini Shiva, yang ini Bela, Ini Gilang dan ini Danar. Oh ya yang disana itu mamaku panggil aja Tante Viana"Aku menjelaskan nya dan mengenalkan mereka
"Ohhh"Sahutnya
.
.
Haiii teman-teman..ππ
"Sahabatku yang tak kasat mata" Sudah update kembali nih..
Walau aku kurang fit sekarang ini dan tugas sekolah ku menumpuk, aku tetap meluangkan waktu untuk membuat part-part selanjutnya π€π€π₯°
Mohon dukungannya ya..ππ₯°
Untuk setiap part jangan lupa Like, Komen, dan tip juga boleh banget ya hehe..
Jangan lupa vote dan Rate nya yaπ₯°ππ
__ADS_1
Oke dehhh nantikan terus kelanjutan updatenyaππ