Sahabatku Yang Tak Kasat Mata

Sahabatku Yang Tak Kasat Mata
#Part 6: Rumah sakit dan pemulihan


__ADS_3

-POV Ririn-


--------------


Aku sedikit sadar dengan keadaanku, aku mulai membuka mata dan pandanganku yang masih buram membuat kepala ku pusing lagi. Aku melihat sekitar dan ada infus di tanganku, aku tersadar dirumah sakit. disampingku sudah ada Ibu, Kak Rian dan Dek Rizki.


"Bu, kepalaku sakit" Rengek ku sambil memegang kepala ku yang diperban


"Iya rin kamu istirahat saja jangan banyak bergerak" Ujar ibu sambil memegangi tanganku erat


"Iya bu" Sahutku kepada ibu


"Dek, kok kamu bisa sampai begini sih?" Tanya kak Rian dengan penasaran


"Tadi dijalan pulang aku dihalangi oleh sosok kak" Jawabku dengan nada datar dan masih pusing dengan kepalaku yang diperban ini


"Hmm makanya kalau pulang itu jangan kesorean kan jadi begini" Nasihat kak Rian kepadaku


"Iya iya bawel dehhh" Jawabku sambil meledek


"Oh ya, ayah dimana bu?" Tanya ku kepada ibuku yang sedang menatapku


"ayahmu sedang mengurus administrasi" sahut ibuku

__ADS_1


Aku tidak tau jika aku sampai harus dirumah sakit seperti ini, Yaa aku tak lupa mengabari teman ku Putri bahwa aku sedang dirawat dirumah sakit. Begitu Putri menerima kabarku dia langsung bergegas pergi menjengukku. Dia datang bersama mama nya


"Assalamualaikum Rin?" Salam Putri saat membuka pintu ruanganku


"Waalaikumsalam" Jawab kami yang ada diruangan itu dengan serempak


"Eh Putri dan tante Rosa, makasih udah jenguk aku" Ujarku kepada mereka yang ada dihadapanku


"hehe iya sama-sama Rin, oh ya ini ada pastel buah untuk kamu" Kata Putri sambil menyodorkan Pastel buah ke meja


"Eh makasih ya ndok repot-repot jadinya nih" ujar ibuku kepada mereka


"Tidak apa-apa kok bu, sama sekali gak merepotkan" Sahut Tante rosa


-------


Malam tiba, aku kini di rumah sakit hanya ditemani oleh kak Rian. Kak Rian memang setia bersamaku karena aku anak perempuan sematawayang dikeluargaku. Aku sangat sayang kepada kak Rian begitu pula Sebaliknya.


Kak Rian tidur di kursi karena mungkin kak Rian sudah mengantuk yang sedari tadi menjaga ku. Larut malam telah tiba dan aku masih juga belum bisa tidur. sama seperti biasanya ada Lisa yang selalu menemaniku dimana pun aku berada.


Sunyi dan sepi rasanya disini.... sehingga Bunyi air menetes dari kran wc yang terdengar jelas, hawa dingin angin yang masuk melalui jendela dan ya bulu kuduk ku seketika berdiri lagi karena ada sosok pria berjanggut panjang yang matanya rusak dan dipenuhi oleh darah ada didepan pintu wc. Aku sontak kaget melihatnya


"Lisa.. apa kau bisa menolongku agar dia pergi dari sini?" Bisik ku dengan pinta kepada lisa

__ADS_1


Ya benar saja Lisa berhasil mengusir sosok itu dan aku rasanya tidak bisa tidur karena pikiran ku akan rumah sakit ini jika aku berlama-lama ada disini. pastinya aku nanti akan melihat banyak sosok selain ini.


"Ya ampunnn, kapan sih aku bisa tidur?.. hoammmm" Ujarku sendiri dengan mata setengah mengantuk


Aku mengucek-ngucek mataku yang terasa semakin berat hingga aku tertidur pulas sekarang.


keesokan harinya sudah ada ibu yang menjaga ku dan dek Rizki. Sedangkan, kak Rian sudah pulang subuh tadi karena dia akan kuliah. Aku izin meminta pulang kepada dokter karena aku tidak tahan harus ada disini terus.


"Bu Ririn ingin pulang" Pintaku meminta izin kepada ibuku


"Tapi nakk kamu itu masih perlu dirawat" Sahut ibu yang sepertinya kurang setuju jika aku pulang


"Tapi bu disini aku tidak tenang karena sosok demi sosok mencul untuk menggangguku.. aku tidak tau maksud mereka apa?" Jelasku kepada ibu


"Yasudah ibu akan berbicara kepada dokter nanti" Jawab ibuku


"iya bu, oh yaa Ayah dimana bu?" Tanyaku mencari ayah dengan melihat sekitar


"ayah mu dirumah dan pergi ke kebun tadi pagi, dia akan kemari setelah pekerjaa kebunnya telah selesai. ibu juga akan mengabari ayah untuk menjemput kita"Ujar ibu dengan tersenyum


Beberapa waktu berlalu akhirnya ibu berbicara kepada dokter agar aku pulang


-------

__ADS_1


__ADS_2