Sahabatku Yang Tak Kasat Mata

Sahabatku Yang Tak Kasat Mata
#Part 37: Sesuap Bubur penuh arti


__ADS_3

Kali ini aku semakin bimbang berada diruangan inap hanya bersama dengan Dani.


"Eee Rin bisa minta tolong ambilin air itu gak. Aku haus"Pinta Dani


"Oh oke. Sebentar ya"Sahutku sembari berjalan mengambil air itu


Baru saja aku berjalan..


"Aaaaa. aishhh Lisa! kaget tau. bisa gak nongolnya jangan tiba-tiba begini. Didepanku pula"Aku sontak kaget melihat Lisa yang tiba-tiba muncul


"Rin kenapa?"Tanya Dani


"Hmm Nih Lisa ngagetin aja"Sahutku


"Udah gak usah cemberut gitu, mending sini aja jangan lupa airnya dibawa"Kata Dani


Aku kembali menghampiri Dani..


"Nih Airnya. Cepet sembuh dong"Ujarku sembari memberikan air itu


"Kenapa? kangen ya? hahahahaha"Sahut Dani sedikit meledekku


"Bukan gitu. Kan kemarin kamu nolongin aku. Kalo enggak, pasti aku yang sekarang terbaring disini. Thanks ya Dan"Ujarku tersenyum kepada Dani


"Yes, No Problem Rin"Sahut Dani


"Oh iya kapan pulang?"Tanyaku


"Lusa aku sudah diperbolehkan pulang oleh Dokter. Tadi pagi-pagi sekali mamaku yang bilang"Jelas Dani


"Ohh.."


Kami berbincang hingga suara kutak Pintu terdengar


tok tok tokkk


"Permisi. Ini makanan untuk Pak Dani"Ucap Suster itu meletakkan Mangkuk berisi bubur diatas meja.

__ADS_1


"Baik sus terima kasih"Sahut Dani


"Rin, Tolong kemarikan bubur itu"Pinta Dani


"Mau suap gak?"Kutawarkan suapan untuknya


"Hmm boleh deh"Sahut Dani


Aku menyuapi Dani sesuap demi suap...


"Buka mulutnya"Kataku


"Enggak mau"Ucap Dani minta perhatian


"Yaudah Aku aja yang makan buburnya aaa..."Kataku sembari mengarahkan sesuap bubur itu kearahku


"Eh jangan, aku lapar tau"Seketika Dani memegangi tanganku mengentikanku untuk memasukkan bubur ini kemulutku.


-### POV Ririn-


Kami terdiam sejenak. Saling pandang satu sama lain.


"I.. iya gapapa"Sahut Ririn


Sungguh ini sanagt mendebarkan. Tetapi, rasanya begitu manis meluhat senyum Ririn yang indah dan suapan dari tangannya sungguh membuat selera makanku meningkat. hahahaha..


-POV Ririn-


---------------


Aku menyuapi Dani hingga hampir habis dan ini adalah suapan terakhir, Namun..


Ceklek


"Assalamualaikum.. Oalah lagi suap-suapan toh hehe"Ucap Tante viana yang datang bersama Miko


"Waalaikumsalam, eh tante"Buru-buru aku bersalaman dengan tante viana

__ADS_1


"Ekhem.."Celetuk Miko


"Apaan Mik, kamu mau jugam sini ku suapain"Lanjut Dani


"Sudah-sudah.. Dani kata Dokter kamu harus banyak istirahat"Ucap Tante Viana sembari mengelus rambut putranya


"Iya ma"Sahut Dani


Kami berbincang hingga teman-teman ku datang. Hemm dasar kalian kenapa lama sekali. gumamku dalam hati.


"Lama Banget"Kataku sembari memincingkan mata kearah mereka


"Jangan galak dong Rin. hehe"Ujar Shiva


"iya"


Hari ini Dani pulang kerumahnya setelah beberapa hari menginap dirumah sakit. Aku dan teman-temanku sudah berkumpul dirumah Dani dengan membantu Tante viana mempersiapkan makanan untuk kami semua setelah Dani datang. Sedangkan, Miko dan Beni menjemput Dani untuk dibawa pulang.


Beberapa waktu kami menunggu, Akhirnya Dani sampai bersama dengan Beni dengan miko.


"Assalamualaikum, Ma"Ucap salam Dani


"Waalaikumsalam"jawab Kami serentak


"Alhamdulillah sekarang kamu sudah pulang nak"Ujar Tante viana sembari mengecup puncak kepala Dani


"Iya ma Alhamdulillah"Ucap Dani


"Assalamualaikum, Mbak Viana"Ucap seseorang dari balik pintu yang ternyata itu adalah ibuku datang bersama dengan ayahku


"Walaikumsalam, eh udah dateng. Mari mbak Ren masuk"Sahut Tante Viana


"eh ibu ternyata dateng juga. kalo tau begitu tadi bareng aja"Ujarku menyalami ibuku dan ayahku


"Mari semua masuk kedalam, kita makan bersama"Ajak Tante Viana


Kami makan bersama sembari tertawa ceria, bercerita, dan bergembira bersama.

__ADS_1


 -----


__ADS_2