
Rin, aku rindu dimana kita bersama di bus dan perjalanan yang penuh cerita. Rin, entah kenapa perasaanku selalu mengingat kepadamu. Gumamku dalam hati..
Dengan perjalanan yang cukup jauh. Kini aku sampai diterminal bus dan segera beranjak turun dari bus dan akan langsung pulang kerumah. Ini sudah pukul setengah dua belas malam. Disini hanya ada beberapa penumpang bus yang belum pulang. kini aku masih menunggu Sepupuku Miko, yang tadinya sudah kupinta untuk menjemputku. Dia adalah anak Dari Bibiku yang bernama Bi Sari. Dia tahun lalu sudah wisuda. Walaupun kami berbeda umur tapi kami sangat menjalani hubungan sebagai saudara dengan baik.
----
Masih menunggu Miko aku melihati jalanan yang mulai sepi.
"Eh Itu sepertinya Miko datang"Kataku saat melihat Mobil Avanza bewarna Putih.
"Heii.. udah lama?"Tanya Miko sembari membuka kaca jendela
"Enggak kok barusan"Sahutku
Miko membantuku membereskan barang yang akan dimasukkan ke bagasi mobil belakang dan kami segera meninggalkan terminal bus itu.
-----
Pagi hari dengan mentari yang terbit dan menerpa jendela kamarku yang tertutup korden. Kubuka mataku dengan berat karena aku sangat lelah. Aku berbaring tanpa berniat beranjak dari kasurku. Pikiranku masih kepada Ririn yang sekarang drop karena kondisinya sendiri.
__ADS_1
"Rin, kamu cepet sembuh ya aku mau kita kuliah bareng-bareng lagi"Gumamku dalam hati
----
Aku dan Miko hari ini ingin Refreshing agar kami tidak berat pikiran atas kegiatan yang kami lakukan sebelumnya. Kami berniat ingin pergi ke taman didekat sini.
Dalam perjalanan menuju ke taman itu, kami menaiki motor. Miko yang sedari tadi berbicara tidak kuhiraukan karena aku masih fokus kepada kondisi Ririn.
"Dan... dann"Panggil Miko
"Eh apa?"Sahutku yang kebingungan
"Lu kenapa sih Dan, kok melamun terus..mikirin apa?" Tanya Miko
"Eh eh masalah cewe ternyata, ada apa nih? suka ya sama dia?"Ujar Miko meledekku
"E.. enggak kok, itu nanti deh aku ceritain di taman"Kataku agak gugup
-----
__ADS_1
Kami sampai di parkiran dekat taman, Miko memarkirkan kendaraannya tak jauh dari jalan. Kami memasuki taman, Hari ini taman tidak begitu ramai. Kami memilih untuk mencari makanan yang dulu sering kami beli dan makan bersama yaitu gulali.
Kami membeli Gulali manis dan memakannya dikursi taman sambil bercerita tentang apa yang akan ku ceritakan, yaitu masalah Ririn.
"Mik, aku gak tau nih harus apa. Rasanya aku sedih gitu ngelihat temenku Ririn sakit. Dia sakitnya aneh banget"Ujarku kepada Miko
"Aneh gimana?"Tanya Miko sembari memakan gulalinya
"Kata ayahnya si dia terpeleset saat dirumah lalu kemarin dikabarkan Lumpuh. Tapi, Dokter tidak menemukan cedera pada kakinya"Jelasku kepada Miko
"Hemm kena Santet kali"Kata Miko yang berbicara sambil tertawa
"Etss ngawur lu Mik. Siapa juga sih yang tega nyantet Ririn, rasanya juga Ririn kan ga punya musuh. Dia itu orang baik"Ujarku sembari menepuk bahunya
"Hemm gini deh aku punya temen, dia tuh kayak tau gitu tentang seseorang gitu. Waktu itu sempet pernah ada yang Meninggal dan tidak diketahui penyebabnya, tapi begitu si temen aku ini pegang tangannya dia langsung diem aja tuh. Beberapa detik kemudian dia kayak orang gelagapan terus ngasi tau sesuatu gitu ke keluarganya. Mungkin dia juga bisa bantu temen lu Dan"Jelas Miko dengan memberikan saran.
"Hmm oke, Karena juga beberapa hari lagi aku ga absen kuliah alias lagi tanggal merah. Jadi kita bisa kan kesana?" Kataku
"Oke deh nanti aku hubungi temen aku dulu"Jawab Miko
__ADS_1
Kami beranjak pulang dari taman.
-----