Sahabatku Yang Tak Kasat Mata

Sahabatku Yang Tak Kasat Mata
#Part 51: Didalam Perjalanan


__ADS_3

Haloo guyysss masih pada nungguin updatenya ya🤭


Maaf ya kalo lama, soalnya aku masih mikirin gimana kelanjutannya. Terus semangatin aku lewat like, komen dan vote nya ya🥰🤗


.


.


Happy Reading😘😋😊👇


Didalam perjalanan aku merasa ingin tidur tapi tidak bisa karena gejolak dari jalanan yang masih ada batu-batunya dan masih belum rata.


"Rin, gak jadi tidur?"tanya Dani


"Enggak bisa tidur soalnya jalanan gak rata nih"Kataku


"Ohh yaudah sini dideket aku aja pegangin lengan aku, biar gak begitu terasa jalanannya"Kata Dani


"emmm tapi kamu jangan macem-macem ya! Awas aja nih ya"Ancamku padanya


"Iya tenang aja gakpapa kok"Sahut Dani


Akhirnya sepanjang perjalanan aku memegangi lengan Dani.


"Adem banget hati aku ya pas kaya gini"Batinku sembari tersenyum


"Rin, kenapa senyum-senyum?"Ternyata Dani melihatku senyum-senyum sendiri


"Eee.. Ee gapapa kok hehe"Aku tersadar langsung menunduk malu

__ADS_1


"Ohh"sahutnya


 


Beberaa waktu berlalu, sekarang sudah jam 10 pagi dan perjalanan kami alhamdulillah baik-baik saja hingga sampai jam setengah 11 siang tiba-tiba...


JDUARRR!!!....


Semua yang ada di dalam bus ini teriak termasuk aku. Tiba-tiba bus berhenti


"Maaf semuanya ban bus ini meletus jadi kita harus menggantinya terlebih dahulu dan menunggunya sampai selesai. Bapak juga akan menghubungi pihak yang membawa kalian agar tahu kejadiannya. Kalian yang laki-laki bisa membantu bapak mendongkrak ban nya?"Kata ak sopir bus itu


"Bisa pak"Kata mereka para lelaki yang antusias membantu bapak itu termasuk Dani


Sedangkan kami sambil menunggu para lelaki itu selesai memperbaiki ban bus, diantara kami ada yang berselfie ria dipemandangan yang indah ada juga yang ngobrol dan lain sebagainya


"Iya sih tapi mau gimana lagi, musibah mana ada yang tau"ucap Bela


Dari arah belakangku, Dani teriak memanggil namaku


"Ririinn?"Teriaknya


"Apa Da...."Belum selesai untuk mengucapkan kalimatku aku terkejut betapa cemongnya wajah Dani


"Huaahahahahahahahaha... Lucu deh"Aku tertawa terbahak-bahak melihat wajah Dani yang cemong terkena oli hingga shiva dan Bela juga ikut tertawa


"hahahahahahahahaaa"Tawa mereka


"pada kenapa sih?"Tanya Dani kebingungan

__ADS_1


"bentar ya"Kata Bela lalu mengeluarkan cermin kecil dari dalam sakunya dan memberikan pada Dani


"Nih ngaca dulu ya"Kata Bela


"emang nya kenap ....aaaaaa"Belum selesai Dani berkata, Dani teriak setelah melihat wajahnya. Aku shiva dan Bela kembali tertawa terbahak-bahak


"Kok bisa gini sih?"Tanya Dani sembari membersihkan wajahnya dengan tangannya


"Sini Dan aku bantu bersihin nih pake tisu"Kataku


Aku membersihkan wajahnya dengan menahan tawaku. Atau jika aku tertawa karena Dani, mungkin Dani akan menerkamku.


Kami hanya terdiam saat itu dan disaat aku membersihkan hidungnya yang masih terdapat noda oli, mata kami bertemu


Deg..


Rasanya waktu terhenti saat itu dan kami saling memandangi lewat mata kami dengan diam..


"Ehemmm ehemm" Batuk ala menggoda shiva dan Bela sukses membuat kami tersadar


"Udah belom ya bersihin muka nya si Dani?"Goda Bela


"Ee ee udah kok tinggal dibasuh pake air sama sabun aja"kataku agak gugup. Saat aku akan mengambil sabun cuci muka untuk Dani, Dani menahan tanganku


"Rin, thanks ya"Ucap Dani


"Ii.. Iyaa"Sahutku gugup


 

__ADS_1


__ADS_2